GISTING – Biarawan biarawati Keuskupan Tanjungkarang merayakan hari hidup bakti dengan mengadakan seminar dengan tema ‘Mencintai Kitab Suci’. Hari hidup bakti dirayakan setiap tanggal 2 Februari. Tahun ini studi dan perayaan hari hidup bakti dilaksanakan di Biara Gembala Baik, Gisting. Dalam kesempatan ini, tidak kurang dari 160 biarawan biarawati yang ada di keuskupan Tanjungkarang ikut hadir dan mengadakan pembaruan. Menyelaraskan dengan gerak Ardas Keuskupan, rm Ignasius Supriyatno MSF hadir sebagai nara sumber dalam studi bersama ini.

Dalam sambutannya, ketua Team Kerasulan Sosial Kemanusiaan (TKSK), bruder Susanto SCJ, menjelaskan bahwa agenda ini menjadi agenda tahunan biarawan biarawati se keuskupan. Tema yang diambil dalam pembaruan hidup bakti ini merupakan wujud gerak bersama untuk semakin menghidupi Ardas Keuskupan Tanjungkarang. Br Santo juga berharap pembahasan tema ini membuat semua peserta untuk mampu semakin mencintai dan mendalami Kitab Suci.

Dalam pembahasannya, rm Supri mengajak seluruh peserta fokus pada ajakan mengapa uskup Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun, tahun ini mengedepankan tema tentang mencintai Kitab Suci. Salah satu point yang jelas menjadi ajakan uskup adalah supaya umat beriman semakin dekat dengan Tuhan yang menjadi Sabda.

Mengutip St. Hieronimus, rm Supri menegaskan bawa tidak mungkin mengenal Kristus jika tidak membaca Kitab Suci. Maka menjadi jelas bagi umat beriman, apalagi yang secara khusus mempersembahkan diri kepada Tuhan. Sudah semestinya setiap biarawan biarawati menjadi sangat akrab dan dekat dengan Kitab Suci. Ada banyak dokumen yang diterbitkan Gereja untuk menekankan tentang Sabda Tuhan yang harus menjadi pusat hidup orang beriman.

Dokumen terbaru ajakan paus adalah Aperuit Illis. Surat paus ini ditebritkan untuk merayakan Hari minggu biasa ke 3 menjadi hari minggu Sabda Allah. Hari minggu itu menjadi hari perayaan, pembacaan, perenungan, dan penyebaran Sabda Allah.

Rm Supri juga menampilkan tentang keprihatinan ketua komisi Kitab Suci Kepausan yang melihat tanda-tanda bahwa banyak umat katolik yang tidak mempunyai kebiasaan untuk membaca Kitab Suci. Rm Supri juga mengajak untuk tidak hanya mendengar Sabda, tetapi membaca dan mengunyah sabda itu sendiri. Mencintai Kitab Suci tidak hanya sekedar aturan atau kewajiban, tetapi sudah semestinya mendarah daging menjadi HABITUS.

Puncak perayaan ini adalah Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh rm Supri MSF, dengan konselebrasi beberapa imam lainnya. Dalam Ekaristi inilah semua biarawan-biarawati yang hadir bersama-sama membarui janji hidup bakti yang sudah dihidupi. (ed.mrjo.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *