Berita

Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo:Temu Pengurus KKKI Keuskupan Tanjungkarang, Devosi Sarana Memperkuat Iman.

Iman itu harus diungkapkan dan diwujudkan dalam aksi konkret. Ini tidak mudah. Karena itu, devosi diperlukan guna memperkuat iman agar bisa diwujudkan dengan baik. Ini diungkapkan oleh Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo saat memberi materi spiritualitas dan motivasi Temu Pengurus  Komunitas Kerasulan Kerahiman Ilahi (KKKI) Santa Perawan Maria Keuskupan Tanjungkarang, Wisma St. Albertus, Bandarlampung, Sabtu, 17 Januari 2026. Suplemen Devosi memiliki peran penting sebagai sarana pendukung dalam penghayatan iman. “Devosi bukan tujuan utama, melainkan suplemen yang memperkuat umat agar mampu mewujudkan iman dalam tindakan nyata,” tandas Uskup. Melalui devosi, umat memperoleh kekuatan rohani, baik melalui Bunda Maria mau pun para kudus, yang lebih dahulu memberi teladan dalam menghayati dan mewujudkan iman. Uskup menandaskan, jika kelompok devosi membuat aksi nyata, itu memang sudah seharusnya sebagai pengikut Kristus. Devosi bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk memperkuat iman dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Refleksi perjalanan Moderator KKKI Keuskupan Tanjungkarang Rm. Vincentius Anggoro Ratri SCJ menyatakan, tiga tahun ke depan, refleksi perjalanan KKKI berangkat dari hasil KongNas Merauke 2025. Hasil KongNas ini akan menjadi “kacamata” untuk melihat Ardas Keuskupan Tanjungkarang di tahun 2026. Dengan melihat ardas dari kacamata KongNas, diharapkan mampu mengaktualisasikan ardas keuskupan sesuai dengan kekhasan KKKI Keuskupan  Tanjungkarang.   Tindakan nyata Devosan Kerahiman Ilahi yang memberi perhatian pada kerahiman Allah, mau tidak mau juga memberi perhatian pada kepedulian karena Allah peduli. Maka, devosan juga harus peduli. Kepedulian para devosan ditatapkan pada wilayah di mana mereka berada yakni: Keuskupan Tanjungkarang. Dalam ranah  keuskupan berarti para devosan mengkaitkan kepedulian dengan ardas keuskupan. Kepedulian para devosan diwujudkan dalam kecintaan pada kehidupan dan lingkungan hidup. Temu pengurus yang bertema: ‘Bersinergi Dalam Doa Dan Aksi Peduli’ ini, hendak menegaskan bagaimana kepedulian akan cinta kehidupan dan lingkungan hidup itu dijalankan dalam bersinergi bersama kelompok atau komunitas lain yang berkehendak baik. Sinergi itu harus seimbang antara doa dan karya. Lalu Romo Anggoro memberi contoh. Misalnya, bekerjasama dengan RT, RW, atau Karang Taruna dengan membersihkan selokan, sungai, atau menanam tanaman. “Ini tindakan nyata. Hasilnya, bisa dilihat dan dirasakan. Jadi, tidak hanya di atas kertas kerja saja,” pungkasnya. Total dalam pelayanan Ketua KKKI St.Perawan Maria Keuskupan Tanjungkarang, Tresnaningsih Carlost, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan pleno pengurus komunitas Kerahiman Ilahi se-Keuskupan Tanjungkarang. Sekitar 170 peserta hadir dari berbagai paroki serta sejumlah undangan. Ia menjelaskan, acara ini sebenarnya direncanakan dua hari karena merupakan pertemuan rutin tahunan. Namun karena sebelumnya telah dilaksanakan kongres, maka dalam pertemuan ini kami menyampaikan hasil dan nilai-nilai kongres serta SAGKI (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia). Tujuan pertemuan ini: agar para devosan Kerahiman Ilahi memahami adanya kesatuan arah antara KKKI Pusat, KKKI seluruh Indonesia, dan KKKI Keuskupan. Dengan demikian, seluruh komunitas dapat saling bersinergi dan melaksanakan Ardas Keuskupan sebagai warga Gereja dan devosan Kerahiman Ilahi. Ia berharap, para devosan semakin bertumbuh dalam semangat doa dan pelayanan. Selain itu, semakin militan dalam doa, mampu bersinergi baik antar anggota, pengurus, mau pun dengan komunitas lain. Sehingga dalam doa dan pelayanan: total dan tanpa membeda-bedakan. Pertemuan ini diakhiri dengan evaluasi program kerja dan rencana pemilihan pengurus KKKI Keuskupan. Selain itu, penyampaian dan penyatuan program kerja dari masing-masing paroki, unit pastoral, dan stasi. Acara ini diawali dengan Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo.***  Sr. M. Fransiska FSGM

Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo:Temu Pengurus KKKI Keuskupan Tanjungkarang, Devosi Sarana Memperkuat Iman. Read More »

Legio Maria Kuria Lampung Membarui Janji

Legio Mariae Kuria Lampung – Ratu Damai membarui penyerahan diri kepada Bunda Maria dalam upacara Acies di Gereja Yohanes Rasul, Kedaton, Bandar Lampung, Jumat, 16 Januari 2026. Acara dimulai dengan perarakan: para suster, bruder, para pendamping rohani dan ketua presidium. Mereka membawa lilin kecil bernyala. Sedangkan ketua presidium membawa vandel. Ada 29 vandel presidium: satu Vandel Kuria Lampung – Ratu Damai dan 28 Vandel Presidium. Pukul 09.30 perarakan dimulai diiringi lagu Mars Legio. Para prajurit Maria dengan sukacita melangkahkan kaki memasuki gereja menuju altar. Usai berdoa lima puluhan rosario suci, para legioner mengucapkan pembaruan janji dan kesetiaan kepada Bunda Maria. Sambil memegang Vexillum Legiones, mereka berucap, ‘Aku adalah milikmu, ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaanmu.’ Panggilan mengasihi Pemimpin Rohani Legio Keuskupan Tanjungkarang  Romo Vincentius Anggoro Ratri SCJ dalam kata sambutannya, mengulas tema Acies 2026: ‘Dikasihi Untuk Mengasihi Manusia Dan Lingkungan Hidupnya.’ Tema itu diambil karena kita dikasihi Allah. Kasih adalah kata kunci untuk mengimani Allah kita. Ketika orang mencoba memasuki kekayaan iman Katolik atau sejak orang masuk dalam iman Katolik, orang sudah diperkenalkan dengan Allah yang adalah kasih (1 Yohanes 4:8-10) “Allah yang menyelamatkan manusia adalah kasih. Allah yang solider. Allah yang tidak ingin manusia menderita dan semua dengan satu alasan: karena kasih,” ujar Rm. Anggoro SCJ. Rm. Anggoro menegaskan, karena sudah dikasihi, maka kita harus mengasihi. Panggilan mengasihi itu untuk semua orang yang mengimani Kristus. Kita sebagai Legioner juga termasuk di dalamnya. Sesuai Ardas IX Keuskupan Tanjungkarang: ‘Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup,’ maka kita dipanggil untuk mengasihi semua yang hidup: sesama manusia, hewan, tumbuhan, bahkan dunia di mana semua yang hidup itu ada. “Mari kita maknai janji kepada Bunda Maria yang nanti akan kita ucapkan, sebagai janji kita juga kepada Tuhan untuk mengasihi kehidupan dan dunia di mana semua yang hidup itu berada,” ajak Rm. Anggoro SCJ. Usai acara Acies, dilanjutkan dengan acara “Bincang Santai” sekitar satu jam bersama Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo di aula bawah. Setelah itu, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Vinsensius. Dalam homilinya Mgr. Vinsensius menegaskan pentingnya para legioner agar mau repot dan direpotkan karena harus membantu dan menolong orang lain yang membutuhkan. Seperti halnya, orang lumpuh yang minta disembuhkan Yesus. Banyak orang membantunya dengan mengangkat tilam ke atas atap lalu menurunkannya tepat dihadapan Yesus. Selain itu, Uskup juga memohon agar menjadikan bumi ini menjadi rumah kita bersama sesuai dengan ARDAS IX tahun 2026 ini. Sejuta harapan Ketua Kuria Lampung-Ratu Damai Yohanes Suharyono menegaskan, Upacara Acies merupakan upacara tahunan penting bagi anggota Legio Maria. Mereka membarui sumpah kesetiaannya kepada Bunda Maria. Haryono memiliki banyak harapan kepada para legioner ini. Pertama, menjalankan tugas kerasulan Legio Maria untuk membawa Maria ke tengah dunia agar dikasihi untuk mengasihi manusia dan lingkungan hidup. Kedua, meneladan Bunda Maria yang menyimpan dan merenungkan sabda Tuhan dalam hati. Ketiga, berpartisipasi dalam menjalankan tugas sebagai Laskar Maria dengan menaati dan mengikuti segala aturan (tertulis dalam Buku Pegangan Legio) Keempat, memperkuat persaudaraan dalam semangat kerjasama dalam doa dan karya. Kelima, mengembangkan Legio Maria dengan semangat baru. Keenam, semua Laskar Maria yang hadir menjadi Legio Maria yang militan. Menurut data, Legio Maria Kuria Lampung – Ratu Damai berjumlah 618 orang. Dengan rincian sbb: Anggota aktif : 500 orang Anggota auksilier :   70 orang Anggota pretorian :   31 orang Anggota ajutorian :   17 orang Kuria Lampung Ratu Damai terdiri dari 33 Presidium yang tersebar 13 Paroki. *** Sr. M. Fransiska FSGM

