Berita Keuskupan

Perayaan Syukur 50 Tahun SMP Xaverius 2 BDL

Panggung megah berdiri di tengah lapangan kompleks SMP Xaverius 2 Bandarlampung. Banyak orang pun berdatangan di pagi hari. Namun bukan untuk belajar di ruang kelas melainkan untuk merayakan pesta emas 50 tahun SMP Xaverius 2 Bandarlampung. Perayaan pesta emas ini bertepatan dengan peringatan wajib St. Fransiskus Xaverius dimana St. Fransiskus Xaverius merupakan pelindung SMP Xaverius 2 Bandarlampung. Sekitar 1200 umat yang terdiri atas tamu undangan, alumni, siswa-siswi SMP Xaverius 2 dan SMA Xaverius Bandarlampung, serta seluruh SDM Yayasan Xaverius hadir pada perayaan yang dirayakan pada Senin, 3 Desember 2019. Pesta emas 50 tahun ini mengambil tema Coloring the world thought diversity Perayaan ekaristi yang dipersembahkan langsung oleh pembina Yayasan Xaverius Tanjungkarang, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono dimeriahkan oleh iringan cetik dari SD Xaverius 3 Bandarlampung serta koor gabungan dari SMP Xaverius 2 Bandarlampung dan SMA Xaverius Bandarlampung. Perayaan Ekaristi berjalan secara hikmat. Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengatakan bahwa semangat yang berkorbar dari St. Fransiskus Xaverius, semoga tetap juga berkorbar dalam hati setiap kita yang ambil bagian dalam karya pendidikan, di sekolah yang mengambil namanya sebagai pelindung. Dalam perayaan ekaristi ini juga diresmikan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Yayasan Xaverius Tanjungkarang yang baru. Setelah perayaan ekaristi usai dilanjutkan acara kegiatan ramah tamah. Adapun acara pertama yaitu Tari Sigeh Penguten dari siswi SMP Xaverius 2 Bandarlampung. Sambutan-sambutan menjadi acara berikutnya diawali dengan sambutan dari Yohanes Dwi Adi, S.Pd selaku ketua pelaksana pesta emas 50 tahun SMP Xaverius 2 Bandarlampung. Selanjutnya ada sambutan dari Kepala SMP Xaverius 2 Bandarlampung, Martha Andriastuti, S.Pd. Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD Andreas Sutrisno memberikan sambutan berikutnya. Romo yang biasa dipanggil Romo Sutris ini mengucapkan terima kasih kepada SDM SMP Xaverius 2 Bandarlampung atas dedikasi yang telah diberikan selama 50 tahun. Mgr. Yohanes Harun Yuwono membawakan pantun dalam sambutannya. Sambutan dari Husni Thamrin, S.H., S.Sos., M.M selaku perwakilan Dinas Pendidikan Lampung menjadi penutup sesi sambutan pada acara ramah tamah. Penampilan dari siswa-siswi SMP Xaverius 2 Bandarlampung menyelingi sambutan-sambutan yang ada.Dilakukan pula pemberian cinderamata kepada Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, dan perwakilan dinas pendidikan Lampung . Pemotongan tumpeng dilakukan bersama sebelum makan siang bersama. Ketika waktu sudah menunjukan pukul 12.00, tiba saatnya untuk makan siang. Acara makan siang bersama menutup rangkaian kegiatan pada hari tersebut. Ditemui terpisah, Pak Dwi menjelaskan mengapa mengambil tema yang unik di pesta emas ini. “Sebagai permenungan atau hasil refleksi dari momen 50 tahun kehadiran SMP Xaverius 2 di bumi ruwai jurai”, jelasnya. Adapun pelbagai macam kegiatan yang ada dalam memeriahkan 50 tahun SMP Xaverius 2 Bandarlampung sebagai berikut jalan sehat, bakti sosial berupa pasar murah, kunjungan ke panti jompo, dan kunjungan ke Yayasan Pelita Kasih, sarasehan alumni, Lomba Xaverius Day tingkat SD, dan perayaan syukur 50 tahun SMP Xaverius 2 Bandarlampung. Norbertus Marcell Prayogi

Perayaan Syukur 50 Tahun SMP Xaverius 2 BDL Read More »

Oleh-oleh Sidang KWI: Orang Katolik Menjadi Inisiator Perekat

Tanjungkarang – Dalam rangka sosialisasi hasil sidang KWI 2019, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, mengundang para imam yang berkarya di keuskupan untuk mengadakan studi bersama. Selain para imam, uskup juga mengundang para biarawan-biarawati yang berkarya di keuskupan, juga perwakilan pengurus dewan pastoral paroki/unit paroki. Pertemuan ini diadakan di aula Wisma Albertus, Pahoman, Tanjungkarang pada Selasa (19/11/19). Hadir juga beberapa perwakilan dari PMKRI, WKRI, Pemuda Katolik, kelompok SSV, PDKI, institusi sekolah, Bimas Katolik dan kelompok-kelompok lainnya. Dalam kesempatan ini, pada sesi pertama, Mgr Harun menyampaikan apa yang menjadi studi para uskup Indonesia. Dokumen pertama yang dipelajari bersama adalah Deklarasi Abu Dhabi. Bapak uskup berpesan agar dokumen itu tidak hanya diketahui umat katolik, tetapi semua orang dari agama-agama lain. Beberapa point penting dari dokumen itu misalnya bahwa setiap orang beragama diajak untuk membangun perdamaian. Perdamaian itu diusahakan misalnya dengan tidak lagi memakai kata minoritas untuk menyembut kelompok agama tertentu yang jumlahnya kecil. PBNU beberapa waktu yang lalu juga sudah sepakat tidak menggunakan kata ‘kafir’ untuk menyebut mereka yang tidak seagama atau sepaham. Lebih jauh bapak uskup menegaskan bahwa dokumen itu sudah seharusnya bukan hanya kesepakatan dikalangan atas para pemimpin agama, tetapi juga dilaksanakan oleh seluruh lapisan umat beriman. Dokumen itu juga mengajak semua orang untuk saling bekerjasama, dengan siapapun tanpa memandang golongan, agama, kepercayaan, dan sisi-sisi lainnya. Orang lain menjadi saudara dan bukan menjadi musuh. Bapak uskup berpesan bahwa umat katolik bisa mempunyai peran sebagai perekat diantara berbagai perbedaan yang ada. Umat katolik tidak boleh tinggal diam, apalagi menjadi pemecah dari perdamaian dan persaudaraan. Dalam berbagai kegiatan besar yang bersifat umum, orang-orang katolik diajak untuk ikut ambil bagian berperan serta aktif. Orang katolik menjadi inisiator perdamaian dimanapun dan kapan pun. (ed.mrjo.com)

Oleh-oleh Sidang KWI: Orang Katolik Menjadi Inisiator Perekat Read More »

Andromeda’19, Temu Remaja Katolik Se-Bandarlampung

Suara riuh memecahkan heningnya pagi Sabtu, 26 Oktober 2019. Sang fajar belum sepenuhnya bangun dari tidurnya. Namun, para peserta sudah mulai berdatangan dan melakukan registrasi di gerbang SMP Xaverius 4 Bandarlampung. Peserta datang dan meletakan barang bawaanya di tempat yang telah disediakan. Para peserta pun telanjang kaki dan berjalan menuju venue utama Gedung Serba Guna (GSG) Xaverius Way Halim. Sebelum masuk ke dalam GSG para peserta diarahkan untuk melihat kelompok apakah dia. Tepat pukul 07.00, MC memulai acara temu remaja Katolik Se-Bandarlampung yang berjumlah 375 peserta ini dengan ceria. Para peserta pun diperkenankan untuk berkenalan dengan satu sama lain dalam kelompok tersebut sehingga terjalinlah rasa persahabatan diantara mereka semua. Para peserta sangat antusias sambil tertawa bersama-sama dengan peserta lain. Tak afdol namanya jika sebuah acara tidak terdapat misa. Oleh karena itu, pada pukul 08.15, diadakan misa untuk memulai acara dipersembahkan langsung oleh Uskup Keuskupan Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan didampingi oleh 2 romo selebran diantaranya RD. Bernardus Budi selaku Dirdios KKI dan RD. Andreas Sunaryo selaku pemberi materi. Perayaan ekaristi berjalan dengan hikmat. Ditemui seusai perayaan ekaristi, Mgr. Yohanes Harun Yuwono berharap pertemuan remaja diadakan rutin baik di paroki maupun antarparoki. “Jika anak-anak atau OMK aktif maka Gereja akan hidup.”, tambah Uskup Keuskupan Tanjungkarang ini. Selanjutnya, ada sesi ice breaking dimana pada sesi ini bertujuan untuk saling mempererat persahabatan diantara peserta dan berdinamika bersama. Setelah itu, Romo Andre pun memulai penyampaian materi mengenai Semangat Misioner. Dalam materi tersebut juga terdapat self healing.  Namun, sebelum itu, ada suprise dari panitia dan OMK karena pada saat itu Romo Andre sedang berulang tahun. Ketika matahari sudah berada tepat diatas kepala, para peserta menyantap makan siang sebelum melanjutkan aktivitas. Materi 2D2K yang merupakan semangat dari SEKAMI tak luput dari materi yang disampaikan pada siang itu. Materi 2D2K disampaikan oleh mantan Dirdios KKI Papua, Sr. M. Xaveria, FSGM. Para peserta pun diminta untuk melaksanakan semangat SEKAMI yaitu Derma. Acara belum usai, acara outbond menjadi kegiatan selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan para peserta dan melatih kekompakan. Pada pukul 17.00, para peserta kembali berkumpul dan mamiri sejenak serta melakukan sedikit evaluasi. Setelah itu para peserta pulang kerumahnya masing-masing. Felicia Natalie Cerin peserta yang berasal dari Paroki Katedral Kristus Raja berharap acara serupa dapat diadakan dikemudian hari. Untuk foto kegiatan dapat dilihat di  Norbert Marcell  

Andromeda’19, Temu Remaja Katolik Se-Bandarlampung Read More »

GEREJA SEBAGAI RUMAH BAGI MEREKA YANG TERASING

Catatan Pertemuan KKPPMP Keuskupan dan JPIC Kongregasi Regio Sumatera Belitung,11 Oktober 2019 Keprihatinan dan seruan Paus Fransiskus yang terangkum dalam Buku Arah Pastoral Perdagangan Manusia menjadi inspirasi bagi para penggiat Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan dan Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Kongregasi Regio Sumatera dalam pertemuan di Belitung, 8 – 11 Oktober 2019. Pertemuan ini mencuatkan kesadaran bahwa Gereja harus mengembalikan martabat manusia yang hilang atau rusak akibat perdagangan manusia. Paus Fransiskus menandaskan bahwa “perdagangan manusia adalah luka yang menganga di tubuh masyarakat masa kini, menjadi bencana bagi tubuh Kristus”. Tokoh orang Samaria dari Lukas 10: 25 – 37 mengingatkan Gereja untuk menghadirkan wajah Kristus pada korban, terlibat bersamaNya menghentikan setiap tahap perdagangan manusia. Pertemuan KKPPMP Keuskupan dan JPIC Kongregasi se Regio Sumatera berkomitmen bekerja bersama dalam jaringan dengan rekomendasi sebagai berikut : Keputusan orang termasuk umat Katolik untuk mencari pekerjaan merupakan motif dominan di balik alasan orang untuk berpindah atau melakukan migrasi. Untuk itu Gereja Katolik perlu memberikan perhatian bagi umat yang rentan terhadap kemungkinan eksploitasi. Pemetaan kelompok rentan harus dan penting dilakukan. Pendampingan khusus kepada para remaja harus dilakukan sebagai upaya pencegahan melalui kampanye anti perdagangan orang melalui berbagai institusi pendidikan secara berjenjang. Perhatian khusus perlu diberikan kepada keluarga-keluarga Katolik yang melakukan migrasi ke berbagai daerah di Indonesia maupun luar Indonesia untuk mencegah dampak lanjut terhadap keluarga rentan yang melakukan migrasi. Perhatian yang sama juga harus diperhatikan pada keluarga yang ditinggalkan oleh anggota keluarga yang bermigrasi. Mengingat sulitnya menangani kasus perdagangan orang di fase hilir, khususnya di daerah tujuan maupun transit, maka upaya untuk pencegahan perlu dilakukan sejak dini di berbagai daerah atau keuskupan asal. Untuk itu peran para pastor paroki sangat diharapkan untuk turut mendidik dan memberikan wawasan kepada umatnya yang rentan. Pastor paroki juga diharapkan untuk melakukan pendataan umat secara berkala melalui sistem administrasi gereja yang sudah ada, sehingga fenomena migrasi bisa dibaca secara jelas pada level paroki. Dokumen administrasi Gereja merupakan instrument pendukung di peradilan, khususnya untuk melengkapi kelemahan sistem administrasi kependudukan pemerintah. Fenomena migrasi para pencari kerja yang rentan untuk dieksploitasi membutuhkan kajian-kajian serius. Untuk itu masing-masing keuskupan di Indonesia harus memberikan perhatian terhadap fenomena ini, menyiapkan tenaga pastoral dalam bidang migrasi yang kompeten dan mempelajari kajian migrasi secara serius, agar fenomena ini bisa dibaca dan disosialisasikan dengan baik, sesuai konteks lokal secara utuh dan diantisipasi dampak negatifnya. Mengingat tingginya angka pencari kerja, dan kebutuhan pasar kerja yang berubah dengan cepat maka Gereja Katolik diharapkan terlibat merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) baik yang sudah ada, maupun BLK yang baru akan terbentuk agar sesuai dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi mereka. BLK dapat dibentuk di daerah transit maupun di daerah asal. Hari-hari mendatang dunia akan mengalami kemungkinan resesi global. Krisis di berbagai tempat memicu orang untuk melakukan migrasi karena berbagai sebab. Gereja Katolik perlu mempersiapkan diri untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, dengan tetap membawa kabar gembira bagi mereka yang kehilangan harapan dan tersesat ketika melakukan migrasi. Solidaritas perlu dibangun bersama-sama, dan Gereja  menjadi rumah bagi semua yang terasing.   Belitung, 11 Oktober 2019   Chrisanctus Paschalis Saturnus Koordinator KKPPMP Regio Sumatera  

GEREJA SEBAGAI RUMAH BAGI MEREKA YANG TERASING Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top