Dalam rangka menyambut Perayaan Natal Oikumene yang akan dilaksanakan pada Januari mendatang, Panitia Natal Oikumene menyelenggarakan kegiatan bakti sosial sebagai salah satu rangkaian acara. Pada perayaan Natal Oikumene tahun ini, Keuskupan Tanjungkarang dipercaya menjadi tuan rumah (host) pelaksanaan kegiatan tersebut.
Bakti sosial ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus wujud nyata kepedulian dan kasih kepada sesama. Kegiatan ini menyasar tiga lokasi, yang mencerminkan semangat pelayanan dan persaudaraan, baik di lingkungan Gereja maupun dalam relasi lintas iman.
Kegiatan bakti sosial diawali dengan kunjungan ke Pelita Kasih, yang dikelola oleh para suster ALMA. Dalam suasana penuh kehangatan, para suster menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan.
“Terima kasih atas bantuannya. Pelita Kasih ini milik kita bersama, dan kami yang berada di sini hanyalah pengelola. Kehadiran Romo, Bapak, Ibu, dan para Suster sungguh sangat membantu dan menguatkan kami,” ungkap para suster.
![]()
Titik bakti sosial berikutnya adalah Rumah Kasih, sebuah rumah jompo yang menjadi tempat pelayanan bagi para lansia. Kehadiran panitia dan rombongan membawa sukacita tersendiri bagi para penghuni. Melalui perhatian dan bantuan yang diberikan, semangat Natal dihadirkan sebagai tanda kepedulian Gereja terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
![]()
Sebagai penutup rangkaian bakti sosial, panitia mengunjungi Pondok Pesantren Al Hikmah. Kunjungan ini menjadi ungkapan nyata semangat Natal Oikumene, yang mengedepankan persaudaraan, kasih, dan saling menghormati antarumat beragama. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kasih sekaligus doa, agar Pondok Pesantren Al Hikmah semakin menjadi berkat bagi banyak orang, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan pendidikan bagi anak-anak.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah menyambut baik kegiatan tersebut dan mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan yang dilakukan.
“Alhamdulillah, terima kasih. Pada hari ini kita bisa menjalin satu kasih. Ini merupakan hal yang luar biasa. Saya bersyukur dan sangat senang dengan pertemuan seperti ini, karena menunjukkan bahwa hubungan yang baik selalu bisa dijaga dan mampu menumbuhkan persatuan,” ungkap Bapak Kyai.
![]()
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Perayaan Natal Oikumene tidak hanya menjadi perayaan iman secara liturgis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata kasih dan kepedulian di tengah masyarakat. Diharapkan, semangat Natal Oikumene ini semakin meneguhkan komitmen bersama untuk terus membangun persaudaraan, persatuan, dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
R.A.Swani Pramesti


