Hari Ketiga Temu Regio KMKI Sumatera 2026: Meneguhkan Komitmen Bersama Menuju JAMNAS 2028
Pertemuan Temu Regio Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Regio Sumatera 2026 memasuki hari ketiga pada Minggu, 15 Februari 2026, dengan fokus pada perumusan rencana kerja bersama serta arah pelayanan misi ke depan. Momentum ini menjadi kesempatan penting bagi para peserta dari berbagai keuskupan di Sumatera untuk menyatukan visi dalam semangat sinodalitas, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda menuju Jambore Nasional (JAMNAS) 2028. Kegiatan diawali dengan pembahasan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berdasarkan arah SAGKI dan TEPAS Regio Sumatera. Para peserta merefleksikan perjalanan pertemuan KMKI regio sebelumnya sekaligus menegaskan bahwa semangat kebersamaan perlu diwujudkan dalam program konkret yang berkelanjutan di masing-masing keuskupan. Berbagai dinamika pelayanan turut dibahas, mulai dari pentingnya pendampingan orang muda secara berkelanjutan, penguatan peran perempuan, perhatian bagi lansia dan difabel, hingga keterlibatan Gereja dalam isu kemanusiaan dan sosial sebagai wujud panggilan kenabian Gereja. Melalui diskusi kelompok, masing-masing keuskupan menyampaikan usulan program prioritas yang kemudian disepakati bersama bahwa fokus gerak Regio Sumatera diarahkan pada persiapan menuju JAMNAS 2028. Kesepakatan ini mencakup proses pembinaan anak dan remaja secara bertahap selama tiga tahun dengan tema besar “Menyongsong Hadirnya Yesus Kristus 2000 Tahun.” Tahun 2026 difokuskan pada pembentukan identitas iman melalui doa, devosi, spiritualitas Ekaristi, serta penghayatan 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian). Tahun 2027 diarahkan pada penguatan persaudaraan lintas keuskupan, dan tahun 2028 menjadi puncak perutusan melalui partisipasi dalam JAMNAS. Sebagai langkah konkret, peserta juga menyepakati penyusunan modul pembinaan anak dan remaja yang dapat digunakan secara seragam di seluruh keuskupan Regio Sumatera dengan tiga fokus utama, yaitu identitas Kekatolikan, spiritualitas Ekaristi, dan penghayatan 2D2K. Selain itu, direncanakan pula perayaan 100 Tahun Minggu Misi pada tahun 2026 melalui doa bersama lintas regio, pembuatan video karya KMKI Sumatera, serta pembentukan tim kecil untuk mengoordinasikan penyusunan materi dan timeline kegiatan. Hari terakhir pertemuan tidak hanya diisi dengan diskusi dan perumusan program, tetapi juga kegiatan kebersamaan. Para peserta mengikuti outing ke pusat oleh-oleh Aneka Rasa sebagai sarana rekreasi sekaligus mempererat persaudaraan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Asilo Hermelink. Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya dalam Perayaan Ekaristi penutupan yang dipimpin oleh Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Dalam suasana liturgi yang khidmat dan penuh sukacita, para peserta diteguhkan kembali dalam identitas sebagai Gereja yang misioner. Dalam homilinya, Romo Direktur Nasional KMKI, RP. Alfonsus Widhi Wiryawan, SX menegaskan bahwa karya misi bukan sekadar program kegiatan, melainkan panggilan hidup setiap orang beriman. “Misi bukan pertama-tama soal apa yang kita lakukan, tetapi siapa yang kita bawa dalam hidup kita, yaitu Kristus sendiri,” ungkapnya, mengajak para peserta untuk berani menjadi saksi Kristus melalui pelayanan yang sederhana namun berdampak. Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula berkat perutusan bagi peserta Teens School of Mission (T-SOM) dari Keuskupan Tanjungkarang sebagai tanda pengutusan Gereja kepada generasi muda untuk terus bertumbuh sebagai animator dan pelayan misioner di lingkungan masing-masing. Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni dari masing-masing keuskupan peserta yang menampilkan kekhasan budaya daerah, mulai dari tarian tradisional, lagu daerah, hingga kreativitas animasi misioner. Suasana penuh kegembiraan ini menjadi ungkapan nyata bahwa iman dapat dihidupi dan diekspresikan melalui kekayaan budaya lokal Gereja di Sumatera. Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Temu Regio KMKI Sumatera 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Pertemuan ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi pastoral bersama, tetapi juga memperkuat sinodalitas, persaudaraan, dan semangat misi Gereja di wilayah Sumatera. Diharapkan semangat kebersamaan yang telah dibangun dapat terus berlanjut dalam pelayanan nyata di masing-masing keuskupan, sehingga anak-anak dan remaja semakin bertumbuh dalam iman, berakar dalam Ekaristi, serta siap menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Penulis : R.A.Swani Pramesti



