Komkel Keuskupan Tanjungkarang Gelar Pertemuan

Komkel Keuskupan Tanjungkarang Gelar Pertemuan
Bagikan:

Komisi Keluarga (Komkel) Keuskupan Sufragan Tanjungkarang, 1-3 April 2022 menggelar pertemuan  yang diadakan baik secara on line (Zoom Meeting) mau pun off line (Tatap Muka) di RPCB Matow Way Hurik, Tanjungsenang, Bandar Lampung. Selain itu juga disiarkan secara live di kanal youtube Komsos Tanjungkarang.

Hadir sebagai narasumber: Rm. Yohanes Aristanto Setiawan MSF (Sekretaris Eksekutif Komisi Keluarga KWI) dan Rm. Ignatius Supriyatno MSF.

Peserta hari pertama untuk tim pendamping keluarga, para romo dan suster. Esok harinya untuk Tim Pendamping Keluarga Paroki/Unit Pastoral dan Tim Katekese Persiapan Perkawinan (KPP), pemerhati keluarga dan mitra kerja Komisi Keluarga Se Keuskupan Tanjungkarang.

Delegatus Ad Omnia Rm. Samiran SCJ membuka pertemuan itu. Ia berharap, semoga pertemuan ini akan membawa semangat untuk menyatukan langkah dan gerak bersama antara Komisi Keluarga Keuskupan dan para romo di paroki/unit pastoral bersama tim pendamping keluarganya, sehingga ke depan akan terbangun kerjasama atau sinergi yang lebih bagus untuk mendampingi umat khususnya keluarga-keluarga dengan katekese yang mereka butuhkan dan juga seperti yang diharapkan oleh Tahta Suci maupun Gereja Katolik di Indonesia.

Harapan dari Bapa Suci perlunya katekese ulang bahkan juga katekese berjenjang, artinya katekese umat sesuai dengan perkembangan umur dan kebutuhan mereka. Untuk itu Rm. Samiran meminta agar kita semua mau meluangkan waktu untuk duduk bersama membangun kerjasama, entah dengan saling memberikan informasi tentang keadaan umat yang kita layani dan kebutuhan yang kita tangkap saat ini. Selain itu, kerelaan untuk belajar bersama dan saling membantu agar bahan katekese berjenjang itu akhirnya nantinya tersedia sungguh kita pakai agar bisa disempurnakan sehingga menjawab kebutuhan umat secara tepat.

Pertemuan ini membahas tentang:

Pertama, Pertemuan Keluarga Sedunia X, yang jatuh pada tanggal 22-26 Juni. Tema yang diangkat adalah: Kasih Keluarga: Panggilan dan Jalan Kekudusan.

Kedua, mempersiapkan Hari Raya Kakek-Nenek dan Lansia sedunia yang jatuh pada hari Minggu, 24 Juli dengan tema: ”Pada Masa Tua pun Mereka Masih Berbuah.”  Kedua acara itu dikemas dalam bentuk program pastoral keluarga. ***

Sr. M. Fransiska FSGM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keluarga itu penting. Suka atau tidak suka. Minat atau tidak minat, keluarga itu adalah dasar.

Keluarga menjdi sumber dan muara.

  1. Semoga pertemuan ini akan membawa semangat untuk menyatukan langkah dan gerak bersama antara Komisi Keluarga Keuskupan dan para Romo di Paroki/UP bersama tim pendamping keluarganya, sehingga ke depan akan terbangun kerjasama atau sinergi yang lebih bagus untuk mendampingi umat kita, khususnya keluarga-keluarga – dengan katekese yang mereka butuhkan, dan juga seperti yang diharapkan oleh Tahta Suci maupun Gereja Katolik di Indonesia.
  2. Seperti kita tahu Bapa Suci mengharapkan perlunya katekese ulang, bahkan juga Katekese berjenjang, artinya katekese umat sesuai dengan perkembangan umur dan kebutuhan mereka. Hal ini hanya bisa diwujudkan kalau kita mau meluangkan waktu untuk berbicara bersama untuk membangun kerjasama, entah dengan saling memberikan informasi tentang keadaan umat yang kita layani dan kebutuhan yang kita tangkap saat ini, maupun kerelaan untuk belajar bersama dan saling membantu agar bahan katekese berjenjang itu akhirnya bisa tersedia, dan kalau akhirnya nantinya tersedia sungguh kita pakai agar bisa disempurnakan sehingga menjawab kebutuhan umat secara tepat.
  3. Selanjutnya Sri Paus juga mengharapkan tahun 2022 ini sebagai tahun penanda puncak Syukur di mana kita Gereja mau merayakannya seraya belajar dari tokoh Kitab Suci yang kita amat kenal, yakni Santo Yoseph, ayah yang membesarkan Yesus Tuhan kita dan juga pelindung kita Gereja: pelindung keluarga, pelindung para pekerja, pelindung para religius dan contoh teladan juga bagi kita Gereja. Seorang tokoh unik, tidak banyak bicara, tetapi mempunyai kepekaan luar biasa akan bimbingan Allah dan dengan setia rela untuk menomor-duakan pikiran, kepentingan, atau persoalan pribadi sendiri – dan lebih dahulu menjalankan permintaan atau petunjuk Tuhan walau pun itu hanya dia terima dalam mimpi. Dan dari sikapnya kita menerima Berkat Keselamatan yang luar biasa yakni selamatnya Sang Bayi dan ibunya, yakni Yesus dan Maria. Ini semua model luar biasa untuk kita renungkan di jaman kita, di mana biasanya orang baru akan mau menjalankan dengan sukarela suatu perintah tatkala perintah itu sudah jelas baginya dan masuk akal untuk dijalankan.

Menjalani panggilan dan kehendak Tuhan memang seringkali tidak menunggu sampai semua jelas, tetapi justru sebaliknya itu akan menjadi jelas pelan-pelan setelah kita sambut dan jalankan.

  1. Akhirnya, sesuai dengan salah satu dari agenda atau latar belakang acara ini di samping penyegaran dan sekaligus membangun sinergi antara Komkel dan timnya dengan para gembala di paroki/UP beserta timnya; juga ada agenda kedua yakni menanggapi ajakan Paus juga untuk menyambut Pertemuan Keluarga Sedunia X (22-26 Juni 2022) dan Hari Raya Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia (Minggu, 24 Juli 2022) nanti.
  2. Tema yang diangkat amat bagus: “Kasih Keluarga: Panggilan dan Jalan Kekudusan” (Pert Klg) dan “Pada masa tua pun mereka masih berbuah” (Hari Lansia dan Kakek-Nenek).

Semoga Pertemuan ini akan sungguh menjadi Berkat untuk Gereja Katolik Lampung, Keuskupan Tanjungkarang ini.

  1. Selamat bersinergi …. saling membantu dan memperkaya, sehingga pelayanan pastoral kita juga sunggu semakin diperkaya dan tepat guna serta tepat sasaran juga.
  2. Mohon maaf saya tidak bisa ikut hadir secara langsung …

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Radio Suara Wajar (RSW)