Pelantikan Pastor Paroki St. Yusuf Pekerja Tulangbawang

Pelantikan Pastor Paroki St. Yusuf Pekerja Tulangbawang
Bagikan:

Serah terima jabatan Pastor Paroki St. Yusup Pekerja Tulangbawang berlangsung masih suasana menyambut Tahun Baru, Selasa, 4 Januari 2022. Tongkat estafet kegembalaan ini dari tangan Romo Thomas Eddy Susanto SCJ kepada penggantinya Romo Fransiskus Suradi SCJ.

Ada dua momen dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Delegatus ad Omnia Rm. Yohanes Samiran SCJ ini. Pertama, Pelantikan Pastor Paroki yang baru, Romo Fransiskus Suradi SCJ. Kedua, Pelantikan dan Pemberkatan Dewan Pastoral Paroki St. Yusuf Pekerja Tulangbawang.

Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan potong tumpeng dan ramah tamah. Perwakilan stasi-stasi memberikan tanda kasih kepada Romo Eddy Susanto SCJ selama tiga tahun penggembalaannya di Paroki ini. Rm. Eddy mendapat tugas perutusan baru dari Kongregasi SCJ, di Dokpen KWI, menggantikan Rm. Andreas Suparman SCJ yang terpilih menjadi provinsial SCJ.

Perayaan ini dihadiri oleh ketua dan perwakilan seluruh stasi Paroki Tulangbawang.

Bawalah yang ada padamu

Bacaan Injil hari itu, tentang Yesus memberi makan kepada 5000 orang. Salah satu ayatnya, “Berapa banyak roti yang ada padamu?” (Markus 6:38). Ayat ini yang dijadikan prinsip oleh Rm. Eddy Susanto SCJ dalam menggembalakan umatnya di Paroki Tulangbawang selama tiga tahun.

Apa yang kamu miliki? Kalau Anda punya cinta, walau pun cuma sedikit, bawalah ke sini. Maka, akan dilipat gandakan. Anda punya semen, walau hanya satu sendok, bawalah ke sini. Maka, akan dilipat gandakan. Dikumpulkan. Nanti bisa menjadi pagar.

Begitu pula kalau Anda tidak punya apa-apa, tetaplah datanglah kesini. Tapi tidak mungkin kalau Anda itu tidak memiliki apa-apa. Anda punya pemikiran. Ide. Gagasan. Bawalah ke sini. Mari kita olah bersama, untuk membangun Gereja. Begitulah taktik ia membangun Gereja Paroki di Tulangbawang ini.

Rm. Eddy, panggilan akrabnya, mengaku belum banyak yang ia kerjakan. Banyak hal yang blm selesai. Tapi ia percaya, apalagi kehadiran saudara saudari pada hari ini. Sungguh sangat luar biasa.

Mereka tidak hanya sekedar hadir. Tetapi, di sana ada cinta. Harapan. Doa. Dan juga ada gembala yang baru dilantik, Rm. Fransiskus Suradi SCJ.

Lewat hidup dan panggilan Romo Suradi SCJ, yang akan melipatgandakan semua itu. Diperkaya dengan pengalaman-pengalaman menjadi imam selama sekitar 20 tahun. Dan itu sudah dianggap dewasa. Sudah mendapat KTP. Sudah pantas menjadi pastor kepala, untuk pertama kalinya.

Itu dikatakan Rm. Eddy Susanto SCJ dihadapan umat, di akhir Perayaan Ekaristi.

 

Tidak diobral di pasar

Rm. Eddy memiliki kesan indah terhadap umat di Paroki Tulangbawang ini. Ada yang sudah kelihatan baiknya. Ada yang masih bersembunyi. Sehingga saya harus berjuang sampai berdarah-darah agar kebaikannya itu muncul. Tetapi semuanya baik. Karena Tuhan menciptakan semua baik adanya. Inilah seninya hidup. Dan sangat menyenangkan saya, ujar Rm. Eddy.

Kesedihan yang pernah terjadi, jangan dipersoalkan. Bawalah itu semua kepada Tuhan: iman. Harap. Cinta. Lebih sehat dibawa kepada Tuhan, daripada diobral di pasaran. Persoalan dalam keluarga. Persoalan iman. Bawalah semua itu kepada Tuhan.

Selamat berjuang. Siapkan diri untuk bersinode bersama. Jalani bersama-sama arah dasar keuskupan Tanjungkarang tahun ini, Tahun Komunitas Basis Gerejawi. Inilah yg menjadi landasan gerak keuskupan kita.

Kita percaya, bahwa kita semua menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Jangan berkata, saya tidak punya apa-apa. Atau saya masih muda, tambahnya lagi.

Ziarek

Ajakan Rm. Eddy untuk memberikan apa yang kita miliki, disambut gembira oleh Rm. Fransiskus Suradi SCJ. Ia membawa diri apa adanya. Segala yang ia miliki. Kemampuan. Bakat. Pengalaman. Pengetahuan.

Dan tentu, bantuan yang diberikan oleh Rm. Eddy. Berupa file pertanggungjawaban. Dan file itu juga telah dibuat rapi di komputer ruang kerja pastoran. Itu juga sebagai modal menjadi gembala sekaligus teman dalam seperjalanan bersama umat di Paroki Tulangbawang ini. “Saya pasti akan membacanya. Mempelajarinya.”

Rm. Suradi melambangkan hidup sebagai imam itu seperti ziarek. Ziarah dan rekreasi.

Ziarah itu mencari Tuhan. Rekreasi itu harus gembira. Jadi, bersama-sama mencari dan menemukan Tuhan dalam kegembiraan. Khususnya bersama umat di paroki Tulangbawang ini. Mari kita bersama-sama mewujudkan persaudaraan. Komunikasi. Kerjasama untuk membangun Gereja Paroki Tulangbawang ini, pinta Rm. Suradi SCJ.***

M. Fransiska FSGM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Radio Suara Wajar (RSW)