Berita

HAM, Alam, dan Hak Atas Pangan: Seruan Baru Menuju Kesejahteraan Berkeadilan

Perkumpulan DAMAR bersama Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Tanjungkarang menyelenggarakan kegiatan “Refleksi dan Ngobrol Santai Hari HAM 2025” di Asilo Hermelink, Bandar Lampung. Kegiatan ini mengangkat tema “HAM, Alam, dan Hak Atas Pangan: Jalan Menuju Kesejahteraan yang Berkeadilan” dan juga dihadiri oleh Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, Uskup Tanjungkarang. Acara ini menjadi momentum penting untuk menyoroti keterkaitan antara hak asasi manusia dengan krisis ekologis, akses pangan, dan ketimpangan sosial yang semakin nyata di Provinsi Lampung. Sebagai wilayah yang bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, Lampung tengah menghadapi tekanan serius berupa alih fungsi lahan, penurunan kualitas tanah dan air, serta perluasan industri ekstraktif. Kondisi tersebut memperburuk kerentanan keluarga petani kecil, buruh tani, masyarakat pesisir, hingga kelompok miskin perkotaan. Perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak. Kerusakan lingkungan, keterbatasan akses terhadap lahan dan air, serta tekanan ekonomi sehari-hari memperbesar beban kerja, mengurangi ruang gerak, dan meningkatkan kerentanan kesehatan maupun ekonomi. Perspektif feminis dan keadilan ekologis menjadi kunci untuk memahami bahwa isu pangan dan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari struktur ketidakadilan yang lebih luas. “Tidak ada satu isu pun yang bisa berdiri sendiri. Ketika perempuan kehilangan akses atas pangan, itu isu HAM, isu ekonomi, isu lingkungan, dan isu demokrasi. Justru kekuatan OMS ada pada kemampuan kita melihat keterhubungan itu.” Kata Afrintina Pemantik  dari DAMAR Lampung. “Ketika lingkungan rusak, akses pangan terhambat, dan masyarakat tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, maka hak atas hidup layak dan sejahtera ikut terancam,” ujar Yuli Nugrahani Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Tanjungkarang Kegiatan yang dihadiri oleh 50 peserta—terdiri dari jejaring DAMAR, KKPPMP, dan anggota PUSPA Provinsi Lampung—berlangsung dalam format diskusi santai, sharing pengalaman komunitas, serta penyusunan rekomendasi advokasi. Peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut menjadi narasumber yang menyampaikan pengalaman lapangan dan gagasan strategis. Melalui kegiatan ini, DAMAR dan KKPPMP berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk mendorong pemenuhan HAM yang terintegrasi dengan perlindungan lingkungan dan ketahanan pangan. Beberapa gagasan awal yang muncul mencakup penguatan edukasi publik, pemantauan kebijakan daerah, kampanye bersama isu ekologis dan pangan, serta pengembangan strategi advokasi untuk tahun 2026. Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa hak atas lingkungan yang sehat dan hak atas pangan bukanlah isu sektoral, tetapi menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Diskusi lintas perspektif ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Lampung yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan.   Penulis : Dyn Editor : R.A.Swani Pramesti

HAM, Alam, dan Hak Atas Pangan: Seruan Baru Menuju Kesejahteraan Berkeadilan Read More »

Uskup Vinsensius Resmikan Peningkatan Status Gereja Stasi St. Maria Immaculata Way Kandis Menjadi Paroki.

