Berita Keuskupan

Si Pekerja Kebun Karet Asal Paroki Bakauheni

Romo Fransiskus Supomo Pr (54), akrab disapa Romo Frans. Sejak 1 tahun lalu, ditugaskan di Paroki Bakauheni St. Kristoforus. Sebelumnya, ia bertugas di Paroki Sribawono, Lampung Timur “Jadi kebun karet ini baru mulai disadap” tutur Romo Frans sembari memperlihatkan kebun karet yang cukup rimbun seluas 17 hektar yang dipercayakan kepadanya. Rm. Frans, diminta untuk mengurusi serta mengontrol kebun karet tersebut. Ia mulai bekerja di kebun karet itu mulai pukul 04.00 pagi sampai 11.00 siang, Sorenya, ia berkegiatan pastoral. Kebun karet ini juga tidak hanya milik Keuskupan saja, melainkan dari beberapa kongregasi antara lain seperti Susteran HK, Susteran FSGM, serta Susteran CB yang dimana ia juga diminta untuk membantu mengontrol. Pada walnya, kebun karet ini digarap oleh masyarakat sekitar, tetapi sempat berjalan tidak lancar. Sehingga diambil alih lagi oleh Keuskupan dengan Romo Frans sebagai penanggungjawab. Tujuan digarapnya kebun karet ini untuk membantu Paroki serta Keuskupan. *** Yohana Agustin Krisanti  

Si Pekerja Kebun Karet Asal Paroki Bakauheni Read More »

Lilin Harapan Puncak Temu Akbar Suka Prigiskali 2022

Purwodadi, 3 Juli 2022 digelar acara penutupan Temu Akbar (Tebar) OMK Sukaprigiskali (Sukoharjo, Pringsewu, Gisting, Kalirejo) Keuskupan Tanjungkarang. Acara ini di Dusun Dadirejo, Kelurahan Waringinsari Timur, Kecamatan Adi Luwih. Unit pastoral Sukoharjo, Pringsewu, tepatnya di lapangan pekon Waringinsari Timur. Dalam kegiatan ini, Sabtu 2 Juli 2022, sekitar Pukul 00.00 WIB lilin dinyalakan dan dibawa oleh peserta sebagai simbol harapan para OMK di malam puncak dari keseluruhan acara TEBAR 2022. Wakil Kementerian Agama, Bapak H.Ahmad Rifa’I mengatakan, sangat mendukung serta mengapresiasi kegiatan Temu OMK Suka Prigiskali yang merupakan wadah pembinaan kaum muda. “Ini adalah wadah untuk kaum muda berkreasi, tidak hanya Orang Muda Katolik saja, tetapi semua orang muda. Orang muda harus mempunyai jiwa yang menyala, bangkit serta bisa menjadi garda terdepan.” ujarnya. Ia menambahkan, OMK merupakan generasi penerus masa depan gereja dan bangsa. Maka perlu dibina dan diarahkan agar imannya semakin teguh. Ia berharap, agar semua OMK yang mengikuti kegiatan ini dapat mendalami tema yang ditentukan. “OMK Bangkit, Berjalan, Kembalikan Semangat mu,”. “Tema Tebar kali ini sangat bagus mengangkat era milenial semangat yang sangat membara”, ujarnya. Sementara di lokasi terpisah, Pendamping OMK Suka Prigiskali Rm. Yohanes Sulatin Pr, mengatakan kegiatan ini akan menjadi awal bagi para OMK untuk bangkit dan bertumbuh dalam iman melakui kegiatan Tebar 2022. “Kegiatan ini sudah tertunda dan baru terlaksana sekarang. Ini akan menjadi ajang bagi OMK untuk bangkit dan memulai kembali serta memupuk iman mereka. Semoga segala harapan dan doa mereka semua menjadi pondasi untuk terus berubah dan berbuah dalam iman kristiani” ungkapnya. Puncak dari acara Tebar diadakan penampilan pentas seni (Pensi), mulai dari penampilan OMK Sukaprigiskali (Sukoharjo, Pringsewu, Gisting, Kalirejo), elemen agama lain dan pemuda-pemudi lainnya yang ikut tampil serta ikut memeriahkan acara tersebut. Adapun penampilan pentas seni dari BIA-BIR, SMA Xaverius, OMK Kalirejo, Pemuda Kerasulan Baru, Pemuda Budis, Pradah Hindu, Kristen Protestan, Suster FSGM. Ketua tari dari Agama Hindu mengatakan sangat bangga dan sangat mengapresiasi dengan adanya acara Temu Akbar Orang Muda Katolik karena semua agama termasuk Hindu diberikan tempat untuk menampilkan bakat serta seni yang di miliki, bisa dilihat oleh ribuan OMK mau pun masyarakat setempat. Acara tersebut merupakan bentuk agar masyarakat saling merangkul dan rukun antar umat beragama.   Kegiatan di hari kedua ditutup dengan acara doa bersama, menyalakan lilin sebagai bentuk pengharapan dan ucapan syukur Orang Muda Katolik atas adanya acara Tebar. Dilanjutkan menyalakan api unggun. Peserta membentuk lingkaran membuat lingkaran dan membuang lilin tersebut ke dalam api unggun. Hari ketiga, 3 Juli 2022. Diadakan kerja bakti, sebagai bentuk pertanggungjawaban serta kepedulian para OMK Sukaprigiskali terhadap lingkungan sekitar. Kerja bakti dilakukan di beberapa lokasi, mulai dari Vihara, Pure, Gereja GKSBS, Gereja Kerasulan Baru, Balai Desa, Pasar, Puskesmas, Puskes Wan, SD dan sepanjang jalan menuju lokasi perkemahan Tebar. Acara ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yohanes Sulatin Pr.   Kegembiraan serta sukacita terpancar dari raut wajah OMK Sukaprigiskali. Acara ini suatu bentuk rasa syukur atas nikmat yang luar biasa Tuhan berikan agar Orang Muda Katolik bisa berkumpul bersama, berdinamika bersama. Kegiatan Temu Akbar ini sekaligus menjawab kerinduan akan Orang Muda Katolik untuk berdinamika bersama. *** Melin/ Andre

