Bacaan: Lukas 12:35-38

Kewaspadaan

12:35 “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. 12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. 12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. 12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

 

Renungan

Berhadapan dengan situasi yang sering membuat tidak aman, kita sering merasa kuatir dan takut. Misalnya saja ketika banyak pencuri. Meninggalkan rumah untuk doa bersama di lingkungan menjadi takut, ikut kegiatan-kegiatan di lingkungan masyarakat juga menjadi cemas dan gelisah. Semua menjadi serba tidak nyaman.

Namun disisi lain, ketika berhadapan dengan situasi yang demikian bisa membuat kita juga semakin waspada. Kita menjadi teliti untuk selalu mengunci rumah ketika hendak pergi, mengecek kembali apakah jendela-jendela sudah terkunci dengan benar. Kita menjadi teliti untuk melindungi apa yang kita miliki, supaya tidak ada celah bagi pencuri untuk melakukan aksinya. Kita menjadi semakin waspada. Seluruh indra kita menjadi seperti berfungsi efektif.

Waspada kiranya selalu menjadi habitus kita. Bukan karena takut atau cemas, tetapi lebih bagaimana kita sadar diri. Kesadaran diri ini menjadikan seluruh indra kita menjadi peka akan situasi. Orang yang waspa tidak selalu menampakkan kecurigaan, atau kecemasan, atau serba hati-hati. Orang yang waspada selalu berlaku biasa namun siap dengan bergai kemungkinan.

Mempunyai sikap waspada berarti memperkecil kemungkinan godaan bisa masuk dengan mudah dalam diri kita. Godaan sering kali masuk karena memang ada kesempatan. Maka cara efektif untuk mencegahnya adalah dengan mempunyai sikap waspada.

Yesus mengajak kita untuk selalu mempunyai sikap itu. Kita tidak tahu kapan dan saatnya. Tetapi kita tidak perlu kuatir akan saatnya itu. Jika kita seperti yang dalam Injil hari ini, hidup kita akan tetap damai sejahtera dan bersukacita.

Doa: Tuhan, semoga seluruh indraku mampu berfungsi dengan baik untuk menjaga seluruh diriku. Semoga aku selalu dalam perlindungan-Mu. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *