Natal telah berlalu. Meski demikian Presidium Pohon Sukacita Kami (PPSCK) merayakan Natal dan Tahun Baru 2026 di Resto Permata, Telukbetung, Minggu, 11 Januari 2026.
Hari itu bertepatan dengan Hari Raya Pembabtisan Tuhan yang berarti liturgi masa Natal berakhir. Itu bukan berarti sukacita dan damai Natal berakhir. Justru kegembiraan akan terus dipelihara dalam hati karena Yesus senantiasa bersemayam dalam hidup kita.

Sore itu para anggota PPSCK mengenakan asesoris Natal. Mereka saling memberi ucapan ‘Selamat Natal dan Tahun Baru’. Semua diliputi suasana sukacita dan semangat baru untuk tahun 2026.
Lagu-lagu Natal berkumandang di ruangan itu. Hadir Ketua DPH Bidang Koinonia Tanjungkarang Ignatius Deddy Tatang. Selain itu, Ketua Kuria Ratu Damai Lampung Yohanes Suharyono. Acara yang diikuti oleh 66 orang legioner ini dimulai dengan Ibadat. Doa pembuka dipimpin Sr. M. Xaveria FSGM. Dilanjutkan dengan renungan oleh Sr. Miryam HK.

Meneladan Keluarga Nazaret
Dalam renungannya, Sr. Miryam menyampaikan tahun baru yang kita masuki hendaknya senantiasa menghadirkan Yesus dan Bunda Maria agar hidup semakin bermakna. “Kebahagiaan keluarga tergantung pada semua anggotanya. Suasana damai dan sukacita terjadi bila semua anggota dalam keluarga itu saling mendengarkan, memperhatikan, merenungkan dan melaksanakan firman Tuhan,” ujar Sr. Miryam.
Ia berharap kita semua dapat belajar dari keteladanan keluarga Nazaret yang hidup dalam kesederhanaan dan taat pada Allah. Ia juga mengajak agar para legioner hidup berbagi kepada mereka yang miskin dan terlantar. “Dengan berbagi, rahmat Allah semakin melimpah,” katanya.

Membangun niat
Ketua Presidium Pohon Sukacita Kami Valeria Susi Riani dalam kata sambutannya mengatakan bahwa momen ini kita semua dilebur menjadi satu untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2026. Kali ini kita tidak memakai tema, karena acara ini memang tidak formal. Kita akan santai bersukaria, jelas Susi.
Acara ini merupakan ungkapan syukur Legio Maria Presidium Pohon Sukacita Kami di tahun 2025. Di mana semua proses kegiatan pelayanan tahun 2025 telah kita laksanakan bersama.
“Yang menilai berapa banyak kesalahan dan kekurangan yang telah kita lakukan adalah diri kita sendiri. Lalu, bangunlah niat di tahun 2026. Dan kesalahan itu jangan kita ulang,” pintanya.
Susi berharap, semoga Tahun Baru 2026 dapat dihadapi dengan lebih bermakna, penuh sukacita, bertindak tulus. Khusus anggota PPSCK: semakin bertanggung jawab dalam pelayanan, semakin rindu untuk selalu berdoa dan bertemu dengan Bunda Maria melalui Rapat Rutin Legio Maria.

Proses hidup beriman
Wakil Ketua Presidium Pohon Sukacita Kami Valentinus Kasan mengucapkan terimakasih kepada para donatur dan rekan-rekan legioner sehingga acara dapat berjalan dengan baik. “Ini momen baik dalam mengurangi sekat-sekat formal antar kita dengan berbagi cerita, bermain game, berjoget dan makan bersama sebagai anggota legioner. Ke depan kita akan lebih memberi perhatian dan bantuan kepada saudara-saudara yang miskin dan papa. Ini juga merupakan proses dalam hidup beriman,” ujar Kasan.
Kasan berharap pertemuan ini menciptakan rasa kebersamaan yang lebih guyub. Setiap anggota merasa menjadi bagian yang berharga dari keluarga besar Legio Maria Presidium Pohon Suka Cita Kami.”

Semangat persekutuan
Ignatius Deddy Tatang mengatakan bahwa Natal mengingatkan kita akan kasih Allah yang begitu besar. Kita diajak untuk semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pelayanan, sebagaimana semangat Legio Maria yang senantiasa setia meneladan Bunda Maria dalam ketaatan, kerendahan hati, dan pengabdian.
Sebagai Bidang Koinonia, kami mengajak seluruh anggota Legio Maria untuk menjadikan momen Natal ini sebagai kesempatan mempererat persekutuan, saling menguatkan dalam iman, serta menumbuhkan sukacita yang sejati—sukacita yang bersumber dari Kristus dan terpancar dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga perayaan Natal bersama ini membawa damai, harapan, dan semangat baru bagi kita semua dalam menjalani panggilan pelayanan ke depan, harapnya.
Acara ini dikemas dengan permainan game, tukar kado, dan makan bersama. ***
Sr. M. Fransiska FSGM




