St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Bacaan: Lukas 9:46-50

Siapa yang terbesar di antara para murid

9:46 Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. 9:47 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, 9:48 dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”

Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan

9:49 Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” 9:50 Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

 

Renungan

Hari ini Gereja memperingati St. Hieronimus. Dia adalah penerjemah Kitab Suci ke dalam bahasa Latin, yang disebut dengan Vulgata (popular). Sampai sekarang Gereja tetap memakai terjemahan st Hieronimus ini. Dengan menterjemahkan, ia mengajak semua orang untuk mengenal dan dekat dengan Kitab Suci. Kitab Suci berisi sabda-sabda Tuhan. Maka dengan mengenal dan dekat dengan Kitab Suci, kita diharapkan juga semakin dekat dengan Tuhan.

Mendengarkan sabda-Nya hari ini juga menjadi usaha bagi kita untuk semakin dekat dengan-Nya. Seorang anak kecil menjadi contoh yang diberikan oleh Yesus kepada para murid sebagai gambaran bagaimana mereka menerima Dia. Yesus menampilkan itu sebagai reaksi atas sikap para murid yang bertengkar karena berebut siapa yang terbesar diantara mereka. Menjadi terbesar, terkemuka, dan yang utama menjadi impian dari para murid. Tetapi ternyata apa yang mereka pikirkan tidak sejalan dengan apa yang diajarkan Sang Guru.

Bukan soal tinggi atau rendahnya kedudukan seseorang yang membuatnya besar. Bagi Yesus dan para murid-Nya, yang terbesar adalah justru yang berani melayani, tidak dikenal namun karyanya nyata, tidak mempunyai kedudukan tetapi tulus tindakannya, tidak mempunyai jabatan tetapi rela berkorban.

Pertanyaanya, sabda Tuhan hari ini mengubah apa dalam hidupku?

Doa: Ya Tuhan, semoga sabda-Mu membawa daya perubahan untuk hidup dan imanku. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *