PERAYAAN Ekaristi dalam rangka Hari Komunikasi Sedunia pada Minggu, 2/6, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) ke-6 di Keuskupan Agung Makassar. Uskup Agung Makassar Mgr. John Liku Ada’ memimpin perayaan, yang dirayakan secara konselebrasi itu di Gereja Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale bersama Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Romo Kamilus Pantus dan puluhan imam konselebran dari Keuskupan Agung Makassar dan utusan keuskupan-keuskupan lain.

Dalam sambutannya, Romo Kamilus menilai bahwa tingkat partisipasi umat di Makassar dan Tana Toraja, serta keuskupan-keuskupan di Indonesia pada PKSN ke-6 kali ini sebagai yang terbaik. Dibanding dengan perayaan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah utusan dari keuskupan-keuskupan se-Indonesia di Makassar merupakan yang terbanyak. Demikian juga keterlibatan umat setempat, mulai dari anak-anak, orang muda, keluarga, pemerintah, dan utusan paroki atau kevikepan atau lembaga lain, merupakan yang terbanyak.

Selain kehadiran peserta, imam Diosesan Weetebula itu menilai PKSN ke-6 di Keuskupan Agung Makassar ini sungguh istimewa karena terlaksana atas kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, mulai dari tingkat Konferensi Waligereja hingga panitia lokal.

Ia menyebut satu per satu kegiatan yang telah terlaksana, mulai dari Kota Makassar hingga di Makale, Tana Toraja, berikut pihak-pihak selain tim Komisi Komsos KWI yang dilibatkan; di antaranya kehadiran Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Anton Subianto Bunjamin, OSC; Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Keluarga KWI, Romo Heribertus Hartono, MSF;; hingga Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Eusabius Binsasi dan Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, R. Niken Widiastuti.

Sementara itu, di tingkat Keuskupan Agung Makassar, keterlibatan berbagai pihak terlihat jelas pada setiap kegiatan, baik para imam, agen pastoral awam hingga pemerintah setempat, termasuk Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae; Sekda Tana Toraja, Samuel Tande Bura; beberapa kepala dinas Pemkab Tana Toraja dan anggota DPRD Tana Toraja.

“PKSN ke-6 di Keuskupan Agung Makassar telah berjalan seperti yang maksud dan tujuan yang diharapkan. Dan, ini yang terbaik,” kata Romo Kamilus disambut riuh tepuk tangan umat di Gereja Paroki Makale pada akhir Misa. Ia juga sempat memperkenalkan satu per satu anggota Badan Pengurus Komisi Komsos KWI, utusan-utusan Komsos per Regio Gerejani, dan tim kerja Komsos KWI kepada umat. Dengan mengetuk mic tiga kali, Romo Kamilus pun menutup PKSN ke-6 di akhir Misa.

Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka PKSN ke-6 sejak 26 Mei hingga 2 Juni 2019 di Kota Makassar dan Tana Toraja. Di Makassar, rangkaian kegiatan dibuka oleh Mgr. Anton Bunjamin dalam perayaan Ekaristi di Gereja Katedral, Minggu, 26/5. Esok harinya, Senin, 27/5, diadakan seminar nasional dengan tema “Memperkokoh NKRI melalui Media Digital” berkat kerja sama antara KWI dengan Kemenkominfo RI.

Hari ketiga PKSN di Makassar diisi dengan aneka kegiatan bagi keluarga, yaitu lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak, lomba debat bagi remaja setingkat SMA, dan rekoleksi bagi pasangan suami istri (pasutri). Rekoleksi bagi pasutri menghadirkan narasumber yang sudah viral di Youtube, Romo C. Eko Wahyu D.S., OSC dan Romo Heribertus Hartono, MSF.

Dari Makassar, rombongan yang terdiri dari tim Komisi Komsos KWI dan utusan dari keuskupan-keuskupan di Indonesia berangkat ke Tana Toraja untuk melanjutkan kegiatan PKSN, Rabu, 29/5. Mereka disambut secara meriah oleh Vikep Tana Toraja, Romo Natanael Runtung, para imam Keuskupan Agung Makassar, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, dan umat setempat.

Kegiatan selama empat hari di Kevikepan Toraja dilaksanakan di Paroki Makale. Usai perayaan Ekaristi Kenaikan Tuhan Yesus Kristus pada Kamis, 30/5, tim Komisi Komsos KWI mengadakan workshop menulis kreatif dan audio visual yang dilaksanakan secara paralel selama dua hari. Setiap sesi workshop diikuti sekitar 100-an peserta yang berasal dari utusan paroki-paroki di dua kevikepan, yaitu Toraja dan Luwu.

Bersamaan dengan peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Sabtu, 1/6, diadakan seminar Literasi Media bagi kaum muda di Aula Tammuan Mali, Makale dan pagelaran seni budaya di halaman Gereja Paroki Makale. Akhirnya, rangkaian kegiatan sepekan itu ditutup dengan Perayaan Minggu Komunikasi Sedunia ke-53 di Gereja Paroki Makale.

“Dari beberapa kali mengikuti PKSN bersama Komisi Komsos KWI, kegiatan PKSN kali ini menurut saya paling meriah dan berkesan. Tentu hal ini karena keterlibatan dan kerja sama yang baik antara KWI dan panitia lokal,” kesan Joseph Fransiscus Xaverius Kevin Sanly Putera, salah seorang tim Komsos KWI seusai upacara penutupan PKSN, Senin, 3/2. (Erick Ratu/RBE)

disadur dari: mirifica.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *