komsos tanjungkarang

Renungan Harian, Jumat Biasa XV

Bacaan: Matius 12:1-8 Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat 12:1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. 12:2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” 12:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 12:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? 12:5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? 12:6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. 12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. 12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Renungan Lapar akan sabda Tuhan Diskusi Yesus dan orang Farisi hari ini berkaitan dengan hukum hari sabat dimana orang Yahudi tidak boleh melakukan aktivitas berat, termasuk memetik gandum. Diakhir diskusi Yesus menekankan bahwa ‘Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat’. Bisa jadi orang Farisi mengerti akan semua itu, tetapi sangat besar kemungkinan mereka tidak menerima dan merasa tersinggung, seperti dalam kisah lainnya. Kita bisa merenungkan tentang mengapa para murid memetik gandum pada hari itu. Diterangkan dalam Injil bahwa mereka lapar, maka kemudian memetik gandum untuk dimakan. Entah sabat atau tidak sabat, jika lapar memang setiap orang perlu makan untuk bertahan hidup. Hidup menjadi jauh lebih penting dari ‘sekedar’ hukum boleh tidak boleh bekerja pada sabat. Jika tidak ada hidup, maka juga tidak ada sabat. Makan bulir gandum adalah untuk mempertahankan hidup jasmani, memelihara tubuh supaya tetap bisa hidup normal dan baik. Itu yang dilakukan para murid, mempertahankan hidup jasmani. Dan Yesus mengamini itu, setiap manusia perlu memelihara hidup jasmani mereka. Karena hanya dengan jasmani yang sehat maka kehidupan lainnya juga akan lebih baik, termasuk mentaati hukum. Jika bulir gandum sangat penting untuk jasmani, apakah tubuh rohani kita juga tidak perlu ‘bulir gandum’? Apakah kita tidak lapar akan ‘bulir gandum rohani’? Jika kita tidak punya rasa lapar seperti para murid, bisa jadi ternyata hidup kita kering. Memang tidak mati, tetapi juga tidak berkembang apalagi menghasilkan buah. Lapar akan ‘gandum rohani’ menjadi tanda dahsyat bahwa manusia rohani kita berkembang. Doa: Tuhan, semoga aku mampu memelihara hidup jasmani dan rohaniku dengan tepat. Amin.  

Renungan Harian, Jumat Biasa XV Read More »

Seputar Ekaristi: PARTISIPASI UMAT BERIMAN DALAM EKARISTI

Partisipasi secara sadar dan aktif sudah menjadi hakekat liturgi sendiri (SC 14). Partisipasi itu juga mengalir dari imamat umum kaum beriman, yang bersama dengan imamat jabatan menurut caranya masing-masing mengambil bagian dalam satu imamat Kristus (LG 10). Namun partisipasi tersebut dilaksanakan sesuai dengan tugas atau perannya masing-masing menurut hakekat perayaan dan kaidah-kaidah liturgi (SC 28). Partisipasi kaum awam dalam Perayaan Ekaristi dan perayaan liturgi lainnya tidak boleh merupakan kehadiran fisik melulu, apalagi kehadiran pasif, melainkan merupakan keikutsertaan penuh khidmat dan aktif (SC 48). Bagaimana bentuk partisipasi kaum awam dalam perayaan Ekaristi? RS 39 memberikan beberapa contoh pembaruan yang dicanangkan KV II demi partisipasi aktif dari umat beriman itu: melalui berbagai aklamasi, jawaban-jawaban tertentu, lagu-lagu mazmur, antifon dan kidung; gerak-gerik dan tindakan tertentu, waktu hening dan berbagai rubrik untuk peranan umat. Bagian-bagian Perayaan Ekaristi seperti pernyataan tobat, madah kemuliaan, syahadat, doa umat, dan doa Bapa Kami juga merupakan bagian yang dibawakan oleh seluruh umat (bdk. PUMR 36). Demikian pula agar umat tersapa dan bisa ikut ambil bagian dalam apa yang dirayakan selama Ekaristi berlangsung, diberikan kemungkinan: penyesuaian pemilihan lagu, doa-doa, dan bacaan-bacaan, melalui homili, doa umat, penjelasan-penjelasan sewaktu-waktu, dekorasi gedung gereja sesuai dengan masa liturgi. Meski perayaan liturgi menuntut partisipasi aktif semua umat beriman, itu bukan berarti bahwa seolah-olah setiap orang harus wajib melaksanakan tugas khusus dalam perayaan liturgi (RS 40). Hadir sebagai umat dengan terlibat dalam seluruh perayaan secara sadar dan aktif sudah merupakan partisipasi yang penuh. Ibadat harian dan berbagai devosi sangat ikut membantu, memupuk, dan memperdalam partisipasi umat beriman dalam perayaan litrugi (RS 41). Beberapa bidang pelayanan kaum awam dalam Perayaan Ekaristi: Sebaiknya diusahakan semakin banyak umat atau kaum awam yang bisa ikut terlibat dalam berbagai tugas pelayanan liturgi (bdk. RS 43). Gereja mendukung adanya tugas liturgi: para misdinar dan lektor, pelayan komuni tak lazim (di beberapa keuskupan dipakai istilah ‘prodiakon’) meski dengan tambahan tugas yang ditentukan oleh uskup, serta fungsi-fungsi lain dalam bidang pelayanan liturgi. Meski sangat dianjurkan untuk mempertahankan pelayanan altar oleh anak laki-laki, tetaplah diberi kemungkinan untuk keterlibatan anak-anak perempuan untuk pelayanan altar (RS 47). Perlu dihindari ‘klerikalisasi’ awam dalam bidang-bidang liturgi, ataupun sebaliknya para pelayan tertahbis malah melaksanakan bagian yang khas dari hidup dan kegiatan kaum awam (awamisasi klerus) (RS 45). Awam yang dipanggil dan dipilih untuk pelayanan liturgi hendaknya memiliki hidup iman dan moral yang baik, setia pada ajaran Gereja, nama baik di kalangan umat, dan hendaklah dilatih dan dipersiapkan dengan baik (RS 46) -YDW-

Seputar Ekaristi: PARTISIPASI UMAT BERIMAN DALAM EKARISTI Read More »

Ilustrasi: tetap bahagia meski berbeban berat

Renungan Harian, Kamis Biasa XV

Bacaan: Matius 11:28-30 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Renungan The Power of Berserah Amin dan benar adanya apa yang Tuhan Yesus katakana hari ini. Ia mengundang semua orang datang kepada-Nya. Tidak hanya itu, Ia member kelegaan dan ketenangan. Hanya di dalam Dia maka hidup kita akan menjadi ringan dan indah. Yang perlu kita lakukan hanyalah memenuhi undangan-Nya dan berserah pada-Nya. Berserah berarti kita mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Bukan dalam arti kemudian kita tidak melakukan apapun. Tugas, kewajiban, dan panggilan manusiawi kita tetap menjadi hidup harian kita. Berserah berarti kita menjalankan rutinitas hidup kita seperti biasa namun disertai dengan keyakinan Allah yang mendampingi. Berjuang sekuat tenaga tetapi kemudian meletakkan semua perjuangan itu pada Tuhan yang punya rencana atas hidup kita. Apa untungnya kita? Ada banyak sekali. Dengan berserah, beban berat dan rasa letih lesu tidak membuat kita habis, tetapi justru mendapat kelegaan. Dengan berserah, jiwa kita yang kacau kalut tak menentukan akan mendapatkan ketenangan. Bukankah itu yang selalu kita rindukan: meski menghadapi berbagai persoalan tetapi tetap damai? Hanya berserah kepada-Nya kita akan mampu mengalami itu. Setelah itu baru kita juga berlaku yang sama, memberi rasa lega dan damai kepada orang lain. Ketika ada persoalan, kita menjadi bagian yang meringakan, bukan justru memberatkan. Jika ada perpecahan, kita menjadi pendamai, bukan justru penambah perpecahan. Doa: Tuhan, semoga hatiku menjadi seperti hati-Mu, tanganku menjadi seperti tangan-Mu, kakiku menjadi seperti kaki-Mu, mata dan mulutku menjadi seperti mata dan mulut-Mu. Amin  

Renungan Harian, Kamis Biasa XV Read More »

Renungan Harian, Rabu Biasa XV

Bacaan: Matius 11:25-27 Ajakan Juruselamat 11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Renungan Mencari dan menemukan Allah Setiap manusia mempunyai kerinduan terdalam untuk bersatu kembali dengan Allah, Sang penciptanya. Hanya saja ada yang menyadarinya dengan cepat, ada pula yang tidak menyadari kerinduan terdalam itu. Manusia rindu untuk kembali ke Sang Pencipta, asal dan tujuan segala sesuatu. Kerinduan itulah yang memampukan manusia untuk terus memaknai hidupnya. Seluruh perjalan hidup manusia sesungguhnya penuh dengan makna. Hanya saja sering kali manusia lari dari dirinya sendiri, manusia bahkan tidak mengerti akan dirinya. Mencari dan menemukan Allah menjadi usaha yang terus menerus dilakukan oleh manusia. Tidak jarang hanya mengandalkan kemampuan berpikir dan merasanya untuk menemukan Allah. Namun demikian, tentu tak cukuplah akal manusia disatukan untuk mengerti sepenuhnya tentang Allah. Ia adalah yang mahadahsyat, yang terlalu tinggi untuk didaki, yang terlalu dalam untuk diselami, yang terlalu luas untuk ditelusuri. Tetapi meski demikian, Allah yang Mahakuasa itu membiarkan diri dikenal oleh manusia. Ia mampu menjumpai manusia, tetapi manusia sudah pastilah tidak sanggup berhadapan dengan-Nya. Maka Ia mengutus Putera-Nya untuk menyapa dan menjumpai manusia. Lewat Putera-Nya manusia mampu mengerti, berkomunkasi, dan mengimani Allah yang hadir dalam sejarah kehidupan. Ia sungguh nyata ada, dan keberadaan-Nya melampaui segala sesuatu. Iman kepada Kristus menjadi tanda nyata iman kepada Allah. Mengenal kasih Kristus berarti mengenal kasih Allah. Mengikuti-Nya berarti mengikuti Allah. Tidak mudah untuk mengerti secara penuh, dan tidak mungkin. Kecerdasan yang kita miliki mari kita gunakan untuk secara lebih dalam mengenal Allah lewat Yesus Kristus. Tetapi kecerdasan itu perlu dibarengi dengan sikap kerendahan hati, karena hanya dengan hati lah kita mampu merasakan Allah yang hadir, yang tidak bisa mencukupi diterangkan dengan kata-kata belaka. Mencari dan menemukan Allah adalah kerinduan mansuia. Tetapi sebenarnya Allah sudah lebih dahulu menemukan dan mencintai manusia. Doa: Tuhan, semoga aku mampu mencintai Engkau dengan berani mencintai sesama. Amin. -YDW-   ALTRNATIF RENUNGAN HARIAN *Rabu 17 Juli 2019* HARI BIASA PEKAN BIASA XV TAHUN C/1. Warna Liturgi : Hijau. Bacaan Pertama : Kel. 3:1-6,9-12. Mazmur Tanggapan : Mzm. 103:1-2,3-4,6-7. R: 8a. Bait Pengantar Injil : Mat. 11:25. Bacaan Injil : Mat. 11:25-27 Bacaan Ofisi : 2Sam. 6:1-23. ■ *RESI, Rabu 17Jul19* [Renungan Singkat] Dehonian bersama Bruder Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat – Novisiat Gisting, Lampung, Indonesia. _Audio Link_ : https://1drv.ms/u/s!Ap_h6oNm2s7-k1UgZ2L4Muww1kuq?e=elHWdx ■ *DAILY FRESH JUICE, Rabu 17Jul19* – _Aku Bersyukur kepada-Mu, Ya Bapa _ – bersama Sandy Kusuma dari Jakarta. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1fhNBV2rbTTT0bv8g8P9CYdfwv…/view… ■ *PELITA HATI, Rabu 17Jul19* bersama RP Thomas Suratno SCJ dari Gereja St. Stefanus, Paroki Cilandak, Jakarta Selatan. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1fiQSy8qyRr9F4dD9xCeoatFvV…/view… ■ *SIRAMAN ROHANI, Rabu 17Jul19* bersama RP Fredy Jehadin SVD di Seminari Tinggi Bomana, Keuskupan Agung Port Moresby, Papua New Guinea. – Tema : _*Rendah Hati Dan Terbuka Mendengarkan Suara Tuhan!*_ _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1fcokuReFu2l78SR5d2dMGojgL…/view… ■ *RENUNGAN HARIAN, Rabu 17Jul19* bersama RD Antonius Suhardi Antara dari Gereja Ibu Teresa, Paroki Cikarang – Keuskupan Agung Jakarta. _Audio Link_ : https://1drv.ms/u/s!AntJWNCMXC3Wj1z-YVZbGOw4OLLH?e=TXRfyL ■ *SABDA KASIH* – Renungan Harian Katolik – *Rabu 17Jul19* bersama RP GobinDD SVD dari Filipina ~ *TUHAN MEMBUTUHKAN KETULUSAN HATI KITA!* _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1fthlX0GK4MUg9OoyzBLy1WkQB…/view… ■ *PANGLIMBANG LIMANG MENIT* – Audio Renungan Harian Bahasa Jawa – *Rabu 17Jul19* – bersama Bruder Antonius Mungsi O.Carm. dari Malang. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1fxgXASlQMmcHoDg3sZ1LQBdDs…/view… ■ *LA PORTA – Siaran Harian Rohani* – *Rabu 17Jul19* – _MENGENALI TUHAN_ – bersama RP Ambros SDB – Wisma Salesian Don Bosco, Sunter Jaya, Jakarta Utara. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1g-NTW7g06oI1xF-SZjKBBg7HS…/view… ■ *LA PORTA – English Version* – Reading and Meditation on the Word of God – *Wednesday of the 15th week of ordinary time, July 17, 2019* – Theme: _RECOGNIZING GOD_ ~ By Sister Marivic FMA. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1g3X4Dog-GZY2y3NuG6dMvhuzT…/view… ■ *Bacaan Injil dengan tembang Bahasa Jawa* ~ PIWULANG SANG GURU SEJATI ING TEMBANG MACAPAT PUPUH GAMBUH – Waosan Dinten Rabu Pon, 17 Juli 2019 – Mangsa Lumrah XV. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1g5tTBEwnQXjSk4TK9dyRrx4rM…/view… ■ *MUTIARA PAGI, Rabu 17Jul19* bersama RP Agustinus Malo CSsR dari Waingapu, Sumba, Nusa Tenggara Timur, Keuskupan Weetebula. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1g6kwMlenYW6jcw8zVIpbQWivN…/view… ■ *DAILY REFLECTION* – Refleksi Harian dari *LUMEN 2000 INDONESIA* – Rabu 17Jul19 – Title : _*AJAKAN JURU SELAMAT*_. _Audio ini juga disiarkan melalui lebih dari 50 stasiun radio di Indonesia_. _Audio Link_ : https://lumen2000.org/daily-reflection ■ *SSL – Siraman Sabda Ledalero, Rabu 17Jul19* – Senandung Ucap dari Seminari Tinggi Santo Paulus di Ledalero, NTT. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1g8tdCd_CNYOWFai6uzXGENmLn…/view… ■ *KUPI ROHANI* , Renungan Keuskupan Keningau, Sabah, Malaysia. – *Rabu 17Jul19* Oleh : Father Francis Dakun – St. Peter College, Kuching. Tajuk : _*Yesus anugerah besar untuk kita*_. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1gOM4mV06GX1AgbKowWlY2hgvQ…/view… ■ *SEROJA – Renungan Harian Rabu 17Jul19* – SEhat ROhani JAsmani bersama RD Antonius Garbito Pamboaji dari Paroki St. Fransiskus Asisi, Sukasari, Keuskupan Bogor. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1gJChQpzZ8w4Zfij3oYeA6WYha…/view… ■ *VERBO DIVINO, Rabu 17 Juli 2019* bersama RP Ramlan Sihombing SVD dari Amazone, Brasil. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1gU8Yx8tubMNqKGn-kopY3TgqG…/view… ■ *RELUNG KASIH PAGI, Rabu 17Jul19* – bersama RP Martinus Gunawan Wibisono O.Carm. dari Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Keuskupan Agung Medan – Tema : _INDAH SEMUANYA_. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1gQ9ywhjIGlvW6N3tL0ACPQUZf…/view… ■ *Rabu 17Jul19* – *Audio Renungan Harian* bersama RP Yulius Sudharnoto O.Carm. dari Marian Centre Indonesia di Tomang, Jakarta Barat. _Audio Link_ : https://drive.google.com/…/1gUs_m7Kt8mI3r1Utl0WuzgYO5…/view… ■ Audio Visual – _*DAILY BIBLE READINGS*_ ~ Bacaan Harian Dalam Bahasa Inggris – *Rabu / Wednesday 17 Juli 2019 of CATHOLIC MASS*. _Audio Visual Link_ : https://youtu.be/d3fKSaj9L6s ■ *CAFE ROHANI* – Rabu 17 Juli 2019 – Disajikan oleh *_Karmel Media Malang*_. _Video Link_ : https://youtu.be/gO7v4D3CIgg [ Anda juga dapat mendengarkannya di radio.karmelindomedia.com ] ■ *Rabu 17 Juli 2019 – VIDEO RENUNGAN HARIAN* Gereja Maria Bunda Karmel, Paroki Tomang, Jakarta bersama RP Andreas Dedy Purnawan P. O.Carm. _Video Link_ : https://youtu.be/Bdz9I7mspT0 ■ *HIDUP TV* mempersembahkan : *OASE ROHANI KATOLIK* – Edisi Tanggal *17 Juli 2019* – bersama RM. YOHANES LEONARDUS WISNU AGUNG, MSC dan ANGELICA LUCYANA. Bacaan Liturgi Rabu 17 Juli 2019 :

Renungan Harian, Rabu Biasa XV Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top