Berita

Ulang Tahun Pertama OMK SIBAKJAMANO

Sidomulyo – Sabtu, 28 September 2019 di Gereja  Santo Yosep Rawa Selapan Paroki Sidomulyo diadakan temu OMK (Orang Muda Katolik) dan Talk Show dengan tema “ Aku dan Kamu Setara di Mata Allah”. Nampak hadir disana sekelompok orang muda katolik dari 5 paroki yang tergabung dalam OMK wilayah Selatan sebut saja OMK Sibakjamano (Sidomulyo, Bakauheni, Jati Baru, Marga Agung, Sribawano) ada juga tamu undangan OMK Baliko. Acara di mulai dengan dinamika dan bergembira bersama agar OMK bisa berbaur, kegiatan di lanjutkan dengan Talk show dan pentas seni di halaman gereja. Kemasan talk show yang dirancang seperti acara “ Ini Talkshow “ disalah satu siaran televisi ini membuat acara tidak Garing dan membosankan. sebagai tamu talk show dihadirkan mbak Yuli Nugrahani dan mas Endro serta RD. Gregorius Suripto setelah talk show acara di lanjutkan dengan penampilan pensi dari setiap paroki yang hadir. Minggu, 29 september 2019 acara di lanjutkan dengan ekaristis yang dipimpin oleh RD Gregorius suripto dan di dampingi oleh RD Philipus Suroyo, RD YB Widarman, RD Fransiskus Agus T dan Diakon Aris. Ekaristi berlangsung dengan khidmat, dalam pengantar dan homilinya RD Gregorius Suripto sebagai Romo Kepemudaan Keuskupan Tanjung karang  dengan candaan khasnya  mengajak omk untuk setia menjadi saksi dan pelayan Yesus sampai akhir. Setelah Ekaristis acara di lanjutkan dengan potong tumpeng sebagai perayaan syukur atas 1 tahun OMK Sibakjamano oleh RD Agus  Tri sebagai pastor paroki Sidomulyo dan di berikan kepada perwakilan OMK wilayah selatan yaitu Sdr. Thomas Diki Saputra. kegiatan temu omk ini di akhiri dengan kegiatan Color Fun dengan holi-holi warna warni yang melambangkan semangat dan ceria  dalam diri OMK.  Happy Birthday OMK Sibakjamano (ed.gvomk)  

Ulang Tahun Pertama OMK SIBAKJAMANO Read More »

Pemberkatan Gereja Liwa

LIWA – Gereja Keuskupan Tanjungkarang patut bersyukur atas kelimpahan kasih dan penyertaan Allah kepada umatnya, khususnya umat Paroki St. Theodorus Liwa. Pada Sabtu (8/9/19) yang lalu uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, memimpin perayaan ekaristi pemberkatan gereja yang baru di paroki ini. Di dampingi pastor paroki, rm Bovan OFM, pastor rekan dan sepuluh konselebran lainnya, uskup Harun membuka perayaan Ekaristi dengan memberkati patung Pieta yang ada di depan pintu masuk gereja. Pada kesempatan ini, ada dua pastor OFM yang bertugas di Tanah Suci ikut serta hadir dalam perayaan syukur. Kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan pintu utama gereja. Hadir hampir sebagian besar umat paroki Liwa dengan beberapa tamu undangan dari berberapa daerah lainnya. Dalam homilinya, uskup Harun mengungkapkan bahwa yang ada di pikiran kita, di hati kita, itulah yang akan dikeluarkan sebagai aksi kepada orang lain. Maka benar perintah Tuhan, kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan kasihilah sesama mu seperti dirimu sendiri, vertikal dan horizontal. Bapak uskup member contoh binatang lalat. Dimanapun dia akan mencari barang busuk. Dia tidak tertarik pada madu. Tetapi yang jelek, meski jaraknya jauh, akan tetap dicari lalu disebarkan hingga menjadi penyakit. Lain dengan lebah, meski kelihatannya garang tetapi karena kodratnya baik, tetaplah baik. Yang jahat melahirkan kejahatan, yang baik melahirkan kebaikan. Uskup mengajak semua umat bersyukur karena mempunyai gereja yang megah. Tetapi gereja bukanlah batu yg mati. Tiga hal yang  mesti diingat pakerti, lati dan ati. Ketiganya menjadi satu kesatuan, tak terpisahkan. Kemanunggalan ati (gagasan, pikiran), lati (bibir, ucapan, uni) dan pakarti (sikap, perbuatan, tingkah laku) yang dikenal dengan ‘satunya kata dan perbuatan’, harusnya menjadi sikap setiap orang beriman. Hal ini dilakukan untuk “hamemayu hayuning kulawarga”, “hamemayu hayuning negara”, “hamemayu hayuning bawana”. Lebih jauh uskup mengajak umat untuk selalu menyadari bahwa bukan gereja yang megah sisi gadungnya yang utama, tetapi gereja sebagai sakramen keselamatan. Acara pemberkatan Gereja dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan peresmian oleh Bupati Kab. Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus. Parosil dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan diresmikannya Gereja Katolik Santo Theodorus Liwa ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas umat, baik dalam iman maupun dalam kehidupan sehari-harinya. “Dengan diresmikannya gereja hari ini atas partisipasi semua pihak diharapkan dapat membantu memperkuat persatuan dalam keberagaman agama. Karena dengan terciptanya kerukunan antar umat beragama tentunya akan semakin meningkatkan peran serta umat beragama dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam upaya mengatasi krisis ekonomi, krisis budaya dan juga krisis moral yang kita alami sekarang ini,”. Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, pemerintah sangat mengharapkan peran dan bantuan semua umat beragama, para pemuka agama termasuk para pastur dan tokoh gereja serta tokoh masyarakat dalam memberikan kontribusi dan partisipasi aktif dan nyata. Dalam kesempatan itu pula, bapak bupati berharap semua pihak mampu menjaga ketenangan dan kejernihan dalam bertindak dan berpikir, sehingga kita tidak mudah terpancing dengan isu yang menghasut masyarakat, dan mampu mengatasi dan memandang persoalan hidup dengan bijaksana. “Kepada seluruh umat beragama di wilayah Kabupaten Lampung Barat, saya harapkan untuk mampu menjaga ketenangan dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,”.  

Pemberkatan Gereja Liwa Read More »

Pelantikan Dewan Keuangan Keuskupan

Tanjungkarang – Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, pada Selasa (3/9/19) melantik dan memberkati Dewan Keuangan Keuskupan yang baru dalam perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Kristus Raja, Tanjungkarang. Didampingi oleh vikjen dan sekretaris keuskupan, Mgr. Harun melantik dan menerima ekonom keuskupan, RD Wolfram Safari, serta Dewan Keuangan Keuskupan Periode 2019 – 2024. Mereka yang dilantik adalah sebagai berikut Pertama             : RD. Yohanes Kurniawan Jati Kedua                 : Sdri. Fransisca Winarti Meiharto Ketiga                 : Ibu Hiasinta Cecilia Ho Lie Tjoe Keempat            : Bp. Rafael Johan Gani Kelima                : Bp. Dionisius Herowanto Keenam             : Bp. Gregorius Sentosa Johan Ketujuh              : Bp. Petrus Tonny Mursalim Kedelapan         : Bp. Thomas Hartono Kesembilan       : Bp. Heri Gunawan Kesepuluh          : Bp.Frangky Wijaya Dalam homilinya, Mgr Harun menegaskan bahwa tugas Dewan Keuangan Keuskupan adalah menasehati uskup dalam hal pengelolaan harta kekayaan dan kemiskinan keuskupan. Mereka menampung aspirasi umat. Umat memberikan nasihat kepada dewan keuangan, dan akhirnya dewan keuangan menasehati bapak uskup dalam hal pengelolaan keuangan keuskupan. Mgr. Harun mengajak semua umat untuk berjalan bersama agar kesejahteraan umat untuk mencapai keselamatan terjamin karena tidak ada satu orang pun yang sempurna. Demikian juga bapak uskup berhara agar semua petugas pastoral mengalami kesejateraan untuk mencapai keselamatan. Profisiat dan selamat berkarya untuk Dewan Keuangan Keuskupan! (mrjo)  

Pelantikan Dewan Keuangan Keuskupan Read More »

Workshop FKPR: Fully and Truly Happy

Ngisonando – Dalam rangka bina lanjut dan pengembangan diri, team Bina lanjut FKPR (Forum Komunikasi Pemimpin Religius) Sumatera Bagian Selatan, mengadakan workshop di rumah kalwat Ngisonando. Workshop ini diadakan mulai Jumat (30/8), hingga Minggu (1/9). Pada tahun ini, workshop bina lanjut FKPR ini mengangkat tema tentang “Truly and Fully Happy”. Biarawan-biarawati yang hadir dalam workshop ini berasal dari beberapa tarekat yang ada di Propinsi Gerejawi Palembang (KA Palembang, K. Tanjungkarang, dan K. Pangkalpinang). Beberapa yang hadir antara lain dari kongregasi Bruder FIC, kongregasi Suster FCh, kongregasi suster FSGM, kongregasi suster SJD, kongregasi suster HK, kongregasi suster KKS, dan kongregasi imam-imam SCJ. 8 Sabda Bahagia Sebagai dasar permenungan, rm V. Teja Antara SCJ mengajak seluruh peserta untuk mendalami delapan sabda bahagia sebagai pondasi memahai tentang sukacita yang mendalam. Sumber utama kebagahagian itu adalah Allah sendiri. Yesus memberikan delapan sabda bahagia sebagai pengajaran kepada para rasul untuk menjadi orang yang terberkati. Orang yang berbahagia menjadi ukuran tentang orang yang terberkati, orang yang berbahagia. Itulah yang menjadi jalan kekudusan. Rm Teja juga mengajak peserta untuk memperdalam surat apostolik paus Fransiskus, G.audete et Exultate. Menurut rm Teja, paus Fransiskus mempu menafsirkan delapan sabda bahagia dengan sangat jelas dan sederhana dan mudah diterapkan dalam hidup harian. Kekudusan bukan perkara yang jauh dari hidup kita. Apa yang kita kerjakan dan alami setiap hari adalah yang menjadi cara kita menjadi kudus. Team Bina Lanjut FKPR Wokshop bina lanjut ini dilaksanan dengan metode kuliah, dialog, diskusi, sharing, refleksi dan dibarengi dengan gerak lagu sebagai animasi ice breaking. Hadir sebagai pembicara rm Teja Antara SCJ, Sr. M Levita FSGM, rm Yoh. Rasul Susanto SCJ. Team lain yang hadir yakni sr. Winanda HK, sr. Yulisa FCh. La Vita e Bella Malam hari pada hari pertama, seluruh peserta diajak untuk melihat dan merenungkan film klasik berjudul la Bella e Vita (The Beautiful of Life). Berdurasi lebih dari 120 menit, seluruh peserta diajak untuk melihat bahwa hidup yang indah itu bukan pertama-tama selalu yang menyenangkan. Moment-moment beratpun bisa menjadi sumber hidup yang membahagiakan. Dalam keadaan yang tidak ideal, kitapun diajak untuk menghadirkan suasana indah dan sukacita. Hidup yang indah bukan pertama-tama soal tidak adanya penderitaan. Hidup yang indah terjadi ketika setiap moment dihidupi dengan sukacita, membuat orang lain selalu memiliki harapan dan sukacita. Hari ke dua Sesi pertama hari kedua diisi dengan melihat dalam perspektif psikologis beberapa aspek hidup yang fully and truly happy. Sesi ini disampaikan oleh sr M. Levita FSGM. Dalam pemaparannya, sr Levita mengungkapkan beberapa hal yang bisa membuat hidup tidak integral, diantaranya adanya kecenderungan compulsive giving dan poor self image. Hidup dalam komunitas menjadi tidak seimbang ketika kedua kecenderungan ini menjadi dominan dalam setiap diri anggota komunitas. Apa yang dilakukan, meskipun terlihat baik dan kudus, pada akhirnya akan menjadi masalah baik bagi diri sendiri maupun sebagai komunitas. Misalnya ada anggota komunitas yang mempunyai kebutuhan untuk memberi. Barang-barang kecil dalam komunitas akan menjadi habis ketika ada anggota komunitas yang mempunyai kebutuhan ini. Hidup berkomunitas akan menjadi tidak seimbang. Dalam perkembangnnya, setiap manusia juga mempunyai kecenderungan co-dependency. Ini merupakan bentuk keterikatan yang bisa membuat seseorang tidak