Legio Mariae Kuria Lampung – Ratu Damai membarui penyerahan diri kepada Bunda Maria dalam upacara Acies di Gereja Yohanes Rasul, Kedaton, Bandar Lampung, Jumat, 16 Januari 2026.
Acara dimulai dengan perarakan: para suster, bruder, para pendamping rohani dan ketua presidium. Mereka membawa lilin kecil bernyala. Sedangkan ketua presidium membawa vandel. Ada 29 vandel presidium: satu Vandel Kuria Lampung – Ratu Damai dan 28 Vandel Presidium.
Pukul 09.30 perarakan dimulai diiringi lagu Mars Legio. Para prajurit Maria dengan sukacita melangkahkan kaki memasuki gereja menuju altar.
Usai berdoa lima puluhan rosario suci, para legioner mengucapkan pembaruan janji dan kesetiaan kepada Bunda Maria. Sambil memegang Vexillum Legiones, mereka berucap,
‘Aku adalah milikmu, ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaanmu.’

Panggilan mengasihi
Pemimpin Rohani Legio Keuskupan Tanjungkarang Romo Vincentius Anggoro Ratri SCJ dalam kata sambutannya, mengulas tema Acies 2026: ‘Dikasihi Untuk Mengasihi Manusia Dan Lingkungan Hidupnya.’ Tema itu diambil karena kita dikasihi Allah. Kasih adalah kata kunci untuk mengimani Allah kita. Ketika orang mencoba memasuki kekayaan iman Katolik atau sejak orang masuk dalam iman Katolik, orang sudah diperkenalkan dengan Allah yang adalah kasih (1 Yohanes 4:8-10)
“Allah yang menyelamatkan manusia adalah kasih. Allah yang solider. Allah yang tidak ingin manusia menderita dan semua dengan satu alasan: karena kasih,” ujar Rm. Anggoro SCJ.
Rm. Anggoro menegaskan, karena sudah dikasihi, maka kita harus mengasihi. Panggilan mengasihi itu untuk semua orang yang mengimani Kristus. Kita sebagai Legioner juga termasuk di dalamnya.
Sesuai Ardas IX Keuskupan Tanjungkarang: ‘Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup,’ maka kita dipanggil untuk mengasihi semua yang hidup: sesama manusia, hewan, tumbuhan, bahkan dunia di mana semua yang hidup itu ada.
“Mari kita maknai janji kepada Bunda Maria yang nanti akan kita ucapkan, sebagai janji kita juga kepada Tuhan untuk mengasihi kehidupan dan dunia di mana semua yang hidup itu berada,” ajak Rm. Anggoro SCJ.
Usai acara Acies, dilanjutkan dengan acara “Bincang Santai” sekitar satu jam bersama Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo di aula bawah.
Setelah itu, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Vinsensius. Dalam homilinya Mgr. Vinsensius menegaskan pentingnya para legioner agar mau repot dan direpotkan karena harus membantu dan menolong orang lain yang membutuhkan. Seperti halnya, orang lumpuh yang minta disembuhkan Yesus. Banyak orang membantunya dengan mengangkat tilam ke atas atap lalu menurunkannya tepat dihadapan Yesus.
Selain itu, Uskup juga memohon agar menjadikan bumi ini menjadi rumah kita bersama sesuai dengan ARDAS IX tahun 2026 ini.

Sejuta harapan
Ketua Kuria Lampung-Ratu Damai Yohanes Suharyono menegaskan, Upacara Acies merupakan upacara tahunan penting bagi anggota Legio Maria. Mereka membarui sumpah kesetiaannya kepada Bunda Maria.
Haryono memiliki banyak harapan kepada para legioner ini.
Pertama, menjalankan tugas kerasulan Legio Maria untuk membawa Maria ke tengah dunia agar dikasihi untuk mengasihi manusia dan lingkungan hidup.
Kedua, meneladan Bunda Maria yang menyimpan dan merenungkan sabda Tuhan dalam hati.
Ketiga, berpartisipasi dalam menjalankan tugas sebagai Laskar Maria dengan menaati dan mengikuti segala aturan (tertulis dalam Buku Pegangan Legio)
Keempat, memperkuat persaudaraan dalam semangat kerjasama dalam doa dan karya.
Kelima, mengembangkan Legio Maria dengan semangat baru.
Keenam, semua Laskar Maria yang hadir menjadi Legio Maria yang militan.
Menurut data, Legio Maria Kuria Lampung – Ratu Damai berjumlah 618 orang. Dengan rincian sbb:
- Anggota aktif : 500 orang
- Anggota auksilier : 70 orang
- Anggota pretorian : 31 orang
- Anggota ajutorian : 17 orang
Kuria Lampung Ratu Damai terdiri dari 33 Presidium yang tersebar 13 Paroki. ***
Sr. M. Fransiska FSGM