Legio Maria Kuria Lampung Membarui Janji Read More »

ACIES, Momen Penting Presidium Pohon Suka Cita Kami

Hari ini, Jumat, 16 Januari 2026 adalah hari yang penuh rahmat. Hari itu para legioner membarui janji dan penyerahan diri kepada Bunda Maria dalam Misa Acies di Gereja Paroki St.Yohanes Rasul, Kedaton. Sebelum mengucapkan janji, para legioner ini telah mempersiapkan diri secara rohani dengan berdoa novena selama sembilan hari. Acara dimulai dengan minum dan snack di sekitar aula bawah paroki. Tampak para legioner saling bertemu dan berbagi cerita. Mereka datang dari berbagai paroki Keuskupan Tanjungkarang.     Perarakan Pukul 09.30 perarakan dimulai. Para suster, bruder, para pendamping rohani, dan legioner membawa lilin bernyala. Ketua-ketua Presidium membawa vandel. Ada 29 vandel presidium: satu vandel Kuria Lampung – Ratu Damai dan 28 vandel Presidium. Lagu Mars Legio mengiringi langkah-langkah para prajurit Maria ini melangkahkan kaki masuk ke dalam gereja menuju altar. Usai berdoa lima puluhan rosario suci, para legioner mengucapkan pembaruan janji dan kesetiaan kepada Bunda Maria. Sambil memegang Vexillum Legiones, mereka berucap, ‘Aku adalah milikmu, ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaanmu.’ Usai acara Acies, dilanjutkan dengan acara “Bincang Santai” sekitar satu jam bersama Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo di aula bawah. Setelah itu, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Vinsensius. Dalam homilinya Mgr. Vinsensius mengulas orang lumpuh yang dibawa dengan tilam. Orang lumpuh itu ingin disembuhkan. Karena orang banyak berkerumun, mereka mencari cara agar si lumpuh bisa sampai di hadapan Yesus. Lalu mereka menaikkannya ke atas atap. Kemudian menurunkannya sampai di hadapan Yesus. Mereka yang membawa tilam itu sekuat tenaga membantu si lumpuh agar ia sembuh. Dari kisah ini Uskup menyampaikan bahwa menjadi orang Katolik, menjadi legioner berarti juga harus siap untuk repot karena menolong orang lain. Selain itu, Uskup juga mengatakan tahun ini Keuskupan Tanjungkarang memiliki Ardas: Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup. Maka, Uskup memohon agar kita memperhatikan dan membantu orang yang kecil, menderita, dan difabel. Dan jadikanlah bumi ini menjadi rumah kita bersama. Panggilan mengasihi Pembimbing Rohani Legio Keuskupan Tanjungkarang  Romo Vincentius Anggoro Ratri SCJ mengulas tema Acies 2026: ‘Dikasihi Untuk Mengasihi Manusia Dan Lingkungan Hidupnya.’ Tema itu diambil karena kita dikasihi Allah. Kasih adalah kata kunci untuk mengimani Allah kita. Ketika orang mencoba memasuki kekayaan iman Katolik atau sejak orang masuk dalam iman Katolik, orang sudah diperkenalkan dengan Allah yang adalah kasih (1 Yohanes 4:8-10) “Allah yang menyelamatkan manusia adalah kasih. Allah yang solider. Allah yang tidak ingin manusia menderita dan semua dengan satu alasan: karena kasih,” ujar Rm. Anggoro SCJ. Rm. Anggoro menegaskan, karena sudah dikasihi, maka kita harus mengasihi. Panggilan mengasihi itu untuk semua orang yang mengimani Kristus. Kita sebagai Legioner juga termasuk di dalamnya. Sesuai Ardas IX Keuskupan Tanjungkarang: ‘Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup,’ maka kita dipanggil untuk mengasihi semua yang hidup: sesama manusia, hewan, tumbuhan, bahkan dunia di mana semua yang hidup itu ada. “Janji kepada Bunda Maria yang telah kita ucapkan, merupakan janji kita kepada Tuhan untuk mengasihi kehidupan dan dunia di mana semua yang hidup itu berada,” ujar Rm. Anggoro SCJ. Usai Misa Acies ini acara dilanjutkan dengan ramah tamah di aula bawah. Menjadi teladan Ketua Presidium Pohon Sukacita Kami Valeria Susi Riani mengatakan, acara ACIES 2026 ini penuh semangat. Terlebih Romo Anggoro menyatakan bahwa Legio Maria di Lampung semakin berkembang. Bapa Uskup Vinsensius dan para romo berkenan hadir dalam Perayaan Ekaristi. Dan Bapa Uskup bersedia meluangkan waktu bersama para legioner dalam acara Bincang Santai. “Tentu ini memberi semangat yang luar biasa,” kata Susi. Susi berharap, semoga semakin bertambah banyak lagi Legioner di Keuskupan Tanjungkarang ini. Selain itu, para Legioner sungguh meneladan Bunda Maria, sehingga prajurit Maria menjadi teladan dalam keluarga, masyarakat, negara dan Gereja. Momen penting Wakil Ketua Presidium Pohon Sukacita Kami Valentinus Kasan, mengatakan Pertemuan Acies Legio Maria memiliki makna mendalam sebagai upacara tahunan pembaruan janji setia anggota Legio Maria kepada Bunda Maria dan memohon kekuatan serta berkat dari Allah Tri Tunggal Maha Kudus untuk melanjutkan karya kerasulan selama setahun ke depan. Acies adalah momen penting di mana setiap legioner secara pribadi dan bersama-sama memperbarui janji atau pembaktian diri kepada Bunda Maria. “Ini menegaskan kembali komitmen kami untuk melayani Tuhan melalui teladan Bunda Maria,” ujar Kasan. Kasan berharap, setiap legioner dapat kembali kepada inti panggilan: melayani Tuhan melalui Bunda Maria, dengan iman yang lebih teguh, rendah hati dan semangat yang baru.*** Sr. M. Fransika FSGM        

ACIES, Momen Penting Presidium Pohon Suka Cita Kami Read More »

Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 : One in Christ, United in Mission

Dalam rangka memperingati Hari Anak Misioner ke-183 yang jatuh pada 4 Januari 2026, Gereja mengajak anak-anak dan remaja Katolik untuk semakin menyadari panggilan mereka sebagai bagian dari perutusan Gereja sejak usia dini. Pada perayaan Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 ini, seluruh anak dan remaja Katolik diajak untuk melangkah bersama dalam satu irama iman dan perutusan. Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) menetapkan tema “One in Christ, United in Mission”, sebuah tema yang diadopsi dari perayaan 100 tahun Hari Minggu Misi Sedunia yang dicetuskan oleh Paus Leo XIV. Tema ini menegaskan bahwa anak-anak bukan hanya dipanggil untuk mengenal Kristus, tetapi juga diajak untuk terlibat secara aktif dalam misi-Nya bagi dunia, sesuai dengan kemampuan dan konteks kehidupan mereka. Perayaan Hari Anak Misioner ke-183 di Paroki Ratu Damai Teluk Betung berlangsung dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan. Ada 80 peserta yang terdiri dari BIR dan OMK dari Stasi Teluk Betung dan Stasi Panjang ambil bagian dalam kegiatan ini. Acara diawali dengan animasi bersama yang membangun suasana akrab dan gembira, dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Romo Paroki Ratu Damai, RD. Robertus Michael Nopen Saputro, yang mengajak anak-anak dan orang muda untuk terus menumbuhkan semangat misioner dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang menarik tentang sejarah dan makna Karya Misi Kepausan, yang disampaikan oleh Ibu Retha, selaku perwakilan KMKI Keuskupan Tanjungkarang. Melalui materi ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa karya misi Gereja bukan hanya milik para misionaris, tetapi merupakan panggilan seluruh umat beriman, termasuk anak-anak dan remaja. Perayaan Hari Anak Misioner ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peserta. Anak-anak dan orang muda semakin didorong untuk menghidupi semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian) serta motto “Children Helping Children”, sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih bagi sesama di lingkungan sekitar mereka. Tak hanya itu, suasana sukacita semakin terasa ketika perayaan diakhiri dengan kegiatan tukar kado bersama, yang menambah keindahan berbagi dan kebersamaan dalam semangat persaudaraan. Dengan doa, sikap berbagi, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian memberi kesaksian sederhana dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak mengambil bagian nyata dalam misi Gereja yang satu dan universal. Dalam semangat ini, misi tidak dipahami sebagai tugas yang berat, tetapi sebagai ungkapan kasih yang dibagikan bersama.   Penulis : Veronica Natasya Editor : R.A.Swani Pramesti

Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 : One in Christ, United in Mission Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

You cannot copy content of this page

Scroll to Top