TULANG BAWANG – Puncak Sumatran Youth Day 2020 semakin lama semakin mendekat. Gemanya juga semakin didengar oleh banyak Orang Muda Katolik (OMK). OMK Keuskupan Tanjungkarang mendapat anugerah untuk menyambut SYD 2020 sejak 12 Februari yang lalu dimulai dari paroki Hati Kudus Yesus, Metro. Sejak saat itu, kirab Salib SYD dilakukan dari paroki ke paroki.

Minggu, 01 Maret 2020, OMK Paroki Jalintim menyambut kirab Salib SYD 2020 di paroki St. Yusuf Pekerja, Tulang Bawang. Enam imam hadir untuk merayakan moment ini. Kemeriahan semakin tampak dengan keterlibatan tidak kurang dari 220 OMK dari berbagai paroki dan komunitas (OMK Bandar Lampung, Komkep, Team STIE Gentiaras, OMK Baradatu, OMK Murni Jaya, OMK Sidomulyo, OMK Kota Bumi, OMK Bandar Sakti, OMK Mesuji, dan OMK Tulang Bawang) dan ditambah dengan para suster dan frater.

Keanggunan para penari khas Lampung menyambut seluruh awal prosesi estafet salib SYD 2020. Pastor pendamping OMK Baliko, rm Epa, OFM, didampingi Komisi Kepemudaan Tanjungkarang, rm Greg. Suripto, menyerahkan salib SYD 2020 kepada pendamping OMK Jalintim, rm Floren SCJ, yang didampingi rm Rafael, CP. Sambutan yang meriah ini mendapat puncaknya dalam perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah yang pertama.

Dalam homilinya, rm. Florent, SCJ menyampaikan bahwa keputusan menanggapi atau menolak godaan, diserahkan kepada masing-masing pribadi. Godaan-godaan jaman ini mempunyai tampilan yang semakin menarik. Demikian juga dengan OMK. OMK di goda dengan berbagai cara, salah satunya menikah di luar gereja demi kenikmatan dan kemudahan sesaat. Lebih jauh rm Floren mengingatkan agar OMK aktif di Gereja, membaca kitab suci, aktif di pertemuan OMK. Di masa prapaskah ini OMK harus semakin taat, taat kepada Allah. Selain itu, OMK juga diajak untuk terus berkumpul bersama saudara seiman, berkumpul dan berdoa, agar iman omk semakin matang dan hidup. Pada bagian terakhir, ia berharap semoga kehadiran salib SYD membantu OMK semakin mendekatkan diri pada Tuhan, taat pada perutusan agar hidup menjadi berkat di tengah umat dan masyarakat.

Acara demi acara berlangsung, ada hiburan dan dinamika bersama, dari OMK untuk OMK dan bersama OMK. Tema besar SYD 2020 ‘Cristus Vivit’ menghidupi OMK yang hadir dengan semangat dan antusias untuk berproses bersama. Mereka membaur menjadi satu dan saling berbagi.

Pada kesempatan ini, ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang, rm Gregorius Suripto, menyapa seluruh orang muda yang hadir dengan material yang dibawakannya. Dalam pemaparannya, rm Greg mengulas sejarah lahirnya SYD. Menurutnya, SYD di gagas oleh OMK yg mengikuti Asian Youth Day 2018 di Yogyakarta. Mereka berkumpul dari beberapa keuskupan yg ada di Sumatera. Lebih jauh rm Greg mengungkapkan bahwa inti pokok hasil dari ‘pretemuan’ OMK di seluruh Sumatera ternyata mempunyai masalah yang kurang lebih sama, yakni hidup menggereja dan semangat berkumpul yang semakin kendor. Atas dasar masukkan itu, para uskup Sumatera berkumpul dan menyatujui akan diadakannya Sumatran Youth Day (SYD).

Puncak dari SYD itu akan berlangsung pada 1-5 Juli 2020. Untuk acara itu, Keuskupan Tanjungkarang mendapat kuota 100 OMK plus pendamping yang akan ikut hadir. Rm Greg menyebut hal praktis keberangkatang yang akan dilaksankan pada 27 Juni 2020. Seluruh OMK yang akan berangkat SYD, berkumpul di keuskupan Tanjung Karang. Dari sana, semua peserta akan bersama naik bus. Acara akan berlangsung selama 5 hari, dengan rincian 3 hari untuk live in dan 2 hari untuk acara bersama. Acara ini akan berpusat di sebuah central park di wilayah Keuskupan Agung Medan. Materi yang akan direnungkan bersama yakni tentang kemanusiaan seperti pesan Paus Fransiskus.

“Kristus Hidup dan Ingin Agar Engkau Hidup” (sumber: Yon – ed.mrjo.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *