Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 : One in Christ, United in Mission
Dalam rangka memperingati Hari Anak Misioner ke-183 yang jatuh pada 4 Januari 2026, Gereja mengajak anak-anak dan remaja Katolik untuk semakin menyadari panggilan mereka sebagai bagian dari perutusan Gereja sejak usia dini. Pada perayaan Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 ini, seluruh anak dan remaja Katolik diajak untuk melangkah bersama dalam satu irama iman dan perutusan. Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) menetapkan tema “One in Christ, United in Mission”, sebuah tema yang diadopsi dari perayaan 100 tahun Hari Minggu Misi Sedunia yang dicetuskan oleh Paus Leo XIV. Tema ini menegaskan bahwa anak-anak bukan hanya dipanggil untuk mengenal Kristus, tetapi juga diajak untuk terlibat secara aktif dalam misi-Nya bagi dunia, sesuai dengan kemampuan dan konteks kehidupan mereka. Perayaan Hari Anak Misioner ke-183 di Paroki Ratu Damai Teluk Betung berlangsung dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan. Ada 80 peserta yang terdiri dari BIR dan OMK dari Stasi Teluk Betung dan Stasi Panjang ambil bagian dalam kegiatan ini. Acara diawali dengan animasi bersama yang membangun suasana akrab dan gembira, dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Romo Paroki Ratu Damai, RD. Robertus Michael Nopen Saputro, yang mengajak anak-anak dan orang muda untuk terus menumbuhkan semangat misioner dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang menarik tentang sejarah dan makna Karya Misi Kepausan, yang disampaikan oleh Ibu Retha, selaku perwakilan KMKI Keuskupan Tanjungkarang. Melalui materi ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa karya misi Gereja bukan hanya milik para misionaris, tetapi merupakan panggilan seluruh umat beriman, termasuk anak-anak dan remaja. Perayaan Hari Anak Misioner ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peserta. Anak-anak dan orang muda semakin didorong untuk menghidupi semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian) serta motto “Children Helping Children”, sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih bagi sesama di lingkungan sekitar mereka. Tak hanya itu, suasana sukacita semakin terasa ketika perayaan diakhiri dengan kegiatan tukar kado bersama, yang menambah keindahan berbagi dan kebersamaan dalam semangat persaudaraan. Dengan doa, sikap berbagi, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian memberi kesaksian sederhana dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak mengambil bagian nyata dalam misi Gereja yang satu dan universal. Dalam semangat ini, misi tidak dipahami sebagai tugas yang berat, tetapi sebagai ungkapan kasih yang dibagikan bersama. Penulis : Veronica Natasya Editor : R.A.Swani Pramesti
Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 : One in Christ, United in Mission Read More »

