Berita Keuskupan

Fr. Nicolaus Heru Mengucapkan Janji Selibat

Fr. Nicolaus Heru Andrianto mengucapkan janji selibat di hadapan Admisnistrator Apostolik Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam Perayaan Ekaristi, di Kapel Rumah Uskup, Senin, 15 November 2021. Pengucapan janji selibat yang disaksikan para saudara-saudari ini ditayangkan secara live di kanal Youtube Komsos Tanjungkarang. Dalam homilinya, Bapa Uskup Yohanes Harun Yuwono mengatakan, menekuni panggilan imamat seperti orang yang membawa segelas air kopi dengan konsentrasi penuh. Tidak melihat sekeliling. Bahkan, ketika ada yang menarik dipandang mata. Kalau tidak konsentrasi penuh, air akan tumpah. Membahayakan orang lain. Begitu pula dengan menjalani panggilan. Konsentrasi penuh kepada Allah.  Tidak main-main. Agar sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Banyak yang takut menerima Sakramen Imamat. Karena ada janji selibat. Ada rasa kuatir, tidak dapat menghidupinya dengan baik. Kita ini manusia lemah. Yang dapat menarik dan tertarik pada pihak lain. Tetapi kekuatan kita ada pada Kristus yang memanggil. Maka, setiap hari kita harus pembaruan dan pemberian diri terus-menerus kepada Allah. *** M. Fransiska FSGM

Fr. Nicolaus Heru Mengucapkan Janji Selibat Read More »

HARI ORANG MISKIN SEDUNIA

Hari Orang Miskin Sedunia, 14 November 2021 “Berilah karena kamu telah menerima dengan berkelimpahan.” Kira kira begitulah kalimat yang saya pahami yang terdapat dalam salah satu naskah kitab suci. Apa yang kita terima sebagai yang berkelimpahan ? Pertama-tama bukanlah materi/finansial. Tetapi rahmat, berkat, melalui sakramen. Terutama Sakramen Ekaristi. Kekayaan Injil Tuhan kita Yesus Kristus, Roh Kudus yang dianugerahkan sebagai penolong hidup kita. Sakramen Ekaristi adalah sakramen belaskasih Allah yang merelakan dirinya mengalami sengsara, wafat, dimakamkan dan bangkit untuk kita. Sakramen Ekaristi lambang pemberian diri Kristus bagi kita umat-Nya. Melalui sakramen-sakramen yang kita terima, kita dimampukan untuk bertumbuh. Berbuah. Menjadi manusia dewasa secara rohani. Mampu. Berusaha melalui talenta yang dianugerahkan Allah untuk  berkarya dalam dunia dengan profesi masing-masing. Dengan berkarya dan berusaha membuahkan hasil untuk membantu setiap manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam kisah tentang talenta, salah satu orang yang Tuan beri kepercayaan, justru menyimpan talenta yang dipercayakan kepadanya. Dan ketika Tuannya pulang, ia mengembalikan talentanya itu kepada Tuannya dan menuduh tuannya kejam. Inilah mewakili kaum miskin, yang bukan hanya tidak mampu mengembangkan talenta tapi malah menuduh tuannya kejam. Orang miskin bukan hanya orang tak berkemampuan pertama-tama secara materi, tapi juga secara moral dan sosial. Mereka tidak mampu menolong dirinya sendiri. Semua umat Kristiani yang telah diberi anugerah secara melimpah dipanggil untuk membantu, menolong saudara-saudari kita yang ada bersama dan diantara kita yakni orang-orang miskin. Mereka membutuhkan uluran tangan. Sapaan kasih. Kita tidak dapat berdiam diri apalagi sekadar memberikan tuduhan bahwa mereka tidak mau berusaha. Keberadaan mereka menjadi bagi kita sebuah kesempatan /peluang untuk selalu mengingatkan kita bahwa Allah hadir di dunia yang merepresentasikan diri-Nya sebagai kaum papa dan miskin. Kita diberi kesempatan untuk melayani-Nya dalam diri orang-orang miskin lemah dan tak berdaya. Seperti sabda Kristus, “Kamu harus memberi mereka makan.” Bersamaan dengan peringatan hari orang miskin sedunia yang kita peringati pada tanggal 14 November 2021 ini, kiranya tepat kalau kita mengaitkannya dengan situasi dunia di mana pandemi Covid belumlah sepenuhnya hengkang dari dunia. Kita sudah dingatkan bahwa pandemi covid bukan satu-satunya yang  melanda dunia dan umat manusia, tapi kita sudah akan dihadapkan pula pada satu persoalan besar bahwa  tahun 2050  dunia akan dilanda gawat darurat iklim (climat emergency). Suhu memanas. Udara tak lagi ramah dengan kehidupan manusia. Kekeringan akan terjadi di mana-mana. Akan ada banyak orang berdiam diri di ruang ber AC. Tentu hal ini hanya berlaku bagi sebagian orang yang sangat beruntung. Air menjadi sesuatu yang berharga. Mahal sekali!  Siapa yang dapat membeli? Hanya orang yang hidup berkelimpahan, yang ia peroleh dari hasil bisnis besar yang barangkali justru berkait erat dengan terjadinya pemanasan global seperti pengerukan sumber daya alam, penebangan pohon  tanpa mengindahkan akibat yang di timbulkan hanya berpikir untuk keberlangsungan bisnis mengeruk untung sebesar-besarnya. Petani tak lagi bisa menggarap sepetak lahan karena kering-kerontang. Akibat dari pemanasan global ini lagi-lagi jumlah orang-orang miskin akan meningkat tajam. Sampah! Ya sampah, kalau kita jujur siapa penghasil sampah rumah tangga terbesar adalah orang kota dengan puluhan ribu ton sampah setiap hari. Dikumpulkan. Diangkut. Yang mengerjakan adalah orang-orang yang kurang beruntung. Mereka berpacu dengan bau. Sampah dari rumah tangga yang dikumpulkan menjadi tumpukan yang menggunung dibuang kemana? Jauh dari pemukiman penduduk cluster terpandang tapi dekat dengan rumah kumuh warga miskin. Merekalah pertama yang dikepung oleh bau menyengat. Dari tumpukan sampah terjadi proses kimia yang menghasilakan gas metana  salah satu sumber pemanasan global yang akan menghantui kehidupan seluruh umat manusia. Dan yang menjadi korban pertama adalah orang-orang miskin yang tidak punya pilihan bahkan untuk menolong diri mereka sendiri.. Saya menyerukan kepada kita semua tanpa membedakan suku, ras, agama, bangsa untuk bersama melakukan tindakan nyata saat ini. Sekarang kita tidak punya pilihan waktu.  Bersama-sama sebagai kelompok masyarakat, institusi, lembaga apa pun namanya kita harus mempelajari isu ini secara serius dan membuat langkah konkrit paling sederhana mengurangi beban tempat pembuangan sampah dengan seminim mungkin menggunakan bahan bahan sekali pakai, mengolah sampah organik yang ada di dapur rumah kita menjadi lebih bermanfaat seperti pembuatan Eco Enzyme yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Di atas semua tentu yang paling penting adalah bagaimana kita dapat mendorong dan mengawal kebijakan pemerintah dalam hal scenario penanggulangan untuk mengatasi krisis iklim, melalui kebijakan penanganan kebakaran hutan, deforestasi, restorasi hutan  mangrove, pemanfaatan  lahan-ruang hijau sebagai lahan-lahan pembangunan rumah mewah  yang merusak lingkungan demi kepentingan segelintir orang kaya yang dapat membeli fasilitas dan berkolusi dengan pemerintah. Takut. Cemas. Gelisah. Tk memperbaiki keadaan apalagi bersikap acuh tak acuh adalah bentuk sikap tidak peduli yang sangat menyakiti semesta dan manusia yang terdampak langsung oleh krisis iklim ini yakni orang-orang miskin di sekitar anda dan bahkan dunia. Kita dipanggil untuk melakukan tindakan nyata sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kita dengan segala kelimpahan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita masing-masing. Selamat memperingati Hari orang Miskin Sedunia. Sr. Vincen HK

HARI ORANG MISKIN SEDUNIA Read More »

HUT Radio Suara Wajar ke-49

Tak terasa Radio Suara Wajar (RSW) 96,8 FM menginjak usia ke-49. Mengudara. Menemani hari-hari para pendengar di Bumi Ruwai Jurai. Masa pandemi masih berlangsung. Meski begitu, sebagai ungkapan syukur, dibentuk tim kecil di bawah koordinator KOMSOS Keuskupan Tanjungkarang. Diadakan acara ‘kecil-kecilan’ di ruang studio. Disiarkan secara live di Kanal Youtube Komsos Keuskupan Tanjungkarang. Acaranya sederhana. Tersaji dengan menarik. Berupa Talkshow dan Live Musik dari Band Bla Bla Musik. Dua menu acara ini merangkai pesta Hari Ulang Tahun Radio Suara Wajar, Minggu, 25 Oktober 2021. Hadir sebagai narasumber talkshow adalah para penyiar handal Radio Suara Wajar. Yakni: Direktur RSW, Rm. Kornelius Anjarsi Pr. Penyiar Program Katekese Udara RSW, Frans de Sales Widodo. Penyiar Proram Campursari dan Keroncong / Langgam Jawa, Mas Loys (Mbah Gaul). A. Sherly Gofar, Penyiar Serasi dan Dunia Kerja Dunia Karir. Cucu Lukman, Host Program Pastoral Keluarga, Penyiar Program Harmoni Anak-anak, serta Program info dan lagu-lagu Mandarin. Rasa Memiliki Hari-hari karya pelayanan Radio Suara Wajar ini diwarnai suka dan duka. Para kru RSW berusaha memberikan yang terbaik bagi para pendengar. Berupa informasi, edukasi, dan hiburan berupa lagu-lagu lawas, keroncong, dan pop. Ada juga program penambah dan penguat iman Katolik. Seperti: Nuansa Iman, Katekese, Pastoral Keluarga, Dokumen Gereja, Pastoral Gereja dll. Yang tentunya didampingi seorang hirarki. Pastor. Suatu kegembiraan tersendiri. Banyak orang ikut terlibat di Radio Katolik yang satu ini. Semua karena rasa ‘memiliki’. Berbagai bentuk cinta  dipersembahkan. Entah itu waktu. Tenaga. Finansial. Yang tak pernah dihitung-hitung. Meski kelihatannya hanya sekedar main di RSW. Tetapi di balik itu, karena ada ikatan batin. Ada rasa sayang dan kasih pada Radio Suara Wajar ini. Tantangan Zaman yang semakin canggih menuntut media radio ini untuk terus bebenah diri. Menyesuaikan zaman di era digital. Membutuhkan orang-orang yang sungguh memahami dunia komunikasi khususnya di bidang broadcasting. Selain itu, finansial yang tentunya untuk pengembangan di sana-sini dan biaya operasional. Akankah karya pelayanan media Radio Suara Wajar akan tetap eksis? Menjadi sebuah pertanyaan refleksi. Butuh aksi. Syukurlah sampai saat ini RSW memiliki para penyiar yang handal. Setia. Yang masing-masing memiliki suara dan gaya yang khas saat menyapa para pendengarnya. Itu yang membuat rindu para pendengar. Selain itu, sajian program-program unggulan RSW, menjadi rajutan relasi yang baik dengan masyarakat. Seperti: Program pendidikan, Budaya Lampung, Serasi, Campur Sari dan Langgam Jawa. Sejuta harapan Di usia yang ke-49 ini RSW memiliki sejuta doa dan harapan ke depan. Meraih mimpi untuk tetap eksis mengudara. Ingin selalu ada di hati para pendengar. Memberi informasi yang cepat. Akurat. Terpercaya. Dan, menjadikan bangsa yang cerdas bagi Gereja dan masyarakat. Selamat Ulang Tahun Radio Suara Wajar. Selamat berkarya mewartakan kasih Allah bagi dunia. Tetaplah mengudara. Pecintamu akan selalu merindu. Satu Suara, Berjuta Telinga!. ***  Fransiska FSGM

HUT Radio Suara Wajar ke-49 Read More »

WKRI Tanjungkarang Kunjungi Pelita Kasih

Seorang ibu WKRI mengaku kalau beberapa hari yang lalu hatinya selalu terusik. Tidak tenang. Suara hatinya mendorongnya untuk berbagi kasih dengan anak-anak berkebutuhan khusus di Yayasan Pelita Kasih, Bandar Lampung. Keinginan kuat itu disambut baik oleh Cicilia Tresnaningsih, Humas WKRI. Segera Tresnaningsih menghubungi salah satu Suster ALMA di Yayasan Pelita Kasih itu. Tresnaningsih menyampaikan kalau Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang akan berkunjung sebagai wujud kasih dan peduli bagi anak-anak berkebutuhan khusus di yayasan itu. Selain itu, ambil bagian dalam karya sosial Keuskupan Tanjungkarang. Kepada Suster ALMA tersebut, Tresnaningsih menanyakan kebutuhan apa yang sangat mendesak. “Kami akan menyiapkan dan menghantar,” kata Tresnaningsih.   Tali kasih Dengan semboyan dari Ibu untuk Indonesia di masa pandemi ini, WKRI berkunjung ke Yayasan Pelita Kasih, Rabu, 9 September 2021. Bersama Rm. H. Indro Pandego  Pr, Rm. Antonius Suhermanto Pr, dan Rm. Dista Kristianto Pr. Tali kasih itu berupa: alat tulis sekolah, masker kain (hasil jahitan para ibu), masker medis, handuk, hand sanitizer, dan Eco Enzyme cairan sejuta manfaat dibuat oleh para ibu Wanita Katolik RI Tanjungkarang. Selain itu, sedikit dana untuk biaya operasionil.   Tetap eksis Tentu saja kedatangan WKRI DPC Tanjungkarang ini disambut gembira oleh Sr. Linde ALMA. Menurut Sr. Linde, sejak pandemi Covid19, siswanya berkurang 9 anak. Dari 50 siswa. Turun menjadi 41 siswa. Dengan alasan, cuti. Undur diri karena pandemi. Masalah ekonomi. Namun, apa pun yang terjadi, kesulitan dan tantangan, tetap membuat hati Sr. Linde bahagia untuk terus dan terus melayani. “Cinta dan dukungan dari umat di Keuskupan Tanjungkarang, luar biasa! Ini yang membuat Yayasan Pelita Kasih tetap eksis melayani anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkap Sr. Linde ALMA Menuju Pasar Di akhir kunjungan itu, Rm. Indro Pandego mengatakan kalau kunjungan ini tidak hanya sekedar perwujudan semangat sosial. Tetapi menjadi pengalaman iman. Dari semangat altar menuju pasar. Menjadi garam dan terang dunia. Acara tali kasih ini ditutup berkat oleh Rm. Antonius Suhermanto Pr. Lalu rombongan dipersilakan mengunjungi ke ruang-ruang kelas terapi.***  M. Fransiska FSGM  

WKRI Tanjungkarang Kunjungi Pelita Kasih Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top