bisa lepas bebas dan meredeka. Ini menjadi bahaya ketika seorang biarawan-biarwati tidak menyadari kencederungan ini. Kelekatan itu bisa membuat tidak integrasinya diri sendiri, sehingga selalu mempunyai masalah dari masa muda hingga masa tua. Dalam rangka menyadari itu, sr Levita mengajak semua peserta untuk selalu sadar diri dimana letak kebahagiaan setiap pribadi. Setelah turun minum, seluruh peserta diajak untuk masuk dalam dinamika sharing dalam kelompok kecil. Tema utama bahan sharing ini tentang pengalaman sukacita dalam hidup. Ada banyak moment yang membuat kita sukacita, ada juga pemicu-pemicu yang membuat bahagia itu. Kitapun perlu untuk selalu mengusahakan menemukan cara-cara supaya saya tetap mampu bersukacita secara penuh. Sesi kedua hari ini diisi dengan how to be truly and fully happy person. Sesi ini dibawakan oleh rm Yoh. Rasul Susanto SCJ. Pertama-tama rm Santo mengajak semua peserta untuk mempunyai sudut pandang yang sama tentang kebahagiaan. Menurutnya, kebahagiaan itu bukan soal tidak adanya masalah dalam diri setiap orang, tetapi tentang kehadiran Allah. Enam point utama yang disampaikan adalah happiness is a choice; katakan tidak pada hal-hal negative; keep having positive relationship; bertekun dalam passion diri; merayakan small winning; meditasikan hal-hal positif. Menjadi sungguh bahagia dan mencapai kebahagiaan penuh pertama-tama soal pilihan. Saya mau bagiamana dan seperti apa tergantung dari pilihan-pilihan yang saya lakukan setiap saat. Mulai dari lagu, hobi, film, dan apapun yang kita piliha akan mempengaruhi perasaan kita. Menjadi bahagia berarti salah satu jalannya adalah memilih yang membuat suasana bahagia dan penuh harapan. Puncak tertinggi dari hidup membiara menurut rm Santo adalah self giving. Pemberian diri menjadi kekuatan utama untuk seorang religious mampu hidup secara penuh. Tidak mudah dan tidak pernah instan. Seluruh pilihan diri ikut menentukan arah itu. Dalam perjalanan hidup, menurut rm Santo, kita juga perlu untuk memberi ‘hadiah-hadiah’ kecil pada diri sendiri atas perjuangan-perjuangan yang pernah dilakukan. Memanfaatkan hobi juga bisa menjadi cara untuk menyeimbangkan diri. Namun demikian, hal-hal itu menjadi ‘selingan’ hidup yang membuat semakin penuh kebahagiaan diri, bukan yang menggantikan panggilan utama. Maka pesannya adalah jangan pernah menganggap tidak perlu untuk memuji diri sendiri, atau juga memberi hadiah untuk diri sendiri. Dalam segalanya, ‘Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera’ (1 kor 7:15). Delapan tanda bahagia Jiwa: memiliki sikap syukur dan sukacita Hati: merasakan kepercayaan memadai Budi: kreatif dan lebih focus pada sini kini Telinga: mampu dan mau mendengarkan Mulut: murah senyum, bicara positif dan memiliki nafsu makan yang baik Mata: bisa diajak tidur nyanyak Tangan: memiliki banyak sahabat yang bahagia Kaki: mempunyai semangat bekerja yang stabil Hari ke tiga Hari ke tiga workshop bina lanjut FKPR lebih banyak diisi untuk mengaktualisasikan truly and fully happy dalam masing-masing kelompok. Dibagi dalam lima kelompok, semua peserta diajak untuk membuat sebuah aksi yang menggambarkan sukacita dan kebahagiaan. Selain itu, setiap peserta diundang untuk membuat sebuah resolusi pribadi tentang menjadi pribadi yang sepenuhnya bersukacita. Ditulis dalam sebuah kartu, resolusi-resolusi pribadi itu dipersembakan dalam perayaan ekaristi yang merangkum seluruh rangkaian workshop ini. Pada akhirnya diharapkan bahwa apa saja yang didapatkan dalam pertemuan ini bisa dibawa pulang

Workshop FKPR: Fully and Truly Happy Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top