Keuskupan Tanjungkarang

Renungan Harian, Selasa Biasa XXI

PW St. Monika Bacaan: Lukas 7:11-17 Yesus membangkitkan anak muda di Nain 7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” 7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” 7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. Renungan Allah yang selalu peduli Tidak pernah mudah meyakinkan orang yang sedang kesusahan bahwa Allah itu adalah Allah yang selalu peduli kepada kita. Orang yang sedang kesusahan tidak jarang semua perhatiannya hanya tertuju kepada apa yang kelihatan. Maka seringkali iman pun juga tidak banyak berbicara. Tetapi ada begitu banyak orang yang mempunyai pengalaman iman yang mendalam tentang Allah yang selalu peduli pada hidupnya. Pengalaman pribadi menjadi kunci utama untuk sampai pada pengalaman iman itu. Kisah Yesus yang membangkitan anak muda yang mati ini menjadi cara khas Yesus untuk mau tergerak hati kepada mereka yang lemah dan menderita. Satu-satunya harapan masa depan hidup janda itu adalah anaknya ini, karena dia sudah tidak bersuami. Ketika harapan satu-satunya mati, maka sudah -pastilah mati juga hidup janda itu, ia tidak punya jaminan hidup. Janda yang ditinggal mati anak laki-laki satu-satunya itu menjadi gambaran orang yang paling lemah. Yesus hadir disana. Ia yang pertama berinisiatif untuk mendekat dan menyentuh pribadi itu. Janda itu bahkan tidak digambarkan sebagai orang yang kuat dan tegar. Untuk memohon kepada Yesus pun ia sudah tak sanggup. Ia hanya diam dan tidak sepatah katapun ia ucapkan. Tetapi Yesus yang melangkah dan ‘mengabulkan’ permintaan janda itu yang tak terucapkan. St. Monika juga menjadi gambaran orang-orang yang lemah tetapi dengan penuh kesabaran ia memohon doa bagi anaknya, Agustinus. Bisa jadi st Monika seperti sudah tidak bisa berkata-kata lagi akan doa permohonannya. Tetapi ia dengan tekun berdoa bagi yang sang putra. Doanya pun didengarkan Allah. Doa: Tuhan, semoga aku tidak pernah bosan untuk berdoa kepada-Mu. Amin.  

Renungan Harian, Selasa Biasa XXI Read More »

Perubahan Tempat dan Perangkat Kerja

Pringsewu – Bersamaan dengan peristiwa tahbisan 10 imam dan 1 diakon, di Gereja St. Yusuf Pringsewu pada 20 Agustus 2019, sekretaris Keuskupan Tanjungkarang, RD Kornelius Anjarsi, mengumumkan beberapa perubahan dan mutasi tempat kerja dan jabatan dalam lingkungan perangkat kerja Keuskupan Tanjungkarang. Adapun salinan surat yang dibacakan adalah sebagai berikut: DAFTAR PENUGASAN / MUTASI BARU Berikut ini kami sampaikan Keputusan-KeputusanUskup Keuskupan Tanjungkarang, Bapak Uskup Yohanes Harun Yuwono, yang tertuang dalam masing-masing Surat Keputusan tentang perubahan atau peralihan tempat tugas baru beberapa imam petugas pastoral di Keuskupan Tanjungkarang yang akan mulai berlaku efektif per tanggal 01 September 2019. Dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor 208/SK/VII/2019 hingga Surat Keputusan Nomor 228/SK/VIII/2019 secara berurutan, Uskup Keuskupan Tanjungkarang memutuskan peralihan dan perubahan tempat tugas, serta pengangkatan dan tugas baru bagi: STEFANUS RUSWAN BUDI SUNARJO, MSF Dari tugas lama yaitu penjajakan untuk kerjasama antara Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) Propinsi Jawa dengan Keuskupan Tanjungkarang ke tugas baru sebagai Pastor Rekan di Paroki St. Yohanes Rasul – Kedaton; yang bersangkutan tinggal di rumah Komunitas MSF di Stasi Way Kandis. IGNATIUS SUPRIYATNO, MSF Dalam Kerjasama dengan Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) Propinsi Jawa, mendapat tugas sebagaI Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Tanjungkarang; yang bersangkutan tinggal di rumah Komunitas MSF di Stasi Way Kandis. YULIANUS BAMBANG CONDRO SAPTONO. Dari tugas lama sebagai Ekonom Keuskupanke tugas baru sebagai Ketua Pelaksana Pembangunan Rumah Retret atau Rumah Pembinaan Umbul Pelem – Pinang Jaya sekaligus sebagai Pastor Rekan di Paroki Ratu Damai Telukbetung. WOLFRAM SAFARI Dari tugas lama sebagai Pastor Rekan di Unit Pastoral St. Kristoforus – Bakauheni ke tugas baru sebagai Ekonom Keuskupan Tanjungkarang. AGUSTINUS SUDARYANTO Dari tugas lama sebagai Pastor Rekan Paroki Yohanes Paulus – Murnijaya ke tugas baru sebagai Pastor Kepala Paroki Yohanes Paulus – Murnijaya. YOHENES THEDENS TANA Dari tugas lama sebagai Pastor Rekan Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus – Metro ke tugas baru sebagai Pastor Rekan Paroki Yohanes Paulus – Murnijaya. BERNAT HARYANTO SILABAN Dari tugas lama sebagai Pastor Kepala Unit Pastoral St. Kristoforus – Bakauheni ke tugas baru sebagai Pastor Rekan Unit Pastoral St. Kristoforus – Bakauheni. Rm. PETRUS TRIPOMO Dari tugas lama sebagai Pastor Kepala Paroki Yohanes Paulus – Murnijaya ke tugas baru sebagai Pastor Kepala Unit Pastoral St. Kristoforus – Bakauheni. Rm. YOHANES BAPTIS WIDARMAN Dari tugas lama sebagai Pastor Kepala Paroki St. Andreas Rasul – Margo Agung ke tugas baru sebagai Pastor Rekan Paroki Keluarga Kudus – Sidomulyo. PHILIPUS SUROYO Dari tugas lama sebagai Pastor Rekan Paroki Ratu Damai –Telukbetung ke tugas baru sebagai Pastor Kepala Paroki St. Andreas Rasul – Margo Agung. YOHANES KURNIAWAN JATI Mendapat tugas baru sebagai Pastor Rekan di Paroki St. Yohanes Rasul – Kedaton BERNARDUS BUDI WIDIYATNO Dilepaskan dengan hormat dari tugas sebagai Direktur Diosesan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan (Dirdios KKI). MIRYAM, HK Diangkat sebagai Direktur Diosesan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Tanjungkarang (Dirdios KKI). FRANSISKUS XAVERIUS DISTA KRISTANTO Dari tugas lama sebagai Pastor Rekan Paroki St. Andreas Rasul – Margo Agung ke tugas baru  yaitu Kuliah di Universitas Multimedia Nusantara – Jakarta. GREGORIUS SURIPTO Mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang; yang bersangkutan tetap tinggal di Paroki Katedral Kristus Raja – Tanjungkarang. ROBERTUS MICHAEL NOPEN SAPUTRO Dari tugas lama sebagai Pastor Rekan di Paroki St. Yohanes Rasul – Kedaton ke tugas baru yaitu Studi lanjut di Paris – Prancis. Diakon FRANSISKUS ARISYANTO Mendapat tugas pastoral baru sebagai diakon di Paroki St. Andreas Rasul – Margo Agung. Memberhentikan dengan hormat Dewan Keuangan Keuskupan Tanjungkarang periode 2014 – 2019 yakni: 1). YA. Suryo Widyohening, SCJ; 2). Bp. Siprianus Suryanto Salim; 3). Bp. Andreas Satyawan; 4). Bp. Tarsisius Purnomo; 5). Ibu Yulia Jenny Soelistiani. Keuskupan Tanjungkarang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pelayanan selama ini. Mengangkat Dewan Keuangan yang baru untuk Periode 2019 – 2024, yaitu: Pertama: RD. Yohanes Kurniawan Jati Kedua: Sdri. Fransisca Winarti Meiharto Ketiga: Ibu Hiasinta Cecilia Ho Lie Tjoe Keempat: Bp. Rafael Johan Gani Kelima: Bp. Dionisius Herowanto Keenam: Bp. Gregorius Sentosa Johan Ketujuh: Bp. Petrus Tonny Mursalim Kedelapan: Bp. Thomas Hartono Kesembilan: Bp. Heri Gunawan Kesepuluh: Bp.Frangky Wijaya   Demikianlah peralihan tempat tugas baru beberapa imam petugas pastoral di Keuskupan Tanjungkarang dan Dewan Keuangan Keuskupan Tanjungkarang periode 2019 – 2024 yang akan mulai berlaku efektif per tanggal 01 September 2019. Kepada semua pribadi yang mengemban tugas baru dan yang berpindah di tempat yang baru diucapkan banyak terima kasih dan selamat berkarya. (doc.sekrup-tjkarang)    

Perubahan Tempat dan Perangkat Kerja Read More »

Renungan Harian, Senin Biasa XXI

Bacaan: Matius 23:13-22 Kecaman Yesus 23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. 23:14 (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.) 23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. 23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. 23:17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? 23:18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. 23:19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? 23:20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. 23:21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. 23:22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya. Renungan Peraturan yang memerdekakan Kritikan Yesus kepada orang Farisi sebenarnya juga menjadi kritikan bagi kita masing-masing. Allah itu selalu mencurhkan rahmat kasih dan kebaikannya bagi kita manusia. Demikian juga rahmat keselamatan Allah selalu mengalir di dalam Gereja. Tetapi mungkin saja bahwa rahmat Allah itu terhambat oleh karena Gereja itu sendiri dengan segala peraturan dan dinamikanya. Seorang teolog mengibaratkan bahwa kalau tidak hati-hati, Gereja itu seperti helicopter yang suaranya justru membuat penumpangnya tidak mampu mendengar suara Allah sendiri. Kencenderungannya Gereja mempunyai suara yang lebih dominan dari pada suara Allah. Maka umatnya yang didalam Gereja hanya mendengar suara gereja, bukan suara Allah. Ini menjadi bahaya besar, Gereja menjadi penghambat rahmat Allah. Maka, kebijaksaan menjadi syarat penting agar gereja berjalan di jalur yang benar. Sering terjadi jika hanya mengacu pada peraturan dan hukum, Gereja menjadi Gereja yang kaku dank eras, hanya suka menghukum, bukan membebaskan. Orang dihukum pastilah tidak mengalami sukacita dan kegembiraan. Jika hanya bertumpu pada karya karitatif, penuh belas kasihan, gereja bisa terjebak pada lembaga sosial saja. Yang dipentingkan hanyalah karya keluar dan karya sosial. Jika yang dipentingkan hanyalah kebijakan pastoral (pastor=imam), maka kencenderungan otoriter dan sesuai pemahaman sendiri menjadi dominan dan bisa menghambat banyak hal. Keseimbangan antara pastoral, hukum dan rahmat Allah menjadi sangat penting. Tidak mudah untuk menjadi yang ideal, namun bukan berarti tidak bisa. Terbuka akan kehendak Allah, yang diwujudkan dalam peraturan yang meringkan dan kebijakan pastoral yang berdaya guna akan menjadi dinamika yang indah dalam Gereja. Meski di dalam helicopter, namun mesinnya itu nyaris tak terdengar. Kita bisa mendengarkan suara keindahan alam, suara orang yang berada di luar, dan bisa dengan bebas bercerita dengan sesama penumpang tanpa harus berteriak. Doa: Tuhan, jadikan hatiku seperti hati-Mu, tangankanku seperti tangan-Mu, pikiranku seperti pikiran-Mu, kehendaku seperti kehendak-Mu. Amin.  

Renungan Harian, Senin Biasa XXI Read More »

Renungan Harian, Minggu Biasa XXI

Bacaan: Lukas 13:22-30 Siapa yang diselamatkan 13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” 13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. 13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. 13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! 13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. 13:29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. 13:30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.” Renungan Segera Bersiap dengan Pantas Kita bisa merenungkan beberapa hal dari Injil hari ini. Pertama, tidak banyak orang yang memikirkan tentang keselamatan setelah kehidupan di dunia. Masih banyak orang yang sangat yakin bahwa besok saya masih hidup. Maka tidak pernah ada persiapan untuk kemungkinan meninggal. Maka hidupnya hari ini pun menjadi hidup yang tidak siap untuk jika sewaktu-waktu Tuhan memanggil. Atau mungkin ada begitu banyak orang yang tidak percaya adanya hidup setelah kematian. Orang menjadi kehilangan makna terdalam dari hidup di dunia. Orang menjadi merasa dirinya hidup sendiri, berasal dari diri sendiri, dan menuju kepada kematian. Kita sebagai orang beriman semoga setiap saat sadar dan siap jika Dia yang kita rindukan datang menjemput. Kedua, keselamatan kita sepenuhnya merupakan rahmat dari Allah. Namun demikian, cara dan hidup kita juga akan kita pertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah. Pertanyaannya adalah apakah cara dan hidup kita sudah mencerminkan perjuangan untuk mendapat keselamatan? Atau jangan-jangan karena sudah merasa yakin akan selamat kemudian justru hidup seenaknya. Maka ketika pintu hendak ditutup, kita baru berteriak minta masuk. Kesiapan kita ikut menetukan apakah kita masuk sebelum pintu ditutup, atau kita bagian dari yang masih di luar pintu. Ketiga, tidak ada jaminan pasti bahwa yang sudah lama ikut makan minum bersama pasti akan lebih dahulu masuk dalam perjamuan abadi. Seringkali karena merasa sudah lama menjadi orang katolik, maka punya hak untuk masuk yang pertama. Justru Yesus mengingatkan kita bahawa “orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah”. Artinya orang yang tidak menenal Allah pun yang berasal dari mana saja punya kesempatan yang sama. Sekali lagi pertanyaanya adalah apakah kita yang sudah lama menjadi orang Katolik, tetap hidup sebagai orang katolik dengan segala keutamaannya? Atau justru menolak rahmat itu dengan sikap-sikap yang tidak pantas? Jaminan utama keselamatan bukan soal lama atau sebentarnya menjadi orang Katolik, tetapi bagaimana kita mau dan mampu menerima rahmat keselamatan yang ditawarkan kepada kita masing-masing. Doa: Tuhan, semoga aku mampu hidup sesuai dengan rahmat iman yang telah kudapat dari-Mu. Amin.  

Renungan Harian, Minggu Biasa XXI Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top