Berita

Jadwal Live Streaming Ekaristi Pekan Suci

Memasuki Pekan Suci, Komsos Keuskupan Tanjungkarang akan menyiarkan perayaan Ekaristi secara Live Streaming, mulai Minggu Palma hingga Paskah Pagi. Berikut jadwalnya : Kapel Rumah Uskup Keuskupan Tanjungkarang, dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono Live streaming Youtube: Komsos Tanjungkarang dan Radio Suara Wajar Link 👉 bit.ly/komsostjk  dan bit.ly/youtubersw Minggu Palma pkl 08.00 WIB Kamis Putih pkl 18.00 WIB Jumat Agung pkl 12.00 WIB Malam Paskah pkl 18.00 WIB Minggu Paskah pkl 08.00 WIB Kapel Radio Suara Wajar Disiarkan melalui: Radio Suara Wajar 96,8 FM Live streaming Youtube: Komsos Tanjungkarang dan Radio Suara Wajar Link 👉 bit.ly/komsostjk  dan bit.ly/youtubersw Minggu Palma pkl 10.00 WIB Kamis Putih pkl 20.00 WIB Jumat Agung pkl 15.00 WIB Malam Paskah pkl 21.00 WIB Minggu Paskah pkl 10.00 WIB Semoga Pekan Suci tetap mampu menguatkan iman dan pengharapan kita ditengah situasi merebaknya wabah covid 19. Berkat Tuhan menyertai kita sekalian.  

Jadwal Live Streaming Ekaristi Pekan Suci Read More »

Keuskupan Tanjungkarang Menyikapi Tanggap Darurat COVID-19

Tanjungkarang – Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, pada Jumat, 20 Maret 2020, telah mengeluarkan ‘Ketentuan Pastoral Uskup Keuskupan Tanjungkarang’, Tentang Ibadah Gerejani selama masa darurat COVID-19. Berikut ini adalah surat edaran yang dikeluarkan oleh Keuskupan Tanjungkarang: KETENTUAN PASTORAL MASA DARURAT COVID 19 KEUSKUPAN TANJUNGKARANG

Keuskupan Tanjungkarang Menyikapi Tanggap Darurat COVID-19 Read More »

16-24 Mei 2020, Pekan Laudato Si

Vatican – Dalam rangka peringatan tahun ke lima eksiklik Laudato Si, Paus Fransiskus mengajak seluruh umat Katolik di seluruh dunia untuk mengadakan “Pekan Laudato Si”. Perayaan “Pekan Laudato Si” akan dilaksankan pada tanggal 16-24 Mei 2020. Dalam video yang diunggah oleh Vatican news, Paus Fransiskus mengawali ajakannya dengan sebuah pertanyaan reflektif ‘dunia semacam apa yang hendak kita wariskan bagi generasi setelah kita, bagi anak-anak yang sedang bertumbuh?’. Atas pertanyaan itulah Paus Fransiskus mengajak seluruh umat untuk mengadakan ‘Pekan Laudati Si’. Inilah kampanye tentang perawatan rumah kita bersama yang diserukan oleh Paus Fransiskus. Paus merasa sungguh sangat perlu dan sangat mendesak untuk segera mengadakan pertobatan ekologis. Paus mengatakan bahwa tangisan bumi dan tangisan orang miskin tak boleh dibiarkan terus menerus. Maka langkah konkret yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan keutuhan ciptaan Tuhan adalah dengan mencintai bumi. Pekan Laudato Si hendak mengajak kembali kepada semangat dan desakan itu untuk menghentikan krisis ekologis yang terjadi. Barkaitan dengan itu, tahun ini merupakan tahun terakhir bagi Negara-negara untuk mengumumkan rencana mereka untuk mewujudkan kesapatan Paris, yang berisi tentang perjanjian iklim. PBB tahun ini juga akan mengadakan koferensi berkaitan dengan keanekaragaman hayati. Apa yang bisa kita lakukan dalam Pekan Laudato Si itu? Kita bisa melihatnya secara lengkap dalam Laudato Si’ Week website. (sumber:www.vatican.va – ed.mrjo.com)  

16-24 Mei 2020, Pekan Laudato Si Read More »