Lilin Harapan Puncak Temu Akbar Suka Prigiskali 2022 Read More »

Bujang Gadis Mesuji 2022

Ini adalah Acara Bujang Gadis Mesuji 2022.   Hari pertama, tanggal 27 Juni 2022 bertempat di Taman keanekaragaman Hayati, Mekar sari. Acara di mulai dengan sambutan panitia. Dihadiri oleh penyelenggara bujang gadis. Penilaian meliputi: wawancara, tes tertulis, dan unjuk kebolehan di depan para peserta. Hari kedua, 28 Juni 2002. Para peserta memakai kaos yang sudah diberikan oleh panitia agar bisa mengikuti kegiatan selanjutnya. Mereka berkumpul di Taman Keanekaragaman Hayati. Lalu bersama- sama naik bis yang sudah dipersiapkan menuju Wiralaga. Di Wiralaga para peserta diberi wawasan lebih luas mengenai asal mula Mesuji, sungai Mesuji, berziarah ke makam pendiri Mesuji dan berkunjung ke rumah tua yang sudah ada sejak dahulu.  Selama kegiatan tiga hari ini peserta wajib menggenakan nomor yang sudah dibagi Hari terakhir, 29 Juni 2022. Para peserta diberi arahan untuk gladi guna acara malamnya. Mereka wajib memakai baju adat Lampung/Mesuji. Semua peserta menari. Setelah itu mereka mulai memperkenalkan diri kepada para tamu dan penonton. Masuk dalam babak seleksi, diambil 14 bujang gadis kebupaten Mesuji Babak penyisihan selanjutnya adalah pidato mengenai pariwisata di Kabupaten Mesuji, dan yang akan lolos adalah 6 orang pemilihan bujang gadis kabupaten Mesuji Babak penyisihan sekaligus final, masing-masing perserta akan maju dan memilih pertanyaan, yang akan dibacakan oleh juri dan diberi waktu 1 menit untuk menjawab pertanyaan tersebut. BEATRIX TEANA VANDA HAPSARI (19) Hari pertama. Beatrik, biasa dipanggil Kak Be,  mendapat name tag nomor 005. Selama sesi wawancara dan tertulis tidak ada kendala. Pada sesi unjuk kebolehan kak be menunjukkan bakatnya melalui bermain gitar sekaligus mengcover lagu imagination dan juga menunjukkan bakatnya melalui catwalk di depan para peserta dan disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Hari kedua saat di Wiralaga. Kak be diberi wawasan mengenai sejarah Mesuji bersama dengan peserta lainnya dan berziarah ke makam pendiri Mesuji. Pada malam puncak kak be menggunakan baju khas Mesuji. Kak be memperkenalkan diri sebagai perwakilan dari kecamatan tanjung raya, dan lolos 7 besar. Beatrix berhasil masuk ke 7 besar dan melakukan pidato mengenai potensi Mesuji di bidang pariwisata menggunakan Bahasa inggris dan berhasil menyisihkan perserta lainnya dan masuk ke 3 besar. Lalu pada sesi berikutnya adalah menjawab pertanyaan dan Beatrix mendapatkan pertanyaan dari dewan juri : arti dari Bumi Ragab Begawe Caram, dan Beatrix berhasil menjawab pertanyaan dari dewan juri dengan baik dan jelas. Saat tiba pengumuman juara I bujang gadis 2022, Beatrix berhasil lolos sebagai juara 1 pemilihan bujang gadis kabupaten Mesuji 2022 *** Setiyanto

Bujang Gadis Mesuji 2022 Read More »

KOMSOS TANJUNGKARANG DAMPINGI ORANG MUDA LINGKUNGAN CB

Batuputuk, 19 Juni 2022. Bertempat di Villa Bukit Tentrem Batu Putuk,  Lingkungan St. Carolus Borromeus (CB), paroki St. Yohanes Rasul Kedaton, keuskupan Tanjungkarang menjawab kerinduan perjumpaan para warga secara tatap muka dengan menggelar kegiatan rekoleksi. Acara ini dibimbing oleh Ketua Komsos Keuskupan Tanjungkarang, Romo Alexander Pambudi SCJ. Villa Bukit Tentrem milik keluarga Pak Okta ini sangat istimewa. Bangunan elegan dua lantai berbahan kayu sungguh membuat decak kagum para pengunjung. Pemandangan di teras dengan meja kayu tebal, di sekitarnya tempat duduk berjajar terbuat dari kayu utuh yang cantik dan gazebo yang unik. View dengan pemandangan hijau hutan, melihat pusat kota Bandarlampung, dan hamparan laut di pantai Telukbetung. Udara sejuk dan segar karena lahan seluas 18 ha itu ditanami banyak tanaman kayu dan aneka buah dengan penataan yang artistik. Tawaran baik keluarga Bapak Okta dan putra sulungnya, Ko Krisna memperbolehkan menggunakan villa ini untuk pendampingan kaum muda. Dan ditangkap baik oleh warga Lingkungan CB. Tak hanya itu, pemilik usaha Ratu Catering ini juga menyuport kegiatan dengan menyediakan makan siang yang istimewa. Ko Krisna dalam syeringnya mengungkapkan keterbukaan keluarganya untuk menyediakan Villa Bukit Tentrem ini bagi pendampingan orang muda. Dia merasa bahagia dengan hadirnya warga Lingkungan CB yang peduli pada pendampingan kaum muda. Tak henti berdecak ungkapan keharuan melihat anak-anak kecil berlarian di alam bebas menikmati hangatnya matahari, bergandengan tangan penuh tawa, dan celoteh spontan saat melihat sesuatu yang baru. Ko Krisna berharap, semakin banyak kaum muda CB yang aktif, dapat terlibat di EKM  untuk belajar dan berdinamika bersama sebagai modal untuk  masa depan hidup bermasyarakat. Dampak pandemi Covid-19 dengan perubahan adab baru, terutama berkaitan dengan penggunaan gadget sebagai solusi, menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Meskipun banyak sisi positif dengan lahirnya kreativitas dan inovasi  berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Di sisi lain ketergantungan pada gadget untuk hal-hal yang kontra produktif adalah ancaman yang menakutkan bagi generasi muda milenial.  Dalam proses pendampingan anak-anak, tergali adanya masalah yang dirasakan anak-anak terkait komunikasi keluarga yang terkendala dan menjadi penghalang untuk tumbuh kembang kepribadian anak-anak. Anak semakin individualis, berteman gadget, abai akan keberadaan orang lain di sekitarnya, bahkan mengarah ke perilaku antisosial. Kegiatan ini bertema, “MEMBANGUN KOMUNIKASI SOSIAL YANG POSITIF DAN PRODUKTIF UNTUK GENERASI  MILENIAL  LINGKUNGAN ST. CAROLUS BORROMEUS“ yang awalnya diperuntukkan bagi  kelompok BIR dan OMK saja, akhirnya berkembang untuk BIA dan orang tua. Bersyukur dapat menggandeng Romo Alex dan Tim Komsos untuk membantu menjawab persoalan krusial tersebut dengan cara dan pendekatan yang menarik. Sebanyak 117 orang, terdiri 32 BIA, 24 BIR, 8 TIM , dan 53 orang tua dengan kostum kaos biru membuat suasana makin seru. Komitmen mendukung gerakan Laudatosi, tanpa plastik, membawa minum dalam tumbler, dan tanpa HP selama kegiatan diikuti dengan baik.  Gerak dan lagu dalam dinamika kelompok yang dipandu Tim Komsos dan Romo Alex dapat mencairkan suasana. Aneka tepuk dan yell CB mewarnai sepanjang kegiatan. Romo Alex dalam materinya mengajak peserta untuk mencermati dan melaksanakan pesan Bapa Paus untuk belajar mendengarkan dengan hati. Membuka hati untuk berkomunikasi baik di dalam keluarga mau pun di masyarakat. Terkait penggunaan gadget, Romo Alex memberikan fakta-fakta yang ditemui dalam masyarakat, bagaimana HP menjadi sekat lebar dalam hubungan antar anggota keluarga. Maka diharapkan ada sebuah gerakan nyata dari warga lingkungan CB  untuk menyikapinya. Melalui diskusi dari masing-masing katagori menjawab 3 persoalan : Apa yang dimaksud komunikasi positif dan produktif, rencana ke depan untuk mewujudkanya, dan langkah konkret yang akan di tempuh di lingkungan CB. Diskusi yang seru menghasilkan ragam pemikiran yang berharga untuk ditindaklanjuti. Semua pemikiran dan harapan warga lingkungan CB disatukan dalam misa syukur hari raya  Tubuh dan Darah Kristus. Romo Alex dalam khotbahnya mengingatkan beberapa hal penting antara lain bahwa mujizat Yesus menggandakan 5 roti dan 2 ikan  yang diberikan oleh seorang anak kecil  adalah  ajakan untuk rela berbagi kepada orang lain. Untuk menghayati pemahaman tentang Tubuh dan Darah Kristus, Romo mengajak umat untuk lebih sering mengikuti Ekaristi, dan menerima komuni suci. Setelah santap siang acara dilanjutkan dengan SiKrap, siang keakraban yang heboh dengan tampilan karya kreatif dari semua kelompok. BIA dengan gerak lagu yang rancak, BIR dengan vocal grup lagu rohani. Panggung kreativitas nyaris runtuh saat kelompok Bapak ambyar dengan lagu campur sari, dilanjutkan kelompok ibu dengan tarian eksotis. Semua gembira dan bersuka cita. Komunikasi antar warga terjalin akrab. Kerinduan yang terpendam selama dua tahun pandemi terbayar sudah. Selanjutnya Lingkungan CB akan berbenah kembali dengan ragam harapan menyelamatkan generasi milenial untuk bisa berkomunikasi yang positif dan produktif melalui gerakan bersama sungguh  nyata, dimulai dari dalam keluarga. Fransisca Setyatun / warga lingkungan St. Carolus Borromeus  

KOMSOS TANJUNGKARANG DAMPINGI ORANG MUDA LINGKUNGAN CB Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top