Komisi Karya Misioner Indonesia (KMKI) Keuskupan Tanjungkarang mengadakan kegiatan Temu Animator dan Animatris Bina Iman Remaja (BIR) pada 23–24 Mei 2026 di Asilo Hermelink. Kegiatan ini menjadi wadah perjumpaan, refleksi, dan penguatan semangat pelayanan bagi para pendamping anak dan remaja dari berbagai paroki di Keuskupan Tanjungkarang. Sebanyak 48 peserta dari 24 paroki hadir mengikuti kegiatan ini. Dengan mengusung tema “One in Christ, United in Mission”, para animator dan animatris diajak untuk semakin bersatu dalam semangat pelayanan dan misi Gereja, khususnya dalam pendampingan anak dan remaja.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan makan siang bersama. Suasana penuh semangat langsung terasa lewat animasi dan jargon dari kakak-kakak TSOM serta para peserta dari masing-masing paroki. Acara pembukaan dilanjutkan dengan doa bersama dan sambutan dari Ketua Pelaksana, Vincen Simatupang. Dalam laporannya, Kak Vincen menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun relasi antar animator dan animatris, menumbuhkan jiwa pelayanan, serta mempersiapkan generasi muda menuju JAMNAS 2028 di Makassar.


Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Dirdios KMKI Keuskupan Tanjungkarang, RD. Pius Wahyo Adityo Raharjo. Dalam pengantarnya, Romo Pius mengajak para peserta untuk terus menghidupi semangat 2D2K: Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian. Beliau juga menegaskan bahwa misi bukan hanya tentang pergi jauh, melainkan kesediaan untuk keluar dari kepentingan diri sendiri demi melayani sesama dengan kasih.
Salah satu sesi yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah sharing dinamika BIR dari setiap paroki. Para peserta membagikan berbagai pengalaman pelayanan yang telah dijalankan di tempat masing-masing. Banyak kegiatan sederhana namun penuh makna telah dilakukan, seperti doa rosario bersama, kunjungan kepada lansia dan orang sakit, pelayanan liturgi sebagai lektor, pemazmur, dan misdinar, hingga aksi sosial berbagi sembako kepada masyarakat tanpa membedakan agama. Beberapa paroki juga membagikan kegiatan kreatif seperti Bible Camp, live in, rekoleksi, pentas seni, penghijauan lingkungan, olahraga bersama, hingga pengumpulan APP melalui celengan dari barang bekas.

Meski menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan pendamping, jarak antarstasi yang jauh, dan kesibukan anak-anak sekolah, semangat para animator dan animatris tetap menyala untuk mendampingi generasi muda Gereja. Kegiatan semakin hidup dengan sharing dari kakak-kakak Teens School of Mission (TSOM) Nasional yang membagikan pengalaman mereka selama mengikuti proses pembinaan hingga kegiatan nasional. Melalui TSOM, para peserta diajak melihat bahwa pelayanan bukan hanya soal kegiatan besar dan selebrasi, tetapi juga tentang proses pendampingan, pembentukan karakter, dan pertumbuhan iman kaum muda. Malam hari ditutup dengan refleksi dan renungan malam di sekitar api unggun yang dipimpin oleh Suster Adel HK. Dalam suasana hangat dan penuh keheningan, para peserta diajak kembali merefleksikan panggilan mereka sebagai pendamping anak dan remaja.

Hari kedua diawali dengan Perayaan Ekaristi Hari Raya Pentakosta yang dipimpin oleh RD. Pius Wahyo Adityo Raharjo bersama RD. Tripomo. Dalam perayaan tersebut, para animator dan animatris diajak menjadi pembawa “api pelayanan” bagi anak-anak dan remaja di paroki masing-masing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing Komitmen Temu Regio Sumatera oleh Kak Titis. Dalam sesi ini disampaikan berbagai arah gerak bersama menuju pendampingan anak dan remaja yang lebih kreatif, terarah, dan berkelanjutan menuju JAMNAS 2028.
Pada sesi berikutnya, Romo Pius juga mengajak setiap paroki mulai membentuk Teens School of Mission (TSOM) sebagai wadah pembinaan remaja yang lebih intensif dan berkelanjutan. Harapannya, melalui TSOM akan lahir generasi muda Katolik yang tangguh, kreatif, misioner, dan mampu menjadi penggerak pelayanan di paroki masing-masing.
Kegiatan Temu Animator dan Animatris BIR Keuskupan Tanjungkarang tahun 2026 ini ditutup dengan semangat baru, sukacita persaudaraan, dan komitmen bersama untuk terus menyalakan api pelayanan bagi anak dan remaja di seluruh Keuskupan Tanjungkarang.
“One in Christ, United in Mission” bukan hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga semangat bersama untuk terus berjalan dan melayani sebagai satu keluarga dalam Kristus.
R.A.Swani Pramesti