Retret Kepausan: Panggilan Tuhan Hadir secara Mengejutkan

Oleh Devin Watkins Pendamping retret Latihan Rohani tahunan Paus Fransiskus merefleksikan bagaimana Allah memanggil Musa untuk memimpin umat-Nya, dan memperingatkan akan godaan untuk menentang kehendak Allah. Ketika Paus terus mengikuti Latihan Rohani Kuria Roma dari Casa Santa Marta karena flu, Pater Pietro Bovati mengambil tema tentang panggilan dan penolakan atas rahmat Tuhan.   Hari 2 sore: Panggilan sebagai titik balik Dalam renungan Senin sore, Sekretaris Komisi Kitab Suci Kepausan mengatakan kepada para anggota Kuria Roma yang berkumpul di Divine Master House di Ariccia bahwa Tuhan memanggil kita masing-masing secara personal. Panggilan, kata Pastor Bovati, “adalah pertemuan yang menentukan di mana Tuhan berbicara kepada kita”. Karena itu menandai titik balik dalam kehidupan kita, katanya, kita hendaknya sering kembali ke saat “kelahiran kembali” itu untuk mengingat suara Tuhan. Pastor Bovati memfokuskan renungannya pada bacaan dari Kel 3: 1-12; Mat 16: 13-23; dan Mazmur 63. “Tuhan selalu bekerja untuk mengarahkan orang itu kepada penemuan dimensi hidup yang lebih tinggi, pemberian diri yang lebih bermanfaat dan pelayanan kepada saudara-saudari kita,” kata Pastor Bovati. “Tuhan memanggil di tengah hiruk pikuk kehidupan, bahkan di saat-saat keletihan. Ini adalah kondisi untuk mengarah – bahkan secara tidak sadar – ke realitas yang lebih tinggi: hanya Tuhan yang mampu mengungkapkan dan memenuhi. ”   Panggilan adalah wahyu, bukan penentuan nasib sendiri Beralih ke perjumpaan dengan semak yang terbakar, Pastor Bovati mengatakan bahwa Musa bahkan tidak sadar bahwa ia sedang mendekati tempat suci. Ketidaktahuannya tentang apa yang akan terjadi, kata Pastor Bovati, sangat penting untuk memahami dimensi profetik panggilan. “Itu selalu merupakan wahyu dari Tuhan, tidak pernah kesadaran diri yang jernih atau penentuan nasib sendiri.” Ketika Tuhan memanggilnya dengan nama, Musa dapat memberikan tanggapan pribadinya, dengan mengatakan “Inilah saya” dan membuka diri untuk “sebuah perjalanan kesadaran dan kepatuhan”.   Hari 3 pagi: Menolak rahmat Tuhan Pada hari Selasa pagi, pendamping retret memusatkan perhatiannya pada cara kita menahan curahan kasih karunia Allah, merenungkan bacaan dari Kel 5: 1-23; Mat 13: 1-23; dan Mazmur 78. Pastor Bovati memberikan contoh tentang Firaun, yang menolak panggilan Tuhan melalui Musa untuk membebaskan orang Israel dari perbudakan. Dia mengatakan bahwa pertanyaan Firaun – “Siapa Tuhan?” – adalah “inkarnasi kekuasaan sebagai kekuatan untuk menghancurkan semua oposisi.” Tetapi Allah Israel, kata Pastor Bovati, mempromosikan “perubahan radikal dalam perspektif ketika Ia mengangkat hak-hak orang asing, yang tertindas, dan yang dieksploitasi”. Bahaya kesombongan Pastor Bovati mengatakan bahwa menentang keinginan Tuhan untuk mengutamakan yang terakhir adalah suatu bentuk “melawan kasih karunia dan menentang Roh.” Di zaman modern ini, suatu bentuk kesombongan mendorong kita untuk menolak untuk menaati Allah dan para nabi-Nya, kata Pastor Bovati. “Meskipun tidak terperangkap dalam kekayaan, budaya, atau kekuasaan yang memaksa, kesombongan mewujud dalam kebanggaan pribadi, mengatasnamakan hak penentuan nasib sendiri, pilihan pribadi, dan kehendak bebas pribadi.” Diterjemahkan dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2020-03/pope-francis-curia-retreat-day-2-vocation-moses.html. ed.mrjo.com.

Retret Kepausan: Panggilan Tuhan Hadir secara Mengejutkan Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

You cannot copy content of this page

Scroll to Top