Author name: Komsos Tanjungkarang

Renungan Harian, Kamis Biasa XII

Bacaan: Matius 7:15-20 Hal pengajaran yang sesat 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Renungan Buah Kehidupan Ada berbagai cara untuk mengecek keaslian sebotol madu lebah yang dijual orang dipinggir jalan. Tidak jarang sikap pertama yang muncul ketika melihat orang berjualan madu dipinggir jalan adalah kepalsuan. Maksudnya hampir pasti madu-madu yang dijual tingkat kemurniannya tidak 100%. Berbagai macam cara bisa kita pakai untuk mengetes keasliannya. Jika yakin dengan keasliannya kita bisa membeli, jika tidak kita, bisa pergi. Kita bisa mengecek keaslian barang jual beli sebelum terjadi kesepakatan. “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka” menjadi patokan yang diberikan oleh Yesus untuk mengenal nabi palsu atau asli. Tidak mudah untuk mengenali asli atau tidaknya nabi palsu sebelum ia berbuat apa-apa. Kiranya apa yang dikatakan dalam injil hari ini bukan untuk mengadili atau selalu mencurigai kebaikan-kebaikan orang yang kita jumpai. Apalagi untuk mengadili para gembala Gereja. Bisa saja begitu, namun pasti jauh lebih indah buahnya apabila kita melihat konteks dari Injil. Konteksnya adalah Yesus mengajar para murid dalam ‘Kotbah di Bukit’. Ini terjadi diawal karya Yesus dalam Injil Matius. Kesimpulan dari seluruh pengajaran ini adalah “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, yang lain akan ditambahkan”. Yesus mengajak para murid untuk mengutamakan kehendak Allah dalam seluruh hidup, bukan kehendak dan keingingan mereka sendiri. Jika yang pertama bisa terjadi, tidak perlu dipikirkan saja Allah sudah memcukupi apa yang menjadi kebutuhan kita. Dalam dunia sekarang ini, kita semua bisa menjadi ‘nabi’. Pertanyaannya mau jadi nabi seperti apa? Kiranya pilihan kita adalah nabi yang membawa buah kehidupan. Apa yang kita lakukan sekarang bukan sebagai semua kamuflase untuk mencapai tujuan pribadi yang hanya mencari keuntungan. Atau modus utama kita adalah mencari kerajaan Allah dan kehendak-Nya. Hal yang bisa kita lakukan adalah menghasilakan buah yang baik. Buah yang baik dihasilkan dalam cara yang baik. Kalau mau berbagi lima roti dan dua ikan, marilah membagikan roti dan ikan yang kita miliki sendiri. Buah yang baik tidak dihasilkan dari cara-cara yang tidak baik. Doa: Tuhan, semoga aku mampu menjadi nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian untuk jaman ini. Kuatkan iman, pengharapan, dan kasih kami kepada-Mu. Amin.

Renungan Harian, Kamis Biasa XII Read More »

Berapakah Provinsi Gerejawi di Indonesia?

