ALLAH SUMBER HARAPAN HIDUP BARU

Bagikan:

Oleh: Fransisca Setyatun*

Tema BKSN 2022 “Allah Sumber Harapan Hidup Baru”. Tema ini mengajak setiap pribadi menyadari perubahan dunia di semua lini pasca pandemi Covid-19.  Di dalam proses penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu, umat diundang kembali untuk menggantungkan harapan hanya kepada Allah.

 

Ketika semua terbiasa dengan situasi pandemi dengan segala protokolernya, terbentuklah fase hidup baru dan upaya berdamai dengan situasi. Harapan hidup baru dengan adaptasi yang tinggi, menghargai, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia terus digemakan. Pandemi sudah memberikan harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup dalam berbagai segi, termasuk kehidupan rohani.

Kedahsyatan dampak pandemi memberikan kesadaran bahwa Tuhan mengajarkan kepada manusia untuk memperhatikan dirinya sendiri, sesama, dan Tuhan yang selalu hadir menemani. Bahwa Allah selalu memberikan harapan baru. Kehadiran Yesus ke dunia membuka wawasan dan harapan akan hidup baru.

 

Empat sub-tema yang berhubungan dengan hidup baru didalami dalam BKSN 2022 dengan mengambil teks inspiratif dari Kitab Amos dan Hosea. Nabi Amos yang dihadirkan sebagai inspirasi untuk membela hak orang kecil, mengecam segala bentuk ketidakadilan sosial, kemerosotan moral, materialisme, dan hidup keagamaan yang palsu. Sedangkan Nabi Hosea fokus pada kehidupan religius yang mengalami penurunan drastis. Meskipun banyak mengecam, Nabi Hosea juga memberikan jalan keluar.

Lingkungan Carolus Borromeus (CB), Paroki St. Yohanes Rasul, Kedaton,  mengolah kegiatan BKSN dengan melalui kelompok KBG. Ada 5 kelompok KBG yang dibuat dengan anggota maksimal 10 KK, yang diatur berdekatan lokasinya. Sebelumnya, diskusi panjang para pemandu yang mendapatkan pembekalan di paroki membagikan kepada pemandu lingkungan. Tidak mudah mengajak umat untuk belajar dari Nabi Amos dan Hosea yang mengolah hidupnya, meskipun kemudian ditemukan berapa formula kegiatan pendampingan selama BKSN ini.

Umat merasa berat bila berkaitan dengan tradisi membaca dan memahami Kitab Suci. Intensitas kehadiran pertemuan yang menurun dibandingkan dengan kegiatan ibadat lainnya seperti Rosario, menjadi indikator bahwa umat merasa tidak percaya diri dan takut, merasa tidak layak untuk sekedar berbagi pengalaman atau menanggapi pertanyaan pemandu. Pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bijak untuk dapat melibatkan umat dalam kegiatan serupa.

Lingkungan CB menyiasati masalah ini dengan menggabungkan kelompok KBG, dengan harapan gagasan dasar dari tema BKSN 2022 sampai ke telinga umat dengan benar. Tokoh lingkungan CB yang mumpuni dalam hal ini disiapkan secara khusus untuk memberikan pencerahan kepada umat. Panduan pertemuan juga diolah sedemikian rupa disesuaikan dengan situasi umat. Tema Pertemuan pertama, Allah sumber harapan untuk menangkis mentalitas keagamaan palsu (Am. 5:4-6), yang digabungkan dengan pertemuan kedua, yaitu Allah sumber harapan untuk melawan ketidakadilan (Am. 5:14-17), menjadi materi yang tidak menakutkan bagi umat, bahkan dengan penuh tawa ringan mengungkapkan pengalaman secara spontan dan jujur .

Yulius Suprihatmono dan Thomas Puji Rahardjo memandunya dengan pertanyaan reflektif: Apa yang kita rasakan dan bagaimana sikap kita terhadap sesama yang tidak tahu berterima kasih? Apakah aku menolak kepalsuan dan kemunafikan? Spontan umat bereaksi spontan dengan jawaban tanpa takut. Dengan mudah pemandu dapat membawa umat pada pemahaman situasi umat Israel di masa lampau, khususnya keberadaan Amos dan Hosea dalam membangun kesadaran pada umat untuk kembali berharap kepada Allah. Umat yang hadir diajak untuk menjadikan Allah sebagai sumber harapan.

Tema BKSN yang ketiga, “Allah sumber harapan karena kasih setianya” (Hosea 6: 1-6), yang dipandu Lusia Maryatun dan Albertus Widyanarko berhasil menggali keberanian umat untuk terlibat aktif berbagi pengalaman dikasihi Allah dalam hidupnya, khususnya di masa pandemi.

 

Hampir semua umat yang hadir ikut membagikan pengalaman diselingi tawa. Tapi juga membangun suasana reflektif yang dalam hingga keharuan menguat. Semua merasakan besar kasih Allah dalam setiap tarikan nafas, dan tak henti menyerukan bahwa Tuhan adalah sumber harapan sepanjang hidup mereka. Di masa pandemi banyak pengalaman iman yang berat tetapi sekaligus menguatkan harapan pada Allah.

Kebiasaan rohani “selalu berharap pada Allah” sejak muda hingga dewasa yang dibagikan Pak Puji membuka wawasan umat lain untuk mendaraskan mazmur 91 “Tuhan akan melindungi engkau dengan kepak-Nya, engkau tidak usah takut akan bahaya di waktu malam”.

Mengikuti kegiatan BKSN dalam kelompok KBG adalah kegiatan yang sangat positif untuk semakin menguatkan iman. Kebersamaan juga mengingatkan kita pada tradisi para rasul berkumpul untuk mendengarkan Yesus bersabda.

BKSN juga kegiatan yang menyenangkan, menambah wawasan lebih banyak, tanpa harus dibebani ketakutan menjawab pertanyaan. Seperti gambaran yang terbangun selama ini sehingga menghalangi langkah untuk datang menimba rahmat. ***

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Suara Wajar (RSW)