SURAT GEMBALA USKUP TANJUNGKARANG TAHUN ARDAS IX 2026 : TAHUN CINTA KEHIDUPAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

SURAT GEMBALA USKUP TANJUNGKARANG

No : 007/SGU/DIO.TJKG/III/2025

Cinta Kehidupan: Mencintai Manusia dan Lingkungan Hidupnya

 

Saudara saudari yang terkasih : Bapak Ibu, kaum muda, kaum remaja, anak-anak, Para Imam, dan Biarawan-biarawati di keuskupan Tanjungkarang.

Tanpa terasa kita sudah hampir memasuki tahun kesembilan perjalanan arah dasar keuskupan kita. Kita hendak menutup ardas Tahun Keadilan Sosial Kemanusiaan dan memulai ardas Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup. Terimakasih tak terhingga kepada seluruh paroki yang dengan caranya masing-masing telah mewujudkan tugas panggilan untuk keadilan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat masing-masing. Kita sadari tentu saja yang kita  lakukan belum maksimal dalam hasil, namun proses untuk terbuka pada panggilan penting ini sudah kita mulai dan akan kita teruskan.

Untuk itu di tahun ardas Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup ini kita akan berusaha menjangkau secara lebih luas lagi karya-karya sosial kemanusiaan dan kepedulian kita pada lingkungan hidup sebagai tugas untuk memulihkan, merawat dan melestarikan alam sekitar kita. Pesan penting dari ensiklik Laudato Si dan Laudate Deum menjadi warna dominan gerak kita untuk menjalani tahun ardas kesembilan ini. Dengan latar belakang bumi yang sedang menghadapi ancaman serius kerusakannya akibat perubahan iklim, pemanasan global, polusi yang secara masif mencemari udara, air, dan tanah kita serta hilangnya mahkluk hayati secara besar-besaran dan yang lebih parah lagi munculnya tata dunia dan tata hidup baru yang memfasilitasi keserakahan egoisme dan individualisme manusia; panggilan kita untuk kembali kepada kesadaran akan nilai-nilai keadilan sosial kemanusiaan dan cinta akan lingkungan alam ciptaan menjadi sangat mendesak dan semakin relevan.

Gereja yang dianugerahi pengetahuan akan kebenaran kehendak Allah dipanggil untuk menjadi yang pertama dan utama bertanggungjawab akan tugas yang sangat besar ini. Itulah sebabnya para Paus kita terus menerus mendesakkan tanggungjawab ini. Sembari Gereja kritis terhadap pelbagai kerusakan alam oleh banyak kerakusan individu maupun lembaga negara, Gereja harus menjadi perintis dalam gerakan pemulihan bumi dan segala isinya ini.

Orientasi dasar gerakan ini tentu saja adalah penggilan untuk menyelamatkan manusianya yang sejatinya adalah korban pertama dari kerusakan alam. Fakta kontradiktorisnya adalah manusia sendiri sebagai pelakunya, dan manusia sendiri juga korbannya terutama mereka yang miskin dan tersisih oleh dominasi orang-orang yang sedang berkuasa.

Untuk itu, Keuskupan Tanjungkarang sebagai bagian dari Gereja Universal terpanggil untuk mewujudkan tanggungjawab mulia ini dengan panduan arah dasar tahun kesembilan dengan gerakan serentak di paroki-paroki sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat masing-masing, sembari meneruskan gerakan-gerakan yang sudah dibuat di tahun ardas kedelapan.

Penetapan Roadmap Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup

Saya menganjurkan seluruh rumpun di pusat pastoral bekerjasama untuk menyiapkan materi katekese ASG dan sosialisasinya serta perwujudan nyatanya dengan penanggungjawab utamanya pada Bidang Laudato si Center dari Komisi KKPPMP dibantu oleh komisi PSE dan komisi Kerawam, dengan roadmap sebagai berikut:

  1. Caturwulan I : Desember 2025 – Maret 2026: Mendalami Ajaran Sosial Gereja melalui studi dan katekese ensiklik Laudato si dan Frateli Tutti serta Laudate Deum (katekese Adven 2025, Bulan Perdamaian dan Masa Prapaska 2026) sembari mengadakan mapping persoalan-persoalan sosial dan lingkungan hidup di wilayah masing-masing: terkait problem stunting, keluarga pra sejahtera, daerah rawan bencana, perdagangan manusia, polusi sampah, dll.
  2. Caturwulan II : April – Juli 2026: Menyusun program praktis dan strategis sebagai gerakan masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas bagi kehidupan sosial dan lingkungan hidup serta untuk internal dengan gerakan paroki tangguh, paroki ramah anak, ramah lingkungan, paroki swasembada dst (katekese bulan Liturgi, bulan devosi dan bulan Lingkungan Hidup).
  • Caturwulan III : Agustus – November 2026: Berjalan bersama dalam persaudaraan sejati; mengupayakan bonum commune yang terkait prioritas untuk cinta kehidupan dan pemulihan lingkungan di bumi Lampung (katekese bulan Kebangsaan, bulan KS, bulan Rosario dan bulan Arwah).

NB: Team Laudato Si Center bisa menyusun dan menawarkan kegiatan sepanjang tahun untuk memanfaatkan momen-momen perayaan nasional maupun international terkait hari sampah, hari lingkungan hidup, hari hutan, air, ozon dan seterusnya.

Semoga fungsi garam kita semakin berdaya dan terang kita semakin bersinar dan panggilan kita untuk menjadi sakramen keselamatan bagi semua orang semakin terbukti dengan titik berat membangun mentalitas baru yang lebih menghargai kehidupan dan kelestarian segenap ciptaan. Kita tidak berjalan sendiri, tetapi bersama Roh Kudus yang senantiasa mendampingi Gereja untuk selalu peka dalam membaca tanda-tanda jaman.

Sekian dan selamat menjalani tahun ardas kesembilan keuskupan kita. Doa dan berkat.

Bandar Lampung, 7 Oktober 2025

Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo

Uskup Tanjungkarang

Berikut link untuk mendownload dokumen, Logo, Banner, dan Doa Ardas Tahun IX :

https://drive.google.com/drive/folders/1ncbo4oH50OU3Nn09OjVjwrhR9uFg8kPb?usp=sharing

Berita lain dari Keuskupan

  • All Posts
    •   Back
    • Berita Katolik Dunia
    • Berita Keuskupan
    • Komsos KWI
    • Komisi Keluarga

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

You cannot copy content of this page

Scroll to Top