KONGREGASI SUSTER – SUSTER BELASKASIH

DARI HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (HK)

 

Arti Nama

HK merupakan singkatan dari Kongregasi Suster – Suster Belaskasih Dari Hati Yesus Yang Mahakudus.

 

Biara Induk

Pusat biara dari Susteran Hati Kudus yakni terletak di Jl. Hasanudin No.29 Telukbetung. Di biara induk ini terdapat beberapa jenis karya intern Kongregasi (PU, Ekonomat, Sekretariat) , staf ekonomat keuskupan Tanjungkarang dan kesehatan.

 

Mengenal Suster HK

 

Kongregasi Suster-suster Belaskasih dari Hati Yesus yang Mahakudus berdiri tanggal 2 Juli 1886 di Moerdijk sebagai Kongregasi tingkat Kapusan dengan Pendiri Mere Marie yang sebelumnya bernama Huberdina Merkelbach. Nama Suster-suster Belaskasih dari Hati Yesus yang Mahakudus bermula dari judul Konstitusi dan Regula yang disusun Pastor van Gennip yaitu “Suster-suster Belaskasih Hati Yesus yang Mahakudus di Moerdijk”. Saat ini lebih dikenal dengan sebutan Suster Hati Kudus (HK).

Atas permintaan Pater Van Oort, Suster Hati Kudus (HK) memulai karya misi di Sumatra bagian selatan. Atas ijin dari Ordinarius Apostolik Bengkulu, Suster Hati Kudus (HK) mendirikan suatu biara baru di Palembang dengan mengutus 4 (empat) orang suster yakni Suster Martini, Suster Emmaculee, Suster Bonifasia dan Suster Gabriela ke Indonesia. Mereka sampai di Palembang pada tanggal 20 Juni 1927.

Sejak  11 September 1993 Kongregasi Suster-suster HK beralih menjadi kongregasi tingkat Keuskupan di bawah reksa khusus Uskup Keuskupan Tanjungkarang.

 

Sejarah Masuk ke Lampung

 

Pada bulan Oktober 1931 Pater Van Oort bersama Sr. Agneta Molenkamp, Sr. Barnabee In’t Groen, Sr. Cornelie Hertogh dan Sr. M. Helene tiba di Hinda Belanda. Kiranya dari keempat Suster yang datang tersebut Sr. M. Helene yang menjadi salah satu perintis di Telukbetung sedangkan Sr. Agneta Molenkamp, Sr. Barnabee In’t Groen di Palembang dan Sr. Cornelie Hertogh di Tanjung Sakti.

Sr. M. Helene memulai karya dengan menjadi kepala TK dan memimpin dibukanya SD. Sr. Margaretha menambah jumlah suster yang  hadir di Telukbetung, Beliau menjadi Pemimpin Biara dan mengawali karya kesehatan dangan melakukan perawatan keliling. Kemudian Sr. Wilhelmina datang menjadi Kepala SD lalu Sr. Longina dijemput Sr. Margareha dari Palembang menuju Telukbetung. Pada bulan Juni 1932 Sr. Amantia de Boer datang menggantikan Sr. M. Helene yang kembali ke Nederland karena sakit. Suster-suster di Telukbetung pada masa ini disibukan dalam pelayanan kepada anak-anak dibidang pendidikan, pengajaran muda-mudi, dan diperluas dengan pelayanan kesehatan lewat perawatan keliling.

Setelah interniran Jepang berakhir (dimulai pada 1 April 1942), Para suster diharapkan segera kembali ke Telukbetung dan memulai lagi pelayannya. Harapan besar Pater Koevoets terjawab pada tanggal 4 November 1949 dengan hadirnya Sr. Longina dan Sr. Scholastika di Telukbetung. Pada bulan Agustus 1950 Sr. Joanny tiba di Telukbetung untuk membuka klinik bersalin yang dimulai tahun 1951. Dan  pada bulan Maret 1952 Sr. Aleida datang membantu Sr. Joanny yang sudah tidak mampu menangani pekerjaan seorang diri karena banyaknya ibu yang datang dan harus ditolong.

Atas keinginan kuat Sr. Borromea agar Kongregasi memiliki generasi penerus, segera setelah mendapat izin dimulailah merintis biara di Metro dan pada tanggal 16 Juni 1953 Sr. Borromea menghantar Sr. Bonifacia dan Sr. Jeanne d’Arc ke Metro dan menempati sebuah rumah bambu kecil milik salah satu umat katolik Metro.

Pada tahun 1955 dimulailah perluasan seluruh komplek: novisiat, biara, dan kapela yang diberkati Mgr. Hermelink tanggal 2 Februari 1956. Pada 31 Desember 1970 Sr. Goretti, Sr. Rosalia, Sr. Theresia, Sr. Augustina merintis komunitas di Seputih Banyak. Tahun 1975 dimulailah pelayanan di Ngesti Rahayu. Setelah Para Suster Misionaris kembali ke Belanda antara tahun 1970 – 1982 hanya tinggal Sr. Consolatrix seorang diri sebagai suster Belanda yang tengah menghadapi tugas berat mempersiapkan suster-suster Indonesia menuju status mandiri. Tahun 1991 proses kemandirian telah selesai dan mulai menyiapkan segala dokuman guna memperolah “fiat” dari Roma. Pada tanggal 18 Mei 1993 turunlah Dekret kemandirian dari Roma serta tanggal 11 September 1993 resmi sebagai Kongregasi mandiri.

 

  1. Susteran Jumlah Anggota HK di Keuskupan Tanjungkarang serta karyanya  
    • Telukbetung:
      • Susteran Hati Kudus – Biara Induk

Jumlah anggota 15 suster

Karya bidang: intern Kongregasi (PU, Ekonomat, Sekretariat) , staf ekonomat keuskupan Tanjungkarang, kesehatan

  • Susteran Hati Kudus Jl. Hasanudin No.29 Telukbetung

Jumlah anggota 18 suster,

Karya bidang: pendidikan, kesehatan, kesekretariatan paroki, dan kerasulan doa

  • Susteran Hati Kudus Jl. Warsito No. 12 Kupang Kota

Jumlah anggota 6 suster

Karya bidang: Kesehatan, Pendidikan, Pastoral umat, Kerasulan doa

  • Tanjung karang
    • Susteran Hati Kudus Jl. Way Lubuk No.2, Bandar Lampung

Jumlah anggota 4 suster

Karya bidang: layanan Wisma Keuskupan, Yayasan Lembaga Miryam, tenaga kependidikan

  • Susteran Hati Kudus Jl. Tulang Bawang No.16, Enggal – Bandar

Jumlah anggota 5 suster

Karya bidang: Komisi keluarga Keuskupan Tanjungkarang, Yayasan Lembaga Miryam, usaha produksi Kongregasi

  • Kedaton

Susteran Hati Kudus Way Halim Permai

Jumlah anggota 3 suster

Karya bidang: pendidikan dan kerasulan doa

  • Metro
    • Novisiat Maria Immaculata

Jumlah anggota 5 suster, Novis I & II: 7, Postulan 2

Karya bidang: Pendampingan dan pembinaan formasio dasar

  • Susteran Hati Kudus Jl. Tulang Bawang No.89 Metro

Jumlah anggota 5 suster

Karya bidang: pendidikan dan kerasulan doa

  • Susteran Hati Kudus Krakatau No. 26 Yosorejo

Jumlah anggota 5 suster

Karya bidang: layanan asrama, pendidikan, pastoral umat, kerasulan doa

  • Susteran Hati Kudus Ngestirahayu

Jumlah anggota 4 suster

Karya bidang: pendidikan, pastoral umat, dan kerasulan doa

  • Kotagajah

Susteran Hati Kudus Seputih Banyak

Jumlah anggota 3 suster

Karya bidang: pendidikan dan pastoral umat

  • Bandar Jaya

Susteran Hati Kudus Poncowati

Jumlah anggota 4 suster

Karya bidang: pastoral umat, taman bacaan, kerasulan doa

  • Sekincau

Susteran Hati Kudus Sekincau

Jumlah anggota 4 suster

Karya bidang: pastoral umat, kerasulan doa, kerumahtanggaan

  • Tulang Bawang

Susteran Hati Kudus Unit 3 Tulang Bawang

Jumlah anggota 3 suster

Karya bidang: Rintisan PAUD dan pastoral umat

  • Bakauheni

Susteran Hati Kudus Kalianda

Jumlah anggota 5 suster

Karya bidang: layanan Rumah Khalwat Ngison Nando, Kepala TK, pastoral umat