Bandar Lampung, 13 Februari 2026 — Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Tanjungkarang menjadi tuan rumah Temu Regio Sumatra yang berlangsung di PWGN, 13-15 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi ajang perjumpaan, refleksi iman, serta penguatan semangat misioner umat Katolik di wilayah Sumatra.
Kegiatan tersebut diikuti oleh enam keuskupan, yakni Keuskupan Padang, Keuskupan Pangkalpinang, Keuskupan Sibolga, Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Tanjungkarang, serta Keuskupan Agung Palembang. Para peserta berasal dari para penggerak KMKI yang terlibat dalam pembinaan iman anak dan remaja misioner di masing-masing keuskupan.

Temu regio diawali dengan perayaan Ekaristi pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Dalam homilinya, ia mengajak peserta merefleksikan perjalanan Gereja Katolik di Indonesia yang tengah memasuki momentum menuju usia 100 tahun. Secara khusus, Keuskupan Tanjungkarang akan merayakan satu abad pada tahun 2028.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi umat, terutama generasi muda, untuk semakin terlibat aktif dalam karya pewartaan dan pelayanan Gereja.
“Pertanyaan penting bagi kita bukan hanya apa yang telah Gereja berikan kepada kita, tetapi apa yang dapat kita lakukan untuk Gereja,” ungkapnya.
Ketua KMKI Regio Sumatra, Sr. Dionisia Siringoringo, OSF, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas pertemuan yang menjadi rahmat bagi para peserta. Ia menegaskan bahwa temu regio ini merupakan momen berharga untuk mempererat persaudaraan, memperdalam semangat misi, serta memperkuat kerja sama dalam tugas perutusan, khususnya dalam pembinaan anak dan remaja misioner.
Ia juga menyoroti kekayaan budaya dan keragaman Regio Sumatra yang diiringi dengan tantangan pastoral yang khas di setiap keuskupan. Karena itu, pertemuan ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, merumuskan program bersama, serta menyusun strategi pelayanan yang kontekstual dan relevan, sejalan dengan arah Gereja dalam semangat sinodalitas dan tindak lanjut hasil SAGKI serta temu pastoral regio sebelumnya.
Usai perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan tarian penyambutan dari siswa-siswi SD dan SMP Xaverius Telukbetung. Tarian tersebut melambangkan keramahan dan keterbukaan masyarakat Lampung dalam menyambut para tamu. Prosesi pengalungan kain tapis sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan turut mewarnai pembukaan kegiatan.
Melalui Temu Regio Sumatra ini, para peserta diajak memperdalam semangat misioner sebagai bagian dari Gereja universal sekaligus mempererat persaudaraan antar keuskupan di wilayah Sumatra. Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan mampu menumbuhkan komitmen baru bagi para peserta untuk menjadi saksi iman yang aktif dan membawa semangat misi dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis : Vincen Simatupang
Editor : R.A.Swani Pramesti



