Author name: Komsos Tanjungkarang

Mengenal Kardinal dalam Gereja Katolik

Tanjungkarang – Hari ini (waktu Vatikan), Paus Fransiskus mengumumkan sepuluh Kardinal baru untuk Gereja Katolik Roma. Salah satu cardinal yang diumumkan itu adalah Mgr. Ignasius Suharyo (Uskup Agung KAJ) sebagai Kardinal Gereja Indonesia. COVID-19 and Bodybuilding Steroids – Steroids Side Effects for Men in 2021 – IPS Inter Press Service Business methyltrienolone home – cialis for bodybuilding, steroids usa org legit – socratic med Pada tanggal 5 Oktober yang akan datang, para Kardinal baru ini akan diundang ke Vatikan untuk diperkenalkan kepada kolegio pada Kardinal. Berkaitan dengan pengangkatan Kardinal ini, mungkin saja ada banyak dari kita yang belum mengetahui persis siapa dan bagaimana mereka. Maka pada tulisan ini akan disajikan ulasan singkat rm Doddy Sasi, Cmf tentang Kardinal. Saat ini rm Dody adalah Mahasiswa Program Lisensiat Hukum Gereja, Universitas Kepausan Lateran, Roma.   Sepintas Sejarah Kata kardinal: Cardinale—Latin: “cardo” yang berarti engsel pintu (cerniera la porta). Atau kata kardinal bisa diartikan pula sebagai sesuatu yang prinsipil. Abad-abad awal: Paus memilih 25 imam untuk membentuk satu unit kerja sebagai penasihatnya. Dan 25 imam penasihat ini disebut dengan nama cardinal. Masih sebatas pada gereja-gereja local sekitar Roma. Abad XII: mulai digunakan gelar cardinal untuk uskup-uskup lain yang jauh dari Roma.   Sekarang: masih bertahan sampai sekarang 3 tingkatan jabatan cardinal: cardinal diakonia, cardinal presbiteral, cardinal uskup. Ketiga 3 tingkatan ini selalu mempunyai ikatan kuat dengan gereja-gereja di Roma. Para kardinal tingkat episkopal , yakni para kardinal yang oleh paus diberi gelar Gereja Suburbikaris. Sedangkan para kardinal tingkat presbiretal dan diakonal masing-masing diberi gelar atau diakonia di Roma. Alasan dasarnya agar mereka selalu ada ikatan dengan gereja di Roma.   Dalam Kitab Hukum Kanonik 1917: para kardinal disebut dengan nama “senat” dari Paus. Tugas para kardinal adalah mendampingi Paus sebagai penasihatnya (Kan. 230, KHK. 1917) 1983 (kan. 349-359): istilah yang dipakai bukan lagi “senat”tapi “kolegium khusus” (collegio peculiare) yang juga bertugas sebagai penasihat Paus.   Fungsi Utama: ada 2 fungsi utama (kan. 349): Memilih Paus Membantu Paus: dalam 2 cara: secara kolegial melalui konsistori (consistoro) dan secara singular melalui fungsi pemerintahan pada Kuria Romana (dikasteri-dikasteri atau lembaga-lembaga kuria Roma).   Konsistori: ada 4 tipe konsistori**: Ordinari: Paus mengundang dan memanggil paling tidak para kardinal yang berada di Roma. Ekstraordinari: Paus memanggil juga para kardinal lainnya yang berada diluar Roma. Publik: mereka yang tidak termasuk dalam kolegio para kardinal juga diundang untuk berpartisipasi dalam konsistori. Privat: Hanya Paus dengan para kardinal   **Keterangan: Konsisitori selalu atas dasar inisiatif dan undangan dari Sri Paus. Paus juga yang memimpinnya tapi ia tidak termasuk anggota dari kolegio para kardinal. Sebagai contoh, Paus Fransiskus biasanya mengundang adanya konsistori pada waktu sehari sebelum tanggal 29 Juni setiap tahun untuk memperkenalkan para kardinal baru dan pada tanggal 29 Juni biasanya ada penyerahan Palium untuk para uskup agung yang baru terpilih.   Syarat-syaratnya: Yang diangkat menjadi Kardinal adalah para pria yang dipilih dengan bebas oleh Paus, sekurang-kurangnya sudah ditahbiskan imam, unggul dalam ajaran, moral, kesalehan dan juga kearifan bertindak; mereka yang belum Uskup, harus menerima tahbisan Uskup (kan.351.1). Beberapa kali terjadi bahwa yang terplih menjadi kardinal tidaklah harus seorang uskup bahkan dengan usia yang juga sudah melewati 75 tahun. Alasannya jelas sebagai bentuk penghargaan terhadap jasanya dalam gereja universal.   Cara Pengangkatan: Para Kardinal diangkat oleh Paus dengan suatu dekret, yang diumumkan di hadapan Kolegium Kardinal; sejak pengumuman itu mereka terikat kewajiban-kewajiban dan mempunyai hak-hak yang ditetapkan hukum (kan.351.2)   Sede Vacante Yang menjadi figur protagonis pada saat sede vacante adalah kolegio para kardinal Saat sede vacante yang ikut mundur/kosong (decade) adalah: Sekretaris negara Vatikan, Dekan (ketua kolegium cardinal), para cardinal yang mengepalai dikasteri-dikasteri. Dan yang masih tertinggal (rimane): Kardinal Kamerlengo, sekretaris jendral dari dikasteri-dikasteri, Vikaris untuk kota Roma, Vikaris Jendral Kota Vatikan. Kardinal kamerlengo mempunyai tugas utama memimpin selama sede vacante.   Hal-hal terkait lainnya: Para kardinal yang mengepalai dikasteri / kantor-kantor atau lembaga-lembaga tetap kuria Roma dan kota Vatikan, diminta untuk mengajukan pengunduran diri jika telah genap berusai 75 tahun (kan.354) Kardinal dekan yang berwenang mentahbiskan Paus terpilih sebagai uskup, bila yang terpilih itu membutuhkan tahbisan (kan.355). Kardinal proto-diakon yang memaklumkan nama Paus yang baru kepada umat (355.2). Umumnya para kardinal memiliki tugas tambahan, misalnya memimpin suatu keuskupan atau keuskupan agung ataupun memimpin suatu kantor/ lembaga/departemen dalam Kuria Romawi. Akan tetapi fungsi terpenting mereka adalah memilih Paus baru, bilamana terjadi sede vacante karena kematian atau pengunduran diri Paus yang lama. Hak untuk menghadiri konklaf kini dibatasi bagi para kardinal yang berusia tidak lebih dari 80 tahun pada hari kematian Paus.   Ditulis oleh rm Doddy Sasi, Cmf, Mahasiswa Program Lisensiat Hukum Gereja, Universitas Kepausan Lateran, Roma (ed.mrjo)

Mengenal Kardinal dalam Gereja Katolik Read More »

Kardinal Baru Untuk Indonesia

Vatican – Kabar gembira datang dari kepausan untuk Gereja Katolik Indonesia. Setelah pendarasan doa Angelus pada Minggu (1/9/19) waktu Vatikan, Paus Fransiskus mengumumkan bahwa Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignasius Suharyo, diangkat menjadi Kardinal. Mgr. Suharyo diangkat menjadi Kardinal bersama sembilan Kardinal baru. Selain itu, Paus Fransiskus juga mengangkat dua uskup agung dan seorang uskup untuk Keuskupan Benguela. Dalam kesempatan itu, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa tempat-tempat di mana para Kardinal baru ini berasal mengungkapkan panggilan misionaris Gereja yang diwariskannya untuk terus mewartakan belas kasih Allah kepada setiap orang di bumi ini. Berikut adalah nama-nama Kardinal baru: S.E. Mons. Miguel Angel Ayuso Guixot, MCCJ – Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama. S.E. Mons. José Tolentino Medonça – Pengarsip dan Pustakawan Gereja Roma Suci. S.E. Uskup Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo – Uskup Agung Jakarta. S.E. Mons. Juan de la Caridad García Rodríguez – Uskup Agung San Cristobal de la Habana. S.E. Mons. Fridolin Ambongo Besungu, O.F.M. cap – Uskup Agung Kinshasa. S.E. Mons. Jean-Claude Höllerich, SJ – Uskup Agung Luksemburg. S.E. Uskup Alvaro L. Ramazzini Imeri – Uskup Huehuetenamgo. S.E. Mons. Matteo Zuppi – Uskup Agung Bologna. S.E. Mons Cristóbal López Romero, SDB – Uskup Agung Rabat. R.P. Michael Czerny, SJ – Wakil Sekretaris Bagian Migran – Departemen Layanan Pengembangan Manusia Integral Sementara itu, dua Uskup Agung dan Uskup baru yang diangkat adalah sebagai berikut: Uskup Agung Michael Louis Fitzgerald – Uskup Agung Emeritus Nepte Uskup Agung Sigitas Tamkevicius, SJ – Uskup Agung Emeritus Kaunas Bishop Eugenio Dal Corso, PSDP – Uskup Emeritus Benguela Sumber: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2019-09/pope-announces-13-new-cardinals-for-the-missionary-church.html  

Kardinal Baru Untuk Indonesia Read More »

Perayaan Ekaristi Memperingati HR Kemerdekaan RI

HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 pada tahun 2019 bertema “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74, Paroki Katedral Kristus Raja mengadakan perayaan ekaristi pada 17 Agustus 2019 pukul 06.00 WIB. Perayaan ekaristi dimulai dengan perakan petugas liturgi dan diikuti oleh 2 pembawa bendera yaitu Bendera Merah Putih dan Bendera Vatikan. Untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, seluruh umat sebelum ekaristi dimulai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Dalam homilinya RD. Agustinus Iswanto atau biasa dipanggil Romo Is mengatakan, “Dari ungkapan SDM unggul Indonesia maju dan dari bacaan-bacaan hari ini kita diajak untuk memiliki SDM yang unggul. Orang diminta untuk supaya sumber daya yang ada di dalam diri manusia sungguh-sungguh menjadi daya untuk mendorong manusia-manusia yang hidup di Indonesia mengembangkan dirinya untuk kemajuan Indonesia”. Setelah perayaan ekaristi, ada kegiataan memperingati HUT RI dengan ramah tamah bersama di Aula.    

Perayaan Ekaristi Memperingati HR Kemerdekaan RI Read More »

RIP: Sr. Imelda HK

Telukbetung – Kabar duka datang dari kongregasi Suster-suster Belas Kasih dari Hati Yesus yang Mahakudus Telukbetung. Telah meninggal dunia dengan damai Sr Imelda HK pada Sabtu, 31 Agustus 2019, pkl 08.45 WIB, di RSIA St. Anna, Telukbetung. Misa requiem akan dilaksanakan pada Minggu, 1 September 2019, pada pukul 11.00 WIB di kapel Biara Induk Suster-suster HK, Jln. Hasanudin no 29. Misa requiem akan dipimpin oleh uskup keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Pemakaman akan dilaksanakan setelah perayaan ekaristi di pemakaman DSM Negrisakti. Berikut riwayat suster Imelda HK Mengenal Sr. Imelda sebagai sosok religius HK; Pendoa dan Berdaya tahanjuang Sr. Imelda lahir di Klaten pada tanggal 9 Nopember 1939 dari keluarga Almarhum Bapak FX. Darmosusastro dan Ibu Fransiska Sukinah. Di beri nama kecil Sri Warastrini dan menerima sakramen permandian pada tanggal 28 Mei 1944, di Ambarawa dengan nama pelindung Santa Margaretha. Hidup membiara sebagai Religius rasuli HK, diawali dengan memasuki masa Postulat di Metro pada 5 Agustus 1959, selama 11 bulan. Selanjutnya pada tanggal tanggal 16 Juli 1960 menerima busana biara sebagai religius rasuli HK. Sejak saat itu ia menyandang nama Sr. Imelda HK. Masa pembinaan Novisiat diakhiri dengan mengucapkan kaul pertama di Metro pada tanggal 21 Juli 1962. Masa yuniorat dijalani selama enam setengah tahun untuk kemudian menegaskan diri menjadi mempelai Yesus seumur hidup dengan mengucapkan kaul kekal pada 12 Desember 1968. Perutusan sebagai anggota religius rasuli HK diawali di komunitas Telukbetung dengan tugas perutusan sebagai Guru dan penjahit mulai Juli 1962 sampai dengan Desember 1963, dilanjutkan untuk kali kedua dari Februari 1976 sampai Agustus 1981 dengan perutusan sama sebagai guru. Kali ketiga perutusan di Telukbetung sebagai guru di SMP Xaverius dari 1986 sampai 1989. Perutusan keempat dari Juli 1997 hingga Agustus 2003 dalam usianya yang ke 58 dengan perutusan kerasulan doa. Sebagai suster yang telah menyelesaikan purnabakti layanan formal pendidikan beliau masih berkenan melaksanakan perutusan sebagai guru di sekolah Pelita dan tata busana komunitas. Tempat perutusan dan komunitas kedua adalah Palembang dengan perutusan mengajar maupun penjahit antara November 1963 sampai dengan Maret 1976. Dalam kurun waktu tersebut Sr. Imelda berkesempatan menjalani pendidikan di SPG Xaverius Palembang lulus 1968. Selanjutnya dengan perutusan sebagai guru dan kerumahtanggaan kembali untuk kali kedua di Palembang pada Agustus 1981 sampai Agustus 1989, dan begitu untuk kali ketiga dengan perutusan sebagai Guru dari Juli 1992 sampai Juli 1997 dan terakhir kali keempat dengan perutusan kerasulan doa dari Juli 2010 sampai dengan 2015. Tempat perutusan dan komunitas ketiga adalah Metro dengan perutusan guru di SD Xaverius Metro dari Juni 1990 sampai Juli 1992. Selanjutnya tempat perutusan dan komunitas keempat menekuni kerasulan doa dan penjahit di Kalianda dari Agustus 2003 sampai dengan 2010. Menekuni perutusan kerasulan doa sebagai perutusan utama bagi Para suster lanjut usia Sr. Imelda kembali tinggal di Komunitas Biara Induk sejak 2015 sampai dengan hari ia dipanggil Tuhan karena sakit mengalami gagal ginjal dengan perawatan intensif di RS. Immanuel dari tanggal 24 Agustus dan dilanjutkan di RSIA St. Anna sampai ia dipanggil Sabtu pukul 08.45 WIB. Sosok Sr. Imelda sebagai religius rasuli HK dalam hidup dan perutusannya lebih banyak berkiprah di dunia pendidikan sebagai guru SD dan SMP maupun sebagai penjahit busana suster-suster dalam  kerumahtanggaan. Dari pengalaman menjalani perutusan secara aktif dalam komunitas kerasulan tampak kegigihan dan daya tahan juangnya dengan kedisiplinan dan ketekunan. Ia memiliki anugarah tulisan tangan yang sangat bagus cocok sebagai guru kelas 1 dan 2 untuk pengenalan tulisan dengan huruf yang baik. Sedangkan setelah memasuki masa purnabakti dengan perutusan kerasulan doa hal-hal kerohanian yang sudah ia hidupi sejak religius muda menjadi kekuatan untuk menekuni panggilan religius rasuli HK yang pendoa. Selain keterampilan keguruan dan kecintaannya sebagai seorang penjahit melekat dalam dirinya begitu pula terbatinkan dengan baik kesetiaan dan loyalitas dalam mencintai dan menekuni hidup panggilannya dengan perutusan apapun wujudnya; hormat dan memelihara serta merawat dengan baik dirinya maupun tanggung jawab tugas yang dipercayakan kepadanya; berbudaya taat dan hormat, bersih dan rapi, melakukan dan memperlihatkan hasil kerja sebagai pemberian terbaik. Untuk segala sesuatu ada waktu yang tepat, dimana Tuhan yang memberi dan Dia pula yang memanggil. Sr. Imelda sebagai religius rasuli HK telah purna dengan S3 nya, dimana ia setia setiap saat dalam hidup panggilannya dengan keteladan lewat pergulatanmu hidup sebagai rasuli HK sampai akhir. Sr. Im, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil dan Tuhan akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar (Bdk. Mat. 25:23). Terima kasih, selamat jalan dan maafkan kami semua adik-adikmu sepanggilan yang bersama menekuni kebersamaan hidup dalam kongregasi ini sepanjang 57 tahun keanggotaanmu yang diawali dengan kaul pertamamu. Selamat memasuki dan menerima tanggung jawab untuk perkara besar yang Tuhan berikan kepadamu di kehidupan abadi dimana engkau ditinggikan bersama Mere Marie Pendiri Kongregasi kita, karena engkaupun telah setia menjawab: “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1 Kor.11:21) (doc.kongregasihk)

RIP: Sr. Imelda HK Read More »

Keuskupan Tanjungkarang

keuskupantanjungkarang.org adalah website resmi Keuskupan Tanjungkarang yang dikelola langsung oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Tanjungkarang

Kritik, usul, dan saran dapat menghubungi kami melalui komsosktjk18@gmail.com

Lokasi Kantor Keuskupan Tanjungkarang

© 2018-2024 Komsos Tanjungkarang | Designed by Norbertus Marcell

Scroll to Top