Seorang ibu WKRI mengaku kalau beberapa hari yang lalu hatinya selalu terusik. Tidak tenang. Suara hatinya mendorongnya untuk berbagi kasih dengan anak-anak berkebutuhan khusus di Yayasan Pelita Kasih, Bandar Lampung.

Keinginan kuat itu disambut baik oleh Cicilia Tresnaningsih, Humas WKRI. Segera Tresnaningsih menghubungi salah satu Suster ALMA di Yayasan Pelita Kasih itu.

Tresnaningsih menyampaikan kalau Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Tanjungkarang akan berkunjung sebagai wujud kasih dan peduli bagi anak-anak berkebutuhan khusus di yayasan itu. Selain itu, ambil bagian dalam karya sosial Keuskupan Tanjungkarang.

Kepada Suster ALMA tersebut, Tresnaningsih menanyakan kebutuhan apa yang sangat mendesak. “Kami akan menyiapkan dan menghantar,” kata Tresnaningsih.

 

Tali kasih

Dengan semboyan dari Ibu untuk Indonesia di masa pandemi ini, WKRI berkunjung ke Yayasan Pelita Kasih, Rabu, 9 September 2021. Bersama Rm. H. Indro Pandego  Pr, Rm. Antonius Suhermanto Pr, dan Rm. Dista Kristianto Pr.

Tali kasih itu berupa: alat tulis sekolah, masker kain (hasil jahitan para ibu), masker medis, handuk, hand sanitizer, dan Eco Enzyme cairan sejuta manfaat dibuat oleh para ibu Wanita Katolik RI Tanjungkarang. Selain itu, sedikit dana untuk biaya operasionil.

 

Tetap eksis

Tentu saja kedatangan WKRI DPC Tanjungkarang ini disambut gembira oleh Sr. Linde ALMA. Menurut Sr. Linde, sejak pandemi Covid19, siswanya berkurang 9 anak. Dari 50 siswa. Turun menjadi 41 siswa. Dengan alasan, cuti. Undur diri karena pandemi. Masalah ekonomi.

Namun, apa pun yang terjadi, kesulitan dan tantangan, tetap membuat hati Sr. Linde bahagia untuk terus dan terus melayani. “Cinta dan dukungan dari umat di Keuskupan Tanjungkarang, luar biasa! Ini yang membuat Yayasan Pelita Kasih tetap eksis melayani anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkap Sr. Linde ALMA

Menuju Pasar

Di akhir kunjungan itu, Rm. Indro Pandego mengatakan kalau kunjungan ini tidak hanya sekedar perwujudan semangat sosial. Tetapi menjadi pengalaman iman. Dari semangat altar menuju pasar. Menjadi garam dan terang dunia.

Acara tali kasih ini ditutup berkat oleh Rm. Antonius Suhermanto Pr. Lalu rombongan dipersilakan mengunjungi ke ruang-ruang kelas terapi.***

 M. Fransiska FSGM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *