Semakin Mengasihi Bunda Maria, Makin Peduli, dan Makin Bersaksi
Legio Maria Presidium Pohon Sukacita Kami Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang merayakan ulang tahunnya yang ke-2 dengan penuh sukacita. Dengan mengusung tema “Semakin Mengasihi Bunda Maria, Makin Peduli, dan Makin Bersaksi”, perayaan ini menjadi momentum untuk memperdalam devosi kepada Bunda Maria sekaligus meneguhkan komitmen pelayanan bagi Tuhan dan sesama.

Acara diawali dengan penyegaran rohani yang dibawakan oleh Sr. Miryam, HK. Dalam sesinya, Sr. Miryam menekankan bahwa tanda hati yang sungguh mencintai Maria tampak dari berdoa rosario yang dihayati dengan penuh iman dan cinta, bukan sekadar menyelesaikan butir demi butir doa. “Doa rosario harus menjadi ungkapan kasih yang tulus kepada Maria. Dengan doa itu kita belajar kesetiaan, kesederhanaan, dan kepedulian seperti yang diteladankan Bunda Maria,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya mendoakan orang lain tanpa diminta, termasuk mereka yang meninggalkan Gereja dan jiwa-jiwa di api penyucian.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Romo Yulianus Bambang. Dalam homilinya, Romo Bambang mengajak umat untuk setia dalam perkara-perkara kecil agar mampu setia pula dalam perkara besar. Ia juga menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, tetapi dari kepedulian kepada sesama, terutama mereka yang menderita. “Jika kita diberi berkat yang melimpah, pakailah itu untuk kemuliaan Allah,” pesan beliau.
Sambutan hangat juga disampaikan oleh Ketua Kuria, Bapak Suharyono, yang berharap agar presidium ini dapat terus bertumbuh dengan sumber daya yang baik sehingga semakin mampu mengembangkan relasi dengan diri sendiri, keluarga, sesama, dan terutama dengan Allah.
Kemeriahan acara semakin terasa lewat berbagai permainan yang diikuti oleh anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Beragam doorprize yang disediakan menambah semangat dan kegembiraan seluruh peserta.
Perayaan ulang tahun ke-2 ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa dengan semakin mencintai Bunda Maria, umat diajak untuk semakin peduli pada sesama dan berani bersaksi tentang kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.









R.A.Swani Pramesti



