KETIKA ANAK-ANAK BELAJAR MENYAPA TUHAN

Bagikan:

Oleh: Fransisca Setyatun*

Pendampingan anak-anak baik kelompok Bina Iman Anak (BIA), Bina Iman Remaja (BIR),  dan Orang Muda Katolik (OMK) sebagai masa depan Gereja adalah tanggung jawab orang tua dan seluruh warga Gereja. Pentingnya mendasari iman anak-anak dan kecintaannya pada Tuhan yang Mahakasih dilakukan sedini mungkin dengan berbagai pendekatan.

Pembiasaan baik yang dilakukan orang tua di rumah, rasanya juga belum cukup untuk memberikan pengalaman iman yang mengesan untuk anak-anak. Pendampingan iman anak harus dilakukan secara total dan integral melibatkan semua unsur potensi umat, dari keluarga, lingkungan, bahkan paroki.

Pendampingan iman anak-anak di dalam keluarga tentu berbeda dengan proses pendampingan di sekolah atau di gereja. Perbedaan suasana pendalaman iman akan memberikan pengalaman yang lebih kaya pada anak-anak dalam mengenal Tuhan lebih dekat.

Lingkungan St. Carolus Borromeus, Paroki St. Yohananes Rasul Kedaton, sangat menyadari dan memahami tanggung jawab dalam pendampingan anak-anak, maka program pendampingan anak-anak menjadi salah satu fokusnya. Bagaimana memberi ruang pada anak-anak untuk tumbuh dan berkembang imannya dalam suasana penuh kegembiraan dan persaudaraan.

Di tangan Ibu Yustin (Elisabeth Yustina) dan Ibu Kris (Kristina Suwanti) sebagai penanggung jawab BIA, anak-anak dapat mengalami suka cita melalui berbagai kegiatan yang dikemas dalam program sekolah Minggu di lingkungan CB. Anak-anak  bertemu dengan riang, beberapa masih didampingi orang tua. Tak hanya anak usia sekolah yang belajar bersama, bahkan balita mulai tertarik untuk ikut bernyanyi dan menari.

Pendampingan anak-anak yang penuh kegembiraan,  kebebasan ruang, dalam suasana bermain sungguh menjadi ciri khas yang dibangun oleh pendamping BIA. Meskipun  suasana perumahan dengan keterbatasan ruang, tak mengurangi kreativitas pendamping untuk selalu melakukan inovasi terbaik untuk anak-anak. Mengajari anak-anak bekerja sama, saling menolong, menyisihkan uang saku untuk kolekte,  bahkan membiasakan anak-anak berbagi. Beberapa bentuk kegiatan BIA lingkungan CB yang sangat inspiratif adalah:

Menyapa Tuhan melalui Alam

Selasa, 27 Agustus 2022 adalah hari yang menyenangkan bagi anak-anak. Informasi sekolah minggu di rumah Gracia di perumahan Griya Elok adalah berita yang menggembirakan. Bagaimana tidak, sekolah Minggu ini sangat istimewa karena tidak dilakukan di dalam rumah, melainkan di area sawah ladang hijau dengan aneka tanaman. Anak-anak didampingi beberapa orang tua berjalan di antara pematang sawah, melintas tanaman kacang panjang yang masih tampak asing bagi anak-anak. Di tengah hamparan sawah mereka diajak sejenak berhenti untuk bersama memanen kacang tanah dengan seruan kegembiraan.

 

Yustin, pendamping BIA, menggunakan alam sekitar untuk memberikan pemahaman pada anak-anak tentang kasih Allah yang melimpah. Mengajak anak-anak untuk bersyukur tiada henti dengan memuji dan memuliakan Allah yang sudah menyediakan alam yang indah sehingga manusia dan mahluk hidup lainnya dapat hidup. Cara cerdas yang dikemas begitu mengesan bagi anak. Meskipun lelah, kaki berhias lumpur, dan bermandi peluh karena hangatnya sinar mentari keseruan dan kegembiraan anak-anak tak surut. Sepanjang kegiatan mereka tertawa, menyanyi, dan mengungkapkan decak kekaguman kepada alam tiada henti. Inilah cara anak-anak menyapa Tuhan melalui alam dengan caranya yang sederhana.

Menyapa Tuhan melalui Permainan

Kerinduan bertemu teman lain dalam kegiatan sekolah Minggu, membuat anak-anak bersemangat untuk hadir bersama-sama di rumah Glory pada Sabtu, 17 September 2022. Mereka bersiap dengan baju rapi, membawa tas bekal, saling menghampiri dan berjalan  bersama. Pemandangan yang mengharukan para orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Suara Wajar (RSW)