Kita sering mendengar kata Provinsi Gerejawi. Istilah yang dipakai untuk penyebutan wilayah pelayanan dari  sebuah Keuskupan Agung dan beberapa Keuskupan lainnya yang berdekatan dalam suatu daerah. Batas wilayah Provinsi Gerejawi ditentukan sama dengan batas wilayah pelayanan dari keuskupan-keuskupan yang tergabung di dalamnya. Keberadaan Provinsi Gerejawi sangat penting untuk menunjang aktivitas pastoral bagi umat serta memupuk semangat kolegialitas dari para uskup. Adapun tujuan dibentuknya Provinsi Gerejawi, tertulis dalam Kitab Hukum Kanonik Kanon 431 $1: “Agar kegiatan pastoral bersama pelbagai keuskupan yang berdekatan dikembangkan sesuai dengan keadaan orang-orang dan tempatnya, dan agar hubungan antara para Uskup Diosesan dipupuk  dengan lebih baik, Gereja-gereja partikular yang berdekatan hendaknya  dibentuk menjadi provinsi-provinsi gerejawi yang dibatasi oleh wilayah tertentu”. Keputusan Otoritas Tertinggi Gereja untuk mendirikan Provinsi Gerejawi akan terlaksana setelah mendengarkan pendapat dari para uskup yang berkepentingan dalam wilayah yang berdekatan. Selain itu, Otoritas Tertinggi Gereja juga memiliki wewenang untuk menghapus atau mengubah status Provinsi Gerejawi, tentu setelah mendengar masukan dari para uskup dalam wilayah terkait. Wewenang Otoritas Tertinggi Gereja ini tertulis dalam Kan. 431 $3: “Hanyalah  otoritas tertinggi Gereja, setelah mendengarkan para uskup yang berkepentingan, berwenang mendirikan, menghapus atau mengubah provinsi-provinsi gerejawi’. Menurut Kan. 331 dan Kan. 336, Otoritas Tertinggi Gereja hanyalah Paus seorang diri dan Collegium para Uskup. Dapat dikatakan bahwa Otoritas Tertinggi  yang memiliki hak untuk mendirikan, menghapus atau mengubah status Provinsi Gerejawi (bdk. Kan. 431 $3) adalah Paus. Dalam Provinsi Gerejawi, dewan provinsi dan Uskup Metropolitan (Uskup Agung) memiliki otoritas menurut norma hukum. Demikian juga dengan keberadaan Provinsi Gerejawi memiliki status badan hukum (Bdk Kan.432 $1, $2). Ada 10 Provinsi Gerejawi untuk 37 Keuskupan di Indonesia. Berikut Provinsi Gerejawi yang tersebar dari barat ke timur wilayah Indonesia: Provinsi Gerejawi Jakarta 1.  Keuskupan Agung Jakarta. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/07/profil-uskup-mgr-ignatius-suharyo/ 2.  Keuskupan Bogor. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/07/profil-uskup-mgr-paskalis-bruno-syukur-ofm/ 3.  Keuskupan Bandung. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/07/profil-uskup-mgr-dr-antonius-subianto-bunjamin-osc/ Provinsi Gerejawi Semarang 1.  Keuskupan Agung Semarang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/08/profil-uskup-mgr-dr-robertus-rubiyatmoko/ 2.  Keuskupan Purwokerto. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/08/profil-uskup-mgr-christophorus-tri-harsono/ 3.  Keuskupan Surabaya. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/08/profil-uskup-mgr-vincentius-sutikno-wisaksono/ 4.  Keuskupan Malang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/08/profil-uskup-mgr-prof-dr-henricus-pidyarto-gunawan-o-carm/ Provinsi Gerejawi Ende 1.  Keuskupan Agung Ende. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/02/profil-uskup-vincentius-sensi-potokota/ 2.  Keuskupan Denpasar. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/02/profil-uskup-mgr-silvester-san/ 3. Keuskupan  Ruteng. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/02/profil-uskup-mgr-dr-silvester-san/ 4. Keuskupan Maumere. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/02/profil-uskup-mgr-edwaldus-martinus-sedu/ 5. Keuskupan  Larantuka. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/02/profil-uskup-fransiskus-kopong-kung/ Provinsi Gerejawi Kupang 1. K Keuskupan Agung Kupang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/06/profil-uskup-mgr-petrus-turang/ 2. Keuskupan Weetebula. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/06/profil-uskup-mgr-dr-edmund-woga-cssr/ 3. Keuskupan  Atambua. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/06/profil-uskup-mgr-dr-dominikus-saku/ Provinsi Gerejawi Medan 1. Keuskupan Agung Medan. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-kornelius-sipayung-ofm-cap/ 2. Keuskupan Sibolga. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-dr-anicetus-bongsu-sinaga-ofm-cap/ 3. Keuskupan Padang. Profil Uskup:http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-dr-martinus-dogma-situmorang-ofm-cap/ Provinsi Gerejawi Palembang 1. Keuskupan Agung Palembang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-aloysius-sudarso-scj/ 2. Keuskupan Tanjungkarang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-yohanes-harun-yuwono/ 3. Keuskupan Pangkal Pinang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-prof-dr-adrianus-sunarko-ofm/ Provinsi Gerejawi Pontianak 1. Keuskupan Agung Pontianak. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-agustinus-agus/ 2. Keuskupan Ketapang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-pius-riana-prapdi/ 3. Keuskupan Sanggau. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-giulio-mencuccini-c-p/ 4. Keuskupan Sintang. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-samuel-otton-sidin-ofm-cap/ Provinsi Gerejawi Samarinda 1. Keuskupan Agung Samarinda. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/03/28/profil-uskup-mgr-yustinus-harjosusanto-msf/ 2. Keuskupan Palangka Raya. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/03/28/profil-uskup-mgr-aloysius-maryadi-sutrisna-atmaka-msf/ 3. Keuskupan Tanjung Selor. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/03/27/profil-uskup-mgr-dr-paulinus-yan-olla-msf/ 4. Keuskupan Banjarmasin. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/03/28/profil-uskup-mgr-dr-petrus-boddeng-timang/ Provinsi Gerejawi Makassar 1. Keuskupan Agung Makassar. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-john-liku-ada/ 2. Keuskupan Manado. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-benedictus-estephanus-rolly-untu-msc/ 3. Keuskupan Amboina. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/10/profil-uskup-mgr-petrus-canisius-mandagi-msc/ Provinsi Gerejawi Merauke 1. Keuskupan Agung Merauke. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/09/profil-uskup-mgr-nicolaus-adi-saputra-msc/ 2. Keuskupan Manokwari-Sorong. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/09/profil-uskup-mgr-hilarion-datus-lega/ 3. Keuskupan Jayapura. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/09/profil-uskup-mgr-leo-laba-ladjar-ofm/ 4. Keuskupan Timika. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/09/profil-uskup-mgr-yohanes-philipus-gaiyabi-saklil/ 5. Keuskupan Agats Asmat. Profil Uskup: http://www.mirifica.net/2019/04/09/profil-uskup-mgr-aloysius-murwito-ofm/

Berapakah Provinsi Gerejawi di Indonesia? Read More »

Terinspirasi Pesan Paus, Lahirlah Film “Sahabat Sejati”

PADA pembukaan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) ke-6 Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Keuskupan Agung Makassar (KAMS), Minggu, 26/5, para utusan Komsos dari 23 keuskupan di Indonesia dan umat Paroki Katedral Makassar diajak untuk menikmati menonton film “Sahabat Sejati”. Film ini diproduksi oleh SAV Puskat Yogyakarta bekerja sama dengan Komisi Komsos KWI. Film berdurasi 40 menit tersebut merupakan hasil besutan sutradara lulusan Prancis, Romo F.X. Murti Hadi Wijayanto, SJ. Ketika diminta komentar terhadap film tersebut, Romo Murti yang juga produser film “Soegija” mengatakan, film itu terinsipirasi oleh Pesan Bapa Suci Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-53. “Inspirasi utama film ini adalah pesan Bapa Paus, yaitu Kita Adalah Sesama Anggota,” ungkapnya saat ditemui di Gereja Katedral Makassar, 26/5. Jesuit yang sering memproduksi acara Mimbar Agama Katolik untuk tayang di Indosiar ini menambahkan bahwa semestinya pribadi-pribadi insani tidak terjebak dalam kesibukan bermedos ria hanya karena mencari hiburan di saat kesepian. Dia berharap agar pribadi-pribadi Kristiani ini beranjak untuk berkomunikasi secara manusiawi. “Siapapun harus membangun relasi yang insani, seperti membuat karya produktif dalam hal sosial, religius, dan kemasyarakatan,” imbuh Romo berambut panjang ini. Ternyata dalam membuat film “Sahabat Sejati”, Romo Murti juga terinspirasi secara khusus pada diksi “pertapa sosial”, yang diungkapkan Paus Fransiskus dalam pesannya. Diksi “pertapa sosial” ini, menurut Romo Murti, sungguh kontekstual untuk zaman ini. “Sebab saat ini, siapa pun punya teman di dunia maya, tetapi dalam dunia nyata, ia begitu mengalami kesepian,” ujarnya. Eleonara, salah satu utusan Komsos Keuskupan Palangkaraya, mempunyai kesan tersendiri atas film tersebut. Menurut Elen, kita harus melihat dua sisi dalam relasi sosial kita. “Kita harus berpersepsi dari dua sisi. Kita mestinya bisa melihat tidak hanya hal buruk, tetapi juga melihat hal positif dalam diri orang lain,” pungkas Eleonora. (Stefan-Pangkalpinang/RBE)

Terinspirasi Pesan Paus, Lahirlah Film “Sahabat Sejati” Read More »

Romo Kamilus Tutup PKSN ke-6 di Tana Toraja

PERAYAAN Ekaristi dalam rangka Hari Komunikasi Sedunia pada Minggu, 2/6, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) ke-6 di Keuskupan Agung Makassar. Uskup Agung Makassar Mgr. John Liku Ada’ memimpin perayaan, yang dirayakan secara konselebrasi itu di Gereja Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale bersama Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Romo Kamilus Pantus dan puluhan imam konselebran dari Keuskupan Agung Makassar dan utusan keuskupan-keuskupan lain. Dalam sambutannya, Romo Kamilus menilai bahwa tingkat partisipasi umat di Makassar dan Tana Toraja, serta keuskupan-keuskupan di Indonesia pada PKSN ke-6 kali ini sebagai yang terbaik. Dibanding dengan perayaan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah utusan dari keuskupan-keuskupan se-Indonesia di Makassar merupakan yang terbanyak. Demikian juga keterlibatan umat setempat, mulai dari anak-anak, orang muda, keluarga, pemerintah, dan utusan paroki atau kevikepan atau lembaga lain, merupakan yang terbanyak. Selain kehadiran peserta, imam Diosesan Weetebula itu menilai PKSN ke-6 di Keuskupan Agung Makassar ini sungguh istimewa karena terlaksana atas kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, mulai dari tingkat Konferensi Waligereja hingga panitia lokal. Ia menyebut satu per satu kegiatan yang telah terlaksana, mulai dari Kota Makassar hingga di Makale, Tana Toraja, berikut pihak-pihak selain tim Komisi Komsos KWI yang dilibatkan; di antaranya kehadiran Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Anton Subianto Bunjamin, OSC; Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Keluarga KWI, Romo Heribertus Hartono, MSF;; hingga Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Eusabius Binsasi dan Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, R. Niken Widiastuti. Sementara itu, di tingkat Keuskupan Agung Makassar, keterlibatan berbagai pihak terlihat jelas pada setiap kegiatan, baik para imam, agen pastoral awam hingga pemerintah setempat, termasuk Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae; Sekda Tana Toraja, Samuel Tande Bura; beberapa kepala dinas Pemkab Tana Toraja dan anggota DPRD Tana Toraja. “PKSN ke-6 di Keuskupan Agung Makassar telah berjalan seperti yang maksud dan tujuan yang diharapkan. Dan, ini yang terbaik,” kata Romo Kamilus disambut riuh tepuk tangan umat di Gereja Paroki Makale pada akhir Misa. Ia juga sempat memperkenalkan satu per satu anggota Badan Pengurus Komisi Komsos KWI, utusan-utusan Komsos per Regio Gerejani, dan tim kerja Komsos KWI kepada umat. Dengan mengetuk mic tiga kali, Romo Kamilus pun menutup PKSN ke-6 di akhir Misa. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka PKSN ke-6 sejak 26 Mei hingga 2 Juni 2019 di Kota Makassar dan Tana Toraja. Di Makassar, rangkaian kegiatan dibuka oleh Mgr. Anton Bunjamin dalam perayaan Ekaristi di Gereja Katedral, Minggu, 26/5. Esok harinya, Senin, 27/5, diadakan seminar nasional dengan tema “Memperkokoh NKRI melalui Media Digital” berkat kerja sama antara KWI dengan Kemenkominfo RI. Hari ketiga PKSN di Makassar diisi dengan aneka kegiatan bagi keluarga, yaitu lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak, lomba debat bagi remaja setingkat SMA, dan rekoleksi bagi pasangan suami istri (pasutri). Rekoleksi bagi pasutri menghadirkan narasumber yang sudah viral di Youtube, Romo C. Eko Wahyu D.S., OSC dan Romo Heribertus Hartono, MSF. Dari Makassar, rombongan yang terdiri dari tim Komisi Komsos KWI dan utusan dari keuskupan-keuskupan di Indonesia berangkat ke Tana Toraja untuk melanjutkan kegiatan PKSN, Rabu, 29/5. Mereka disambut secara meriah oleh Vikep Tana Toraja, Romo Natanael Runtung, para imam Keuskupan Agung Makassar, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, dan umat setempat. Kegiatan selama empat hari di Kevikepan Toraja dilaksanakan di Paroki Makale. Usai perayaan Ekaristi Kenaikan Tuhan Yesus Kristus pada Kamis, 30/5, tim Komisi Komsos KWI mengadakan workshop menulis kreatif dan audio visual yang dilaksanakan secara paralel selama dua hari. Setiap sesi workshop diikuti sekitar 100-an peserta yang berasal dari utusan paroki-paroki di dua kevikepan, yaitu Toraja dan Luwu. Bersamaan dengan peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Sabtu, 1/6, diadakan seminar Literasi Media bagi kaum muda di Aula Tammuan Mali, Makale dan pagelaran seni budaya di halaman Gereja Paroki Makale. Akhirnya, rangkaian kegiatan sepekan itu ditutup dengan Perayaan Minggu Komunikasi Sedunia ke-53 di Gereja Paroki Makale. “Dari beberapa kali mengikuti PKSN bersama Komisi Komsos KWI, kegiatan PKSN kali ini menurut saya paling meriah dan berkesan. Tentu hal ini karena keterlibatan dan kerja sama yang baik antara KWI dan panitia lokal,” kesan Joseph Fransiscus Xaverius Kevin Sanly Putera, salah seorang tim Komsos KWI seusai upacara penutupan PKSN, Senin, 3/2. (Erick Ratu/RBE) disadur dari: mirifica.net

Romo Kamilus Tutup PKSN ke-6 di Tana Toraja Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

You cannot copy content of this page

Scroll to Top