Author name: Komsos Tanjungkarang

PKSN XII Resmi Dibuka, Uskup Malang Ajak Gunakan Media Sosial untuk Mewartakan Injil

Malang, 12 Juni 2025 — Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XII resmi dibuka melalui Misa Pembukaan yang dilangsungkan pada Kamis, 12 Juni 2025, bertempat di Auditorium Lantai 5, Gedung A, STFT Widya Sasana, Malang. Misa dipimpin oleh Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm, bersama Ketua Komisi Komsos KWI, Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap. Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan penuh makna. Kehadiran dua penyandang tunanetra sebagai petugas pembaca Injil dan Mazmur menjadi momen yang menyentuh hati, mempersembahkan suara mereka yang menggema penuh semangat dalam ruang perayaan. Dalam homilinya, Mgr. Henricus menyinggung pentingnya peran komunikasi sosial dalam Gereja. Beliau mengutip Dekrit *Inter Mirifica* (1963) yang menyatakan bahwa di antara hal-hal yang menakjubkan dalam dunia modern adalah hadirnya media komunikasi sosial. “Itu suatu keajaiban: manusia dapat berkomunikasi bukan hanya secara langsung, tetapi juga melalui media,” tutur Mgr. Henricus. “Dampaknya luar biasa, dari surat kabar, majalah, hingga kini media sosial dan kecerdasan buatan. Media bisa mempersatukan, tapi juga bisa membentuk opini masyarakat dengan sangat kuat.” Mgr Pid juga mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam penggunaan media sosial yang berpusat pada diri sendiri.  “Kata yang paling sering muncul di media sosial adalah ‘aku’. Bahayanya, manusia lebih sering mewartakan dirinya sendiri, bukan Injil atau Yesus. Mari kita gunakan media untuk pewartaan, agar ‘Dia semakin besar dan aku semakin kecil’,” tegasnya, mengutip Yohanes 3:30. Menjelang akhir misa, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap secara simbolis membuka acara PKSN ke-12 dengan membunyikan gong sebanyak tiga kali sambil mengucapkan, “Acara ini dibuka dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.” Usai misa, rangkaian acara dilanjutkan dengan seminar umum bertema “Menjadi Komunikator Pengharapan” , yang menghadirkan pembicara inspiratif: Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI Mgr. Kornelius Sipayung, OFM. Cap, Pakar Teknologi Komunikasi Prof. Richardus Eko Indrajit, dan RP. Dr. Yohanes I Wayan Marianta, SVD., serta Moderator oleh Yosef Marwoto. PKSN XII ini menjadi momentum berharga bagi para pelaku komunikasi Katolik untuk merenungkan kembali peran dan tanggung jawab mereka dalam era digital agar media tidak hanya menjadi alat, tetapi juga jalan untuk menghadirkan harapan dan kebenaran Injil.     –Ruth Dyita Candra Asthingkara–

PKSN XII Resmi Dibuka, Uskup Malang Ajak Gunakan Media Sosial untuk Mewartakan Injil Read More »

PKSN XII di Keuskupan Malang, Angkat Tema “Bagikanlah dengan lemah lembut harapan yang ada di dalam hatimu”

Dalam rangka memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-59, Komisi Komunikasi Sosial se-Indonesia menggelar Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XII yang berlangsung di Keuskupan Malang, mulai Rabu, 11 Juni hingga Senin, 16 Juni 2025. Mengusung tema dari Paus Fransiskus, “Berbagilah Dengan Lemah Lembut Harapan Yang Ada di Hatimu” (1 Petrus 3:15-16), kegiatan ini menjadi momentum pertemuan dan refleksi bersama para pegiat Komunikasi Sosial dari seluruh Indonesia. Kemeriahan pembukaan terlihat dalam acara Welcome Dinner pada Rabu malam yang disambut hangat oleh Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan menyampaikan harapannya agar rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan membawa buah berlimpah bagi Gereja. Ia juga menegaskan pentingnya peran Komunikasi Sosial dalam kehidupan Gereja masa kini. “Tanpa memanfaatkan kemajuan komsos, Gereja dan pewartaan Injil akan tertinggal,” ujarnya. Senada dengan itu, Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap sebagai Ketua KomSos KWI  turut mengajak para peserta untuk menjadi pribadi yang komunikatif dari hati dan terus menumbuhkan harapan dalam pelayanan. Acara Welcome Dinner dilanjutkan dengan perkenalan antar kontingen, pemberian cinderamata dari Keuskupan Malang, serta malam kebersamaan yang diwarnai penampilan seni budaya dari Komunitas Biji Sesawi. Wajah-wajah penuh suka cita dan senyum hangat dari seluruh peserta mencerminkan semangat persaudaraan yang hidup dalam perhelatan akbar ini.   -Ruth Dyita Candra Asthingkara-

PKSN XII di Keuskupan Malang, Angkat Tema “Bagikanlah dengan lemah lembut harapan yang ada di dalam hatimu” Read More »

Pelatihan Standar Layanan Kemanusiaan: Caritas Tanjungkarang Perkuat Kesiapsiagaan Paroki Hadapi Bencana

Bandar Lampung, 5 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat kapasitas kesiapsiagaan paroki dalam menghadapi bencana, Caritas Keuskupan Tanjungkarang bekerja sama dengan Caritas Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Standar Layanan Kemanusiaan selama tiga hari, dari Kamis hingga Sabtu, 5–7 Juni 2025, di Panti Werda Griya Nugraha, Sukadanaham, Bandar Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Paroki Tangguh (THRIVE) yang bertujuan membekali para relawan paroki dengan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan dan standar minimum dalam respons terhadap situasi darurat dan bencana. Diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari utusan Paroki, relawan PSE-Caritas, perwakilan tarekat, hingga staf Kuria Keuskupan, seluruh peserta mendapatkan materi seputar Ajaran Sosial Gereja, standar kemanusiaan SPHERE dan CHS, hingga praktik simulasi respons bencana. Pelatihan ini dimulai dengan sesi daring pada 2 Juni 2025, dan dilanjutkan secara luring selama tiga hari dengan berbagai sesi intensif yang difasilitasi oleh Joel, Toufin, dan beberapa narasumber lain. Kegiatan luring, 5 Juni 2025, diawali dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Melalui pelatihan ini, Caritas Keuskupan Tanjungkarang berharap akan lahir relawan-relawan yang tangguh dan siap sedia melayani masyarakat terdampak bencana secara cepat dan tepat, berlandaskan semangat belarasa dan solidaritas. Lebih dari sekadar kesiapsiagaan teknis, relawan juga diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas Katolik, serta menjadi ujung tombak pelayanan di saat krisis. Salam Belarasa!   Penulis : Kajen Murakabi Editor : R.A.Swani Pramesti

Pelatihan Standar Layanan Kemanusiaan: Caritas Tanjungkarang Perkuat Kesiapsiagaan Paroki Hadapi Bencana Read More »

Perayaan Hari Devosi: Waktu Yang berharga

Inilah hari ke dua Perayaan Devosi Keuskupan Tanjungkarang yang digelar di GSG Xaverius Way Halim, Lampung, Minggu, 1 Juni 2025. Perarakan enam vandel kelompok devosional dan barisan para romo dari halaman kompleks Xaverius menuju altar diiringi lagu: Mari Masuk Rumah Tuhan.  Tema Perayaan Syukur tahun ini sesuai dengan Arah Dasar Keuskupan Tanjungkarang: ‘Keadilan Sosial Kemanusiaan,’dan dipimpin oleh Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo. Setiap tanggal 1 Juni merupakan Hari Devosi Keuskupan Tanjungkarang. Hari itu digunakan untuk merayakan dan mensyukuri bersama penghayatan iman umat dalam hidup devosi serta membangun kerjasama diantara komunitas devosional di keuskupan. Kelompok Devosional Keuskupan Tanjungkarang  meliputi: Serikat Sosial Vinsensius (SSV), Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM), Legio Maria, Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK), Paguyuban Devosan Kerahiman Ilahi (PDKI). Pendamping Rohani: Romo Anggoro Ratri SCJ. Hari itu bertepatan dengan Hari Minggu Komunikasi Sedunia ke 59 yang bertema ‘Berbagilah Dengan Lemah Lembut Harapan Yang Ada Di Hatimu.’ Disegarkan Romo Anggoro Ratri SCJ dalam kata sambutannya mengatakan, hidup devosi disyukuri karena dengan berdevosi, hidup beriman semakin menyegarkan dan menggairahkan. Kalau ada yang berdevosi tetapi belum mempunyai komunitas devosi, semoga lewat Perayaan Syukur ini tertarik untuk masuk komunitas dan bisa lebih bertumbuh dalam iman. Setiap komunitas devosi mempunyai kekhasan dan perbedaan. Perbedaan kerap menjadi tantangan persatuan. Semoga perayaan ini menjadi sarana untuk membangun persaudaraan. Kendati berbeda, akan tetapi kita berasal dari dari Roh yang sama , roh Allah sendiri. Hal senada juga disampaikan oleh Uskup Vinsensius dalam homilinya. Setiap devosi memiliki spiritualitasnya. Kalau tidak nyambung komunikasinya, bisa terjadi persaingan. Maka butuh komunikasi pemersatu karena berasal dari Roh yang sama. Dan lagi kita mempunyai tugas yang sama yakni menampilkan wajah Allah yang penuh kerahiman dan belaskasih. Ketua panitia Albertus Hendri mengatakan, semoga Perayaan Syukur ini menjadi waktu yang berharga untuk kita semua. Berdialog dengan Tuhan. Berdoa bersama. Memperkuat iman. “Tema syukur: Tahun Keadilan Sosial menjadi refleksi. Apakah kita sudah bersikap adil dan membantu sesama yang membutuhkan. Mari kita mohon rahmat Tuhan supaya kita semakin mengimani, menjalankannya dengan penuh perhatian, kebersamaan, dan semangat pengabdian,” ujarnya. Perayaan Syukur ini juga diramaikan dengan bazar dan kuliner. Mereka bergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Seksi Bazar Cicilia Tresnaningsih Carlost mengatakan, “Setiap mendengar kami akan mengadakan acara, mereka langsung menghubungi dan ingin ikut bergabung. Sehingga terdaftar 50 tenda dengan berbagai jenis makanan. Ada sukacita apabila dagangan mereka habis. Kami mengupayakan untuk memasarkan ke pengunjung. Di hari kedua kami menyiapkan keyboard untuk menghibur mereka.”*** Sr. M. Fransiska FSGM  

Perayaan Hari Devosi: Waktu Yang berharga Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top