Pemberkatan Rumah Cendana

Pemberkatan Rumah Cendana
Bagikan:

Salah satu wasiat dari mendiang Mgr. Andreas Henrisoenta adalah membeli rumah di belakang tempat kediaman Uskup. Letak rumah itu di Jalan Cendana No 25, Rawa Laut, Pahoman, Bandarlampung.

Setelah melalui proses panjang selama dua tahun, kini rumah itu diberkati oleh Uskup Agung Palembang sekaligus Uskup Administrator Keuskupan Sufragan Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Jumat, 29 April 2022.

Sambil jalan

“Kamu belilah rumah belakang itu karena sudah ditawarkan kepada saya. Kalau perlu saya bisa menjadi pengantara. Sebab yang punya rumah itu, anak-anaknya murid saya,“ begitu Mgr. Yuwono menirukan kata-kata mendiang Mgr. Henrisoesanta.

Oleh Mgr. Yuwono, wasiat itu dibawa ke rapat kuria dan sudah beberapa kali dirapatkan. Yang jadi pemikiran mereka, adalah fungsinya untuk apa meski itu adalah wasiat dari Mgr. Henrisoesanta.

Lalu,kami berpikir pastilah nanti ada fungsinya dengan sambil jalan. Lalu kami memutuskan untuk membelinya.

Itu yang dikatakan Mgr. Yuwono saat Ibadat Pemberkatan rumah yang baru itu.

Setelah Keuskupan membeli, berkat uluran kasih dari banyak orang, rumah itu dibersihkan, diperindah, dimodifikasi, dan dipercantik.

Rumah baru ini milik keluarga Asri Tjikman. Pertemuan perdana diwakili oleh Benyamin, Helmi, Faruki pada tanggal 17 April 2022 pukul 14.00

Menimba kekuatan

Rumah kediaman siapa pun, diistilahkan dengan papan. Tempat mapan. Tempat orang bisa menimba kesegaran. Rumah kediaman, tempat orang merasa krasan, leyeh-leyeh, santai, tempat damai.

Jika sungguh ada kedamaian, maka Kristuslah yang meraja di rumah itu. Ketika Kristus dijadikan raja, maka sungguh damailah rumah itu. Iman mewarnai rumah itu.

Rumah yang damai, menjadi tempat menimba kesegaran. Di mana para anggota keluar untuk mencari uang, berbagi berkat bagi orang lain, lalu kembali ke rumah menimba kekuatan kembali, kata Uskup dalam Ibadat Pemberkatan itu.

Rumah bersama

Tak ada kata yang dapat diucapkan, selain ucapan terimakasih dan syukur tak terhingga. Berkat bantuan saudara-saudari, kesulitan demi kesulitan teratasi. Bahkan, rumah ini akhirnya menjadi indah dan cantik. Bunyi air gemericik, menandakan kesejukan dan dekat dengan Sang Pencipta.“Umatlah yang telah menjadikan rumah kediaman ini,” ujar Mgr. Yuwono.

Maka Bapa Uskup Yuwono meminta agar rumah ini harus terbuka bagi siapa pun, untuk sekedar duduk-duduk, bercakap-cakap tentang apa saja dengan berbagai kepentingan. “Rumah ini adalah rumah kita bersama,” kata Uskup.

Gazebo

Rumah ini terdiri dari empat kamar. Masing-masing kamar ada kamar mandi. Di tengah rumah itu ada gazebo yang dikelilingi kolam ikan. Ruang ini ruang terbuka, yang bisa dijadikan tempat berkumpul dalam suasana santai dan keakraban. Ada satu ruang di rumah Cendana ini yang akan digunakan menjadi ruang Ekonomat Keuskupan.

Untuk sementara rumah cendana ini menjadi tempat tinggal para romo Katedral, Tanjungkarang. Ini dikarenakan karena Gereja Katedral beserta pastoran, tempat tinggal para romo, masih dalam proses pembangunan.

Ibadat Pemberkatan ini dihadiri oleh para romo, suster, donatur, dan KBG Kemuning. Kelompok musik anak-anak muda, menambah semaraknya suasana syukur ini. Mereka adalah Orang Muda Lintas Paroki yang membantu pelayanan di Komsos Keuskupan Tanjungkarang, di bawah bimbingan Rm. Alexander Pambudi SCJ. ***

Sr. M. Fransiska FSGM

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Radio Suara Wajar (RSW)