Perubahan status dari stasi menjadi paroki bukan hanya sebuah penetapan administratif. Tetapi merupakan perjalanan panjang yang telah ditempuh umat Katolik Stasi St. Maria Immaculata Way Kandis dengan segala pengorbanan, ketekunan, dan doa-doa yang senantiasa dipanjatkan dari hati yang tulus. Semua turut ambil bagian dengan caranya masing-masing baik dari para imam yang pernah dan sedang melayani, para pengurus, donatur, dan seluruh umat yang telah memberi diri demi perkembangan Gereja ini. Menjadi garam dan terang Peresmian menjadi Paroki St. Maria Immaculata ini berlangsung dalam Perayaan Syukur yang dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, Senin, 8 Desember 2025. Perayaan Syukur ini sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke 58 Gereja St. Maria Immaculata. Peresmian status menjadi Paroki St. Immaculata ini ditandai dengan penandatanganan berita acara peresmian serta penyerahan surat keputusan pengangkatan Pastor Administrator Paroki St. Maria Immaculata Romo Adrianus Satu Manggo Pr. Mgr. Vinsensius mengatakan Paroki Way Kandis belum diberi pastor paroki. Untuk sementara pelayanan kegembalaan dipimpin oleh pastor administrator guna membantu persiapan menjadi paroki yang solid dan tangguh. Uskup meminta agar paroki ini membentuk dewan pastoral supaya dapat menjalankan fungsi pastoralnya dengan baik. “Menjadi paroki, berarti mempunyai kewajiban dan tugas yang berat yakni: menjadi garam dan terang dunia agar bermanfaat bagi banyak orang,” harap Uskup. Hadiah spesial Pastor Rekan Paroki St. Yohanes Rasul Kedaton Romo Philipus Suroyo Pr mengatakan, penetapan status stasi menjadi paroki St. Maria Immaculata Way Kandis ini sudah berulang kali diajukan. Tanpa mengenal lelah dalam kurun yang cukup lama mereka terus bekerja sekuat tenaga agar permohonan menjadi paroki terpenuhi. Waktu terus bergulir. Tepat 8 Desember 2025 Uskup Vinsensius meresmikan peningkatan status menjadi paroki dalam Perayaan Ekaristi. “Ini hadiah spesial dari Tuhan bagi umat Katolik Paroki St. Maria Immaculata ini. Suatu lompatan besar. Tanpa harus menjadi Unit Pastoral terlebih dahulu,” ujar Romo Roy, sapaan akrabnya. Lompatan besar itu tentu disertai perjuangan, kerja keras, dan jatuh bangun dari seluruh umat beserta gembalanya. Di sana Tuhan senantiasa hadir, bekerja, menuntun, dan memimpinnya. Sehingga semua berjalan dengan baik dan indah pada waktunya. Banyak hal yang harus mereka kerjakan dan rapikan baik dari segi penataan keuangan, umat, atau struktur kepengurusan yang menginduk pada keuskupan dll. “Saya merasa kehidupan umat Gereja Way Kandis memang sudah saatnya untuk boleh dimekarkan dan ditingkatkan statusnya menjadi paroki karena sudah memenuhi syarat di bidang administrasi, SDM, finansial, keuangan dan  keguyuban umatnya,” kata Romo yang pernah menjadi Pastor Paroki Kedaton ini. Banyak unsur penunjang bahwa Paroki Way Kandis ini akan terus berkembang. Pertama, letak yang strategis: dekat pasar, rumah sakit, universitas. Kedua, SDM yang potensial: banyak lulusan sarjana. Ketiga, Rumah Retret milik Kongregasi CB, susteran, dan gua maria. Keempat, kegiatan rohani rutin seperti: adorasi Jumat Pertama, Misa Harian, Misa di depan Gua Maria, dan prodiakon. Meski pun demikian Romo Roy berharap, agar umat Paroki Way Kandis ini tetap menghidupi spirit Gereja perdana: berdoa bersama dan membangun spirit kebersamaan. Maka, harus terus menjalin komunikasi, kerjasama, dan saling bersinergi. Pastor kelahiran Sidoharjo, Patok, 25 November 1968 ini berharap, Paroki Way Kandis ini menjadi paroki yang memiliki semangat murah hati, berpengharapan, dan kasih.  Selain itu, umat Allah di Paroki dalam setiap karya dan pelayanan bercermin pada Maria Immaculata sebagai pelindung Paroki: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Usai Perayaan Ekaristi acara dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan seremonial. Tengah malam disajikan pagelaran wayang dengan cerita Wahyu Purba Sejati. Dalang: Muryanto Lebdi Carito. *** Sr. M. Fransiska FSGM    

Uskup Vinsensius Resmikan Peningkatan Status Gereja Stasi St. Maria Immaculata Way Kandis Menjadi Paroki. Read More »

Hari Disabilitas Sedunia 2025 : “AKU ISTIMEWA, AKU HEBAT”

Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Sedunia 2025, Paroki Ratu Damai Teluk Betung mengadakan Perayaan Ekaristi khusus bagi umat yang sedang sakit serta anak maupun orang dengan kebutuhan khusus atau disabilitas pada Minggu, 7 Desember 2025, pukul 09.00 WIB. Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, Uskup Tanjungkarang. Kehadiran Bapa Uskup menjadi wujud nyata perhatian Gereja kepada saudara-saudari yang seringkali kurang mendapatkan ruang dalam kehidupan sosial maupun dalam hidup menggereja. Suasana misa terasa penuh sukacita dan kehangatan, terlebih karena petugas liturgi tidak hanya berasal dari umat dewasa, tetapi juga diramaikan oleh anak-anak yang turut ambil bagian sebagai misdinar, lektor, hingga pembawa persembahan. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri, menghadirkan kepolosan dan kesederhanaan iman yang mengalir dalam tugas pelayanan. Liturgi ini menjadi simbol bahwa Gereja bukan hanya tempat untuk beribadah, melainkan rumah yang tumbuh bersama melibatkan semua generasi dan kondisi. Setelah misa, seluruh umat berkumpul dalam acara ramah tamah sederhana. Senyum, tawa, serta sapaan hangat memenuhi halaman gereja, menciptakan ruang perjumpaan yang inklusif dan menguatkan. Perayaan ini tidak sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat bahwa Gereja dipanggil untuk hadir bagi semua orang tanpa terkecuali. Melalui kegiatan ini, Paroki Ratu Damai ingin terus meneguhkan semangat pelayanan yang humanis dan penuh kepedulian. Setiap orang istimewa. Setiap pribadi hebat. Dan di dalam Gereja, semua diterima, dihargai, dan dikasihi sebagaimana Allah mengasihi umat-Nya. Keterbatasan bukan penghalang untuk dicintai, melainkan ruang di mana kasih Allah justru dinyatakan lebih kuat dan nyata.   Penulis : Veronica Natasya Editor : R.A.Swani Pramesti

Hari Disabilitas Sedunia 2025 : “AKU ISTIMEWA, AKU HEBAT” Read More »

Legio Maria Presidium Pohon Sukacita Kami: Semangat Peziarah Harapan

Semangat peziarah pengharapan Legio Maria Presidium Pohon Sukacita Kami, terus membara. Minggu 30 November  2025 kami berziarah ke Gua Maria Pajar Mataram, Gua Maria Cahaya Illahi Jojog, Metro dan Pintu Suci Gereja Hati Kudus Yesus Metro. Sebelumnya, kami juga telah melakukan ziarah ke tempat-tempat suci yakni: Rumah Kita Kotabumi, Gereja Katedral Tanjung Karang, Candi Banyu Urip Way Kandis, Gua Maria La Verna Padangbulan, Gua Maria Menara Gading Bangun Rejo, Gereja Keluarga Kudus Sidomulyo dan Gua Maria Perawan Bunda Allah Ngisonando Kalianda. Perjalanan diawali dengan memanjatkan doa Malaikat Tuhan sekaligus memohon perlindungan kelancaran dalam perjalanan. Selain itu, agar tetap setia kepada Kristus. Doa-doa dipimpin oleh Sr. Miryam HK. Perjalanan pertama, mengunjungi Gua Maria Pajar Mataram diiringi doa rosario dan doa Yubilium yang dipandu oleh Sr. M. Maurin FSGM. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gua Maria Cahaya Illahi, Jojog Mtero. Tiba di Jojog seluruh legioner berdoa jalan salib yang dipandu oleh Sdr. Sugeng Sutanto. Kami juga berdoa pribadi di Gua Maria Cahaya Illahi. Kehadiran Legioner Pohon Sukacita Kami disambut hangat oleh Legioner Presidium Maria Bunda Kita. Lalu kami makan siang bersama dan ramah tamah. Dalam sesi ramah tamah kepada legioner orang-orang muda, Novi menyampaikan rasa bangga kepada legioner di Jojog Metro karena setia menjadi tentara Maria yang militan. Dalam sheringnya Ketua Legio Maria Jojog Sdri Bryan merasakan damai menjadi anak-anak Maria. Sdr. Sugeng Sutanto menceritakan pengalamannya tentang kekuatan doa rosario yang luar biasa. “Senantiasalah berdoa, maka kedamaian akan terus hidup dalam diri dan hidup kita,” ujar Sugeng. Sdri. Anastasia Siwi dalam sesi ramah tamah dengan BIA mengajak anak anak untuk terus semakin mengenal Yesus dan Bunda Maria lewat pertanyaan dan quis yang menarik. Acara ditutup dengan pemberian bingkisan sebagai tanda kasih untuk Legioner di Jojog. Dalam kata sambutannya Sdr. Valentinus Kasan menyampaikan bahwa kita ini satu keluarga maka sudah sepantasnya saling mendukung satu dengan yang lain agar terus terbangun satu keluarga yang akrab  seperti kelurga Kudus Nazaret. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Pintu Suci Gereja Hati Kudus Metro dengan doa menuju pintu suci dipandu oleh Sr. Miryam HK. Ibadat dipimpin oleh Sdri. Vincentia. Dalam renungannya Sr. Miryam HK  menyampaikan agar kita semua harus terus berjaga-jaga dalam situasi apaapun karena kedatangan Anak Manusia itu datang pada saat yang tidak pernah kita duga. PROFICIAT untuk Legio Maria Pohon Sukacita Kami yang telah menyelesaikan ziarah enam pintu suci dan sembilan gua maria yang telah ditetapkan Bapa Uskup Tanjung Karang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo sebagai tempat suci di tahun Yubilium 2025. Semoga kita semua semakin dekat dengan Tuhan dan makin hidup baik dan peduli dengan kebutuhan sesame. Tuhan memberkati. ***  Elisabeth Novi

Legio Maria Presidium Pohon Sukacita Kami: Semangat Peziarah Harapan